"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Xavi Akui Laporta Halangi Kembalinya Messi ke Barcelona

Xavi Mengungkap Kegagalan Kesepakatan dengan Messi

Dalam sebuah wawancara yang mengejutkan, Xavi, mantan pelatih kepala Barcelona, mengungkapkan pengakuan-pengakuan penting terkait masa jabatannya sebagai pelatih. Ia menyatakan bahwa kesepakatan untuk kembalinya Lionel Messi ke klub hampir selesai pada awal 2023.

Xavi mengungkapkan bahwa Messi sangat ingin kembali ke Catalonia setelah memenangkan Piala Dunia bersama Argentina di Qatar. Bahkan, ia menawarkan ide tersebut kepada ayah Messi, Jorge, dengan mengatakan: “Kita akan melakukan tarian terakhir seperti Jordan.” Namun, akhirnya kesepakatan tersebut gagal dan Messi memilih untuk bergabung dengan Inter Miami di MLS setelah kontraknya di Paris Saint-Germain berakhir pada musim panas itu.

Xavi menjelaskan bahwa presiden klub saat itu tidak jujur dalam proses negosiasi. Menurutnya, Messi sudah ditandatangani oleh klub, namun presiden mulai bernegosiasi dengan ayah Messi. Meskipun La Liga telah memberikan persetujuan, presiden akhirnya menggagalkan kesepakatan tersebut. Laporta, menurut Xavi, memberi alasan bahwa jika Messi kembali, dia akan berperang melawan dirinya sendiri dan tidak bisa mengizinkannya.

Hubungan yang Rusak antara Xavi dan Messi

Insiden ini ternyata merusak hubungan antara Xavi dan Messi. Xavi menyatakan bahwa Messi pernah menjadi salah satu rekan setim paling berharga baginya di Barcelona. Namun, ketika Messi harus meninggalkan klub pada 2021 karena tidak mampu memperpanjang kontrak, hubungan antara keduanya mulai retak.

Xavi mengungkapkan bahwa Messi sempat percaya bahwa ia terlibat dalam skema yang menghalangi kembalinya sang bintang. Hal ini menyebabkan jeda dalam komunikasi antara mereka. Meski kini hubungan telah membaik, Xavi mengakui bahwa ada periode sulit ketika mereka tidak bisa saling berbicara.

Penjelasan tentang Kembalinya Messi

Xavi juga menegaskan bahwa Messi tidak akan kembali ke Barcelona hanya karena Laporta tidak menginginkannya. Ia menekankan bahwa isu-isu yang menyebutkan bahwa La Liga atau ayah Messi meminta uang adalah hoaks. Menurutnya, Laporta sendiri yang menyatakan bahwa klub tidak mampu membayarnya.

Saat ini, Laporta sedang mencalonkan diri untuk ketiga kalinya sebagai presiden Barcelona melawan dua calon lainnya, yaitu Victor Font dan Marc Ciria.

Dikhianati Oleh Pihak-Pihak Di Balik Layar

Xavi juga mengungkap bahwa Laporta menyesatkannya selama bulan-bulan terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Ia menyatakan bahwa penasihat presiden, Alejandro Echevarría, adalah orang yang sebenarnya mengendalikan segala sesuatu di balik layar di klub.

Menurut Xavi, Echevarría pernah berkata kepadanya, “Xavi, saya tidak bisa membayangkan tim tanpa kamu, saya tidak bisa membayangkan Camp Nou baru tanpa kamu, saya tidak bisa membayangkan peringatan ke-125 klub tanpa kamu sebagai pelatih.” Namun, meskipun begitu, Xavi akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih tanpa diberi informasi yang jelas.

Ia menegaskan bahwa Echevarría adalah orang yang sebenarnya memecatnya. Menurut Xavi, inilah cara Barcelona beroperasi, dengan praktis dijalankan oleh Echevarría.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *