Antrean Kendaraan Mengisi BBM di SPBU Kota Gorontalo
Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) mulai terlihat banyak di sejumlah SPBU Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Hal ini terjadi pada Sabtu (7/3/2026), yang menunjukkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan bahan bakar. Sebelumnya, isu stok BBM Indonesia yang hanya berkisar 21-25 hari menjadi perhatian publik, terlebih setelah konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) memicu ketidakpastian pasokan energi.
Di SPBU Nani Wartabone, Jalan Nani Wartabone, antrean panjang terlihat hingga ke bahu jalan. Deretan kendaraan roda dua, roda tiga seperti bentor, hingga mobil pribadi tampak berjejer menunggu giliran. Meski begitu, antrean paling banyak didominasi kendaraan roda empat. Para pengendara terlihat sabar menunggu giliran di bawah terik matahari siang.
Jenis BBM yang paling banyak diisi masyarakat adalah Pertalite, disusul Pertamax. Untuk mengurangi kepadatan antrean, petugas SPBU membagi dua jalur pengisian Pertalite. Kendaraan diarahkan ke sisi kiri dan kanan pompa agar proses pengisian bisa berjalan lebih cepat.
Warga Mulai Khawatir dengan Ketersediaan BBM
Noni Adam, warga Gorontalo, mengaku mulai khawatir melihat antrean yang belakangan ini semakin panjang. “Soal khawatir pasti ada, karena kita butuh bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari. Biasanya saya isi di SPBU karena lebih murah dibanding beli di depot,” ungkapnya kepada Tribun Gorontalo.
Menurut Noni, antrean panjang biasanya terjadi pada pagi atau sore hari. Namun beberapa hari terakhir, antrean justru terlihat ramai pada siang hari. “Kalau dulu siang itu biasanya agak sepi. Tapi sekarang justru banyak kendaraan antre,” jelasnya.
Kekhawatiran juga dirasakan Andi Djafar, seorang pengemudi bentor di Kota Gorontalo. Ia mengaku sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk mencari penumpang. “Kalau saya kan keliling cari penumpang. Berbeda dengan ojek online yang tinggal tunggu pesanan lewat aplikasi. Jadi kami sangat butuh bahan bakar,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat mendengar berbagai pemberitaan mengenai potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi. “Apalagi ada berita soal bahan bakar yang bisa terdampak. Di Aceh kemarin juga banyak orang ramai-ramai isi BBM karena takut kehabisan,” tuturnya.
Stok BBM Masih Aman di SPBU Nani Wartabone
Meski demikian, pihak SPBU memastikan stok BBM di lokasi tersebut masih aman. Seorang Koordinator di SPBU Nani Wartabone mengatakan hingga saat ini distribusi bahan bakar masih berjalan normal tanpa kendala. “Kalau stok bahan bakar masih aman, tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia menjelaskan dalam kondisi normal, SPBU tersebut menerima pasokan BBM sekitar 16 hingga 20 kiloliter (KL). “Biasanya sekitar 16 sampai 20 KL yang masuk ke sini,” bebernya.
Terkait isu panic buying, ia menegaskan hingga kini belum ditemukan adanya pembelian berlebihan oleh masyarakat. “Kalau untuk pengisian di galon itu juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan khusus, biasanya untuk pertanian atau nelayan harus melalui mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Antrean di SPBU Andalas
Antrean panjang kendaraan pun terjadi di SPBU Andalas yang berada di kawasan Jalan Ex Andalas atau Prof Jhon Aryo Kaitili, Kota Gorontalo. Amatan Wartawan Tribun Gorontalo sekitar pukul 15.20 Wita, antrean kendaraan juga tampak cukup panjang di lokasi tersebut. Sejumlah mobil pribadi, truk, hingga kendaraan roda dua terlihat mengantre di area pengisian BBM.
Meski antrean cukup ramai, barisan kendaraan masih tertata di dalam area SPBU. Indra Yasin, seorang pengendara mengatakan antrean panjang sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa minggu terakhir. “Kalau saya lihat memang sudah beberapa minggu ini antreannya mulai panjang. Pagi, siang, sampai sore kadang ramai,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan antrean kemungkinan dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan. “Biasanya menjelang Lebaran orang mulai banyak bepergian. Mungkin juga ada yang sudah persiapan mudik,” jelasnya.

Meski begitu, Indra mengaku tidak terlalu khawatir dengan isu gangguan pasokan BBM. “Saya rasa tidak sampai berdampak ke sini. Kalau di Gorontalo biasanya aman saja,” ucapnya.
Sementara itu, koordinator di SPBU Andalas juga memastikan stok BBM masih dalam kondisi aman. Ia menyebutkan SPBU tersebut rata-rata menerima pasokan BBM sekitar 24 hingga 30 KL. “Stoknya sama seperti hari-hari sebelumnya, masih aman dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatnya antrean lebih disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. “Kalau antrean mungkin karena masyarakat mulai bersiap untuk mudik,” katanya.










