"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Ratusan Warga Bangkalan Berangkat Umroh Sebelum Perang, Kemenhaj Tanggapi Kondisi Tidak Pasti

Jumlah Jemaah Umroh dari Bangkalan yang Sedang Berada di Arab Saudi

Sebanyak 380 warga Bangkalan sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi atau dalam proses kepulangan. Angka ini diperoleh melalui laporan dari berbagai biro travel yang terdaftar di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bangkalan. Secara nasional, terdapat 58.873 jemaah umroh Indonesia yang masih berada di Arab Saudi berdasarkan data SISKOPATUH.

Pemerintah pusat melalui Kemenhaj RI telah memberikan imbauan agar para jemaah umroh menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi. Hal ini dilakukan mengingat situasi keamanan yang tidak menentu akibat meningkatnya eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Bangkalan, Arif Rochman menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah umroh di Arab Saudi berjalan lancar meskipun ada potensi perubahan rute penerbangan dan penundaan jadwal. Ia juga memastikan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi terpantau.

Data Jemaah Umroh dan Proses Pemantauan

Laporan yang masuk ke Kemenhaj Bangkalan menyebutkan bahwa sekitar 380 warga Bangkalan sedang menjalani ibadah umroh di Arab Saudi maupun dalam proses kembali ke tanah air. Angka tersebut bisa bertambah karena biro-biro travel tidak wajib melaporkan secara langsung ke Kemenhaj setempat. Informasi tentang jumlah jemaah umroh hanya terinput nasional melalui SISKOPATUH.

Arif menjelaskan bahwa setiap penyelenggara umroh harus memasukkan data jemaah mereka ke dalam sistem SISKOPATUH, sehingga dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah. Hal ini memudahkan pemantauan dan koordinasi antara pihak terkait.

Beberapa jemaah umroh Bangkalan sudah mendapatkan jadwal penerbangan untuk pulang. Seperti yang disampaikan Arif, hari ini ada 10 jemaah yang berangkat ke tanah air dan diperkirakan tiba besok. Selain itu, puluhan calon jemaah umroh akan bertolak ke Arab Saudi pada pertengahan hingga akhir Maret.

Antisipasi Perubahan Rute dan Penundaan Jadwal Penerbangan

Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran telah memicu kekhawatiran di kawasan Timur Tengah. Beberapa negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait membatasi atau menunda penerbangan sebagai langkah antisipatif. Hal ini berdampak pada jadwal penerbangan jemaah umroh Indonesia.

Kedubes RI di Riyadh telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik. Mereka juga diminta untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak dan memantau informasi terkini dari sumber resmi. Para jemaah umroh diminta untuk memperhatikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara.

PPIU Tidak Bisa Membatalkan Umroh Tanpa Pengumuman Resmi

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kemenhaj RI tanggal 28 Februari 2026, disebutkan bahwa eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Beberapa maskapai melakukan perubahan rute maupun penundaan jadwal penerbangan sebagai antisipasi.

Pemilik Betravel Bangkalan, H Bahri menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa semena-mena membatalkan jadwal keberangkatan. Ia menjelaskan bahwa pembatalan hanya bisa dilakukan jika ada pengumuman resmi dari pihak maskapai. Meski ada edaran dari pemerintah soal penundaan pemberangkatan, ia tetap menjaga jadwal yang telah ditetapkan.

Jemaah umroh di tanah air diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi melalui saluran resmi. Keluarga jemaah juga diminta untuk menjalin komunikasi dengan PPIU masing-masing agar mendapatkan perkembangan terbaru.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *