"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Jadwal Azan Magrib Ramadan 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

Jadwal Imsakiyah dan Sholat Selama Ramadan 1447 Hijriah di Jakarta

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah merilis jadwal imsakiyah di seluruh kota di Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Jadwal ini mencakup waktu untuk berbuka puasa (azan magrib), sholat lima waktu, serta waktu imsak selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Berdasarkan hasil sidang isbat, pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026. Berikut adalah jadwal imsakiyah, sholat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya untuk Kota Jakarta:

Tanggal Imsak Subuh Zuhur Ashar Magrib Isya
Jumat, 6 Maret 04.33 04.43 12.07 15.08 18.13 19.22
Sabtu, 7 Maret 04.33 04.43 12.07 15.09 18.12 19.21
Minggu, 8 Maret 04.33 04.43 12.07 15.09 18.12 19.21
Senin, 9 Maret 04.33 04.43 12.07 15.10 18.12 19.20
Selasa, 10 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.20
Rabu, 11 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.19
Kamis, 12 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.19
Jumat, 13 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.18
Sabtu, 14 Maret 04.33 04.43 12.05 15.11 18.09 19.18
Minggu, 15 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Senin, 16 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Selasa, 17 Maret 04.32 04.42 12.05 15.12 18.08 19.16
Rabu, 18 Maret 04.32 04.42 12.04 15.12 18.08 19.16
Kamis, 19 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16
Jumat, 20 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16

Panduan Itikaf di Bulan Ramadan

Itikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.

Itikaf memiliki keutamaan besar karena menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pengertian Itikaf

Secara bahasa, itikaf berasal dari kata “akafa” yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Dalam istilah syariat Islam, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu. Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan itikaf. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat Itikaf

Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan itikaf. Seperti ibadah lainnya dalam Islam, itikaf harus dilakukan dengan niat karena Allah SWT. Niat sebenarnya cukup di dalam hati, namun sebagian ulama juga mengajarkan lafaz niat sebagai berikut:
“Nawaitul i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Itikaf yang Benar

Agar ibadah ini dapat dijalankan dengan baik, ada beberapa tata cara itikaf yang perlu diperhatikan:

  1. Dilaksanakan di masjid

    Para ulama sepakat bahwa itikaf harus dilakukan di masjid, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri) sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187) Ayat tersebut menunjukkan bahwa tempat pelaksanaan itikaf adalah di masjid.

  2. Memperbanyak Ibadah

    Tujuan utama itikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapa amalan yang dapat dilakukan selama itikaf antara lain:

  3. Membaca Al-Qur’an
  4. Melakukan shalat sunnah
  5. Berdzikir dan berdoa
  6. Mendengarkan kajian keislaman
  7. Muhasabah atau introspeksi diri

  8. Menjaga Lisan dan Perilaku

    Orang yang sedang itikaf dianjurkan menjaga sikap serta menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat, seperti bercanda berlebihan, bergosip, atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

  9. Fokus pada Ibadah

    Selama menjalankan itikaf, seorang muslim dianjurkan memusatkan perhatian pada ibadah dan mengurangi aktivitas duniawi. Misalnya dengan membatasi penggunaan ponsel untuk hal-hal yang tidak penting serta menghindari percakapan yang tidak diperlukan.

  10. Keluar dari Masjid Hanya untuk Keperluan Penting

    Seseorang yang sedang itikaf tidak dianjurkan keluar dari masjid kecuali untuk keperluan mendesak, seperti ke kamar mandi, makan, atau kebutuhan penting lainnya. Apabila harus keluar karena kebutuhan tersebut, itikaf tetap dianggap sah selama dilakukan dalam batas yang wajar.

Melalui ibadah itikaf, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *