"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Penelusuran 10 Tahun Jejak Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang, Ini Hasilnya

Penelusuran Sejarah Kelahiran Soekarno di Ploso

Penelitian sejarah mengenai kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Ploso, Jombang, semakin intens dilakukan. Arif Yulianto, anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, telah menekuni riset ini hampir satu dekade. Awalnya, penelitiannya dimulai dari pertemuan dengan almarhum Semar Suwito, peneliti sejarah Panji, dalam sebuah kegiatan budaya di Banjarnegara pada 2015.

Diskusi Berbagai Catatan Sejarah

Sejak saat itu, keduanya sering berdiskusi mengenai berbagai catatan sejarah, termasuk kisah masa kecil Soekarno. “Setelah perkenalan itu kami intens berkomunikasi. Sekitar 2016 saya diajak ke Ndalem Pojok Wates Kediri untuk menghadiri kegiatan budaya. Dari situlah saya mulai mengenal tempat yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno,” ucap Arif saat dikonfirmasi, pada Minggu (8/3/2026).

Sejak kunjungan tersebut, Arif mengaku cukup sering datang ke kompleks yang dikenal sebagai Situs Persada Soekarno di Kediri. Bahkan beberapa kali ia mendapat kesempatan menginap di kamar yang disebut sebagai tempat tinggal Soekarno saat remaja.

Menulis Artikel dan Menggelar Forum Diskusi

Minatnya pada sejarah ini semakin berkembang hingga pada 2019 ia mulai menuliskan sejumlah artikel mengenai keterkaitan Ploso dengan kelahiran Bung Karno di media tempatnya bekerja sebagai wartawan. Namun saat itu, sumber informasi yang dapat diwawancarai masih terbatas. “Waktu itu narasumbernya di antaranya Mas Kushartono dari keluarga Ndalem Pojok dan Mas Dian Sukarno, penulis buku Candradimuka,” ujarnya melanjutkan.

Topik tersebut kemudian dibahas lebih luas melalui forum diskusi yang digelar bersama sejumlah tokoh di musala Pondok Pesantren Jatiwates, Kecamatan Tembelang, pada tahun yang sama.

Temuan Awal Sejarah Ploso

Masih pada 2019, Arif juga menyampaikan temuan awal mengenai sejarah Ploso kepada sastrawan Binhad Nurrohmat saat peringatan Hari Santri di Universitas Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. Dari penelusuran lanjutan yang dilakukan bersama berbagai pihak, sejumlah jejak sejarah lain mulai ditemukan. Di antaranya makam Mbok Suwi yang disebut sebagai pengasuh Soekarno semasa kecil, serta makam Mbah Joyodipo yang diyakini sebagai teman masa kecil sang proklamator ketika berada di Ploso.

Penelusuran Arif juga menemukan petunjuk baru ketika ia mendapatkan foto sosok yang diyakini sebagai saksi kelahiran Soekarno, yakni Surosentono atau yang dikenal dengan sebutan Kek Suro. Foto tersebut ditemukan di wilayah Kabuh, Jombang. “Nama Kek Suro sebelumnya hanya disebut dalam cerita keluarga Situs Persada Soekarno Kediri. Saat foto itu ditemukan, seolah menjawab teka-teki tentang siapa saksi kelahiran Bung Karno,” ungkapnya melanjutkan.

Resmi Jadi Anggota TACB Kabupaten Jombang

Setelah lolos asesmen Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Jakarta pada 2022, Arif kemudian resmi menjadi anggota TACB Kabupaten Jombang melalui Surat Keputusan Bupati pada 2023. Ia lalu mendorong agar narasi sejarah mengenai kelahiran Soekarno di Ploso diajukan secara resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk dikaji lebih lanjut. Pengajuan tersebut akhirnya dilakukan oleh pihak Situs Persada Soekarno Kediri pada akhir 2023.

Selanjutnya, TACB Kabupaten Jombang melakukan kajian lapangan pada 2024, termasuk menelusuri informasi kepada keluarga Soekarno di berbagai daerah seperti Blitar, Kediri, Bali hingga Jakarta. Hasil kajian itu kemudian menghasilkan rekomendasi penetapan lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Soekarno di Ploso sebagai cagar budaya tingkat kabupaten pada September 2024.

Berharap Pengakuan Resmi dari Pemerintah

Selain proses kajian tersebut, Arif juga menyampaikan narasi sejarah itu kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 2025. Informasi yang sama juga telah disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, termasuk kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sebuah pertemuan di Surabaya. Arif berharap hasil penelusuran tersebut dapat memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah sehingga situs yang diyakini sebagai lokasi kelahiran Soekarno di Ploso dapat ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Harapannya ada legitimasi resmi dari pemerintah sehingga sejarah mengenai tempat dan waktu kelahiran Bung Karno dapat diluruskan secara terstruktur, sistematis, dan luas diketahui masyarakat,” pungkas Arif.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *