Daftar Masjid Tertua di Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
Sebagai salah satu negara dengan penduduk pemeluk agama Islam terbanyak di dunia, Indonesia memiliki banyak masjid yang tersebar di berbagai wilayah. Banyak dari masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi karena sudah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi saksi bisu perkembangan Islam di nusantara. Bagi kamu yang tertarik menjelajahi wisata religi, beberapa masjid tertua ini bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
1. Masjid Saka Tunggal, Banyumas
Banyumas tidak hanya dikenal dengan makanan khas seperti tempe mendoan atau tarian Lengger Lanang. Di sini juga terdapat Masjid Saka Tunggal, yang merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Menurut Wikipedia, masjid ini didirikan pada tahun 1288 dan berlokasi di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
Masjid ini memiliki ciri khas arsitektur dengan tiang penyangga tunggal, sehingga dinamai Saka Tunggal. Selain itu, kamu juga dapat melihat prasasti yang berisikan informasi tentang pendirian masjid ini, yang terletak di bawah saka tunggal.
2. Masjid Wapauewe, Maluku Tengah

Masjid Wapauwe adalah salah satu masjid tertua di Maluku Tengah. Didirikan pada tahun 1414, masjid ini memiliki gaya bangunan sederhana dengan fondasi kayu dan atap rumbia. Meskipun pernah dipindahkan beberapa kali, masjid ini tetap mempertahankan keunikan arsitekturnya.
Awalnya, masjid ini berada di Lereng Gunung Wawane, namun pada tahun 1614, lokasinya bergeser ke Kampung Tahala di bawah masa kolonial Belanda.
3. Masjid Sunan Ampel, Surabaya

Masjid Sunan Ampel adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan oleh Sunan Ampel pada tahun 1421. Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat wisata religi yang menyimpan sejarah penting perkembangan Islam di Indonesia.
Di belakang masjid terdapat makam Sunan Ampel yang sering dikunjungi para peziarah. Arsitektur masjid ini menggabungkan nuansa Jawa kuno dan Arab, lengkap dengan adanya Kampung Arab di dekatnya.
4. Masjid Kuno Bayan Beleq, NTB

Masjid Kuno Bayan Beleq terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masjid ini telah berdiri sejak sekitar 500 tahun silam dan didirikan oleh Syeh Gus Abdul Razak pada abad ke-16.
Arsitektur masjid ini unik dengan atap berbentuk tumpang yang terbuat dari bilah bambu dan dinding anyaman bambu. Masjid ini hanya digunakan untuk salat pada hari besar Islam seperti Idulfitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, juga dikenal sebagai Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati, dibangun pada tahun 1498. Nama Sunan Gunung Jati diberikan karena pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan beliau.
Ciri khas arsitektur masjid ini adalah atap tiga susun dan saka guru yang terbuat dari kayu. Masjid ini menjadi ikon wisata religi di Cirebon dan menarik banyak pengunjung.
6. Masjid Agung Demak, Demak

Masjid Agung Demak berada di Kota Demak, Jawa Tengah. Masjid ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan dipelopori oleh Walisongo. Atap masjid ini berbentuk limas dengan tiga lapisan yang merepresentasikan tiga ajaran Islam: Iman, Islam, dan Ikhsan.
Masjid ini dibangun oleh Raden Patah pada tahun 1401 dan memiliki konsep tradisional Jawa yang kental.
7. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin

Masjid Sultan Suriansyah adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan. Dibangun pada tahun 1525-1550, masjid ini memiliki gaya arsitektur khas Banjarmasin dengan rumah panggung berfondasi kayu ulin dan atap tumpang tiga.
Masjid ini berada di tepi Sungai Kuin dan memiliki makam Sultan Suriansyah yang lokasinya hanya sekitar 500 meter dari masjid.
8. Masjid Menara Kudus, Kudus

Masjid Menara Kudus terletak di Kudus, Jawa Tengah. Didirikan oleh Sunan Kudus pada tahun 1549, masjid ini memiliki arsitektur ikonik dengan menara yang mirip candi. Masjid ini juga menjadi tempat makam Sunan Kudus, yang sering dikunjungi peziarah.
9. Masjid Mantingan, Jepara

Masjid Mantingan adalah salah satu masjid tertua di Jepara, dibangun pada tahun 1559 oleh Ratu Kalinyamat. Masjid ini dibangun sebagai simbol peringatan atas kematian suaminya, Sultan Hadiri.
Kompleks masjid ini mencakup bangunan masjid, makam, dan museum. Arsitektur masjid ini mengambil konsep Tiongkok dengan relief yang terpahat di dinding.
Masjid-masjid tertua ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi. Bagaimana, apakah kamu pernah berkunjung ke salah satu masjid tersebut?











