"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Meski Menang, PSIM Yogyakarta Patahkan Tren Buruk, Brajamusti Kritik Pedas Satu Orang Ini

Kemenangan Dramatis PSIM Yogyakarta dalam Laga Kontra PSBS Biak

PSIM Yogyakarta akhirnya meraih kemenangan setelah beberapa laga terakhir yang berjalan buruk di putaran kedua Super League 2025/2026. Kemenangan ini diraih ketika mereka bertemu dengan PSBS Biak dalam lanjutan match day ke-23 Super League 2025/2026. PSIM Yogyakarta berhasil menang dramatis dengan skor 4-2, yang membuat para suporter mereka gembira dan memutus tren negatif yang sebelumnya menghantui tim.

Kemenangan ini juga membawa PSIM Yogyakarta kembali memepet posisi lima besar klasemen Super League 2025/2026. Meski senang atas hasil ini, salah satu suporter fanatik, Brajamusti, memberikan kritik pedas terhadap sosok idola mereka, Nermin Haljeta. Menurut Brajamusti, permainan PSIM Yogyakarta lebih hidup dan enak dilihat setelah Nermin Haljeta ditarik keluar dari lapangan. Reaksi positif dan kritik tersebut muncul dalam kolom komentar unggahan terkini PSIM Yogyakarta di Instagram resmi klub yang memposting hasil laga kontra PSBS Biak.

Beberapa komentar dari suporter antara lain:
* “NAHH NGENEKII , HALJETA OUT LANGSUNG HUJAN GOLL. Josjiss Jogja ketmau adem jebule meh ndelok PSIM menang,”
* “EFEK HAJELTA DIGANTI,”
* “Next match, Corfe starter Haljeta bench!!!!,”
* “Mantap sayangkuu, akhirnya ra lali carane menang,”
* “Hajelta out,”
* “KETOK TO EFEK E 99 METU,”
* “Kata Ramos n Ze ke Haljeta “nyohhh tak kei tutorial nge-golke ball nganti ping 4, iseh kurang paham po??,”

Jalannya Laga

Babak Pertama

PSBS Biak tampil agresif sejak menit awal dan sering kali melakukan serangan ke gawang PSIM Yogyakarta. Pada menit ke-5, Fahreza mencoba menembak dari jarak jauh, tetapi tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang.

Pada menit ke-10, PSBS Biak hampir membobol gawang PSIM Yogyakarta lewat serangan balik Ruyery. Namun, bek PSIM Yogyakarta berhasil memotong umpan maut Ruyery. Yusaku Yamadera memberikan assist mematikan pada menit ke-14, tetapi umpan tersebut dipotong oleh pemain belakang PSBS Biak.

PSIM Yogyakarta berhasil unggul pada menit ke-15 lewat tandukan Ramos Mingo. Ia menerima umpan lambung dari Ezequiel Vidal dan berhasil mengoyak jala gawang Kadu.

Pada menit ke-21, lini belakang PSIM Yogyakarta sedikit linglung saat PSBS Biak membangun serangan. Beruntung bagi PSIM Yogyakarta karena peluang tersebut tidak membuahkan gol. Cahya Supriadi menyelamatkan gawang PSIM Yogyakarta dari tendangan Ruyery pada menit ke-23 dan menepis tendangan Luquinhas pada menit ke-31.

Nermin Haljeta mencoba menembak chip pada menit ke-22, tetapi tendangannya jauh dari target. Pada menit ke-34, Fahreza memiliki kesempatan untuk menggandakan keunggulan, tetapi peluangnya hilang karena dihentikan bek PSBS Biak. Eduardo Barbosa berhasil menjebol gawang PSIM Yogyakarta pada menit ke-36 setelah menerima umpan cut back dari Luquinhas.

PSIM Yogyakarta kembali bermain terbuka dan menyerang setelah gawang Cahya Supriadi kebobolan. Laskar Mataram mendapat momentum untuk kembali unggul pada menit ke-45. Nermin Haljeta berdiri bebas di depan kotak penalti PSBS Biak dan mengirim umpan terobosan ke Fahreza, tetapi Fahreza gagal menerima bola.

Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang di menit-menit krusial. Pada tambahan waktu babak kedua, Barbosa melesatkan tendangan keras dari dalam kotak penalti PSIM Yogyakarta setelah memanfaatkan second ball. Akan tetapi, tendangan Barbosa berhasil ditepis Cahya Supriadi.

Babak Kedua

Ezequiel Vidal mengirim umpan crossing untuk Haljeta pada menit ke-46, tetapi Nermin Haljeta gagal menerima umpan tersebut. Pada menit ke-50, Ruyery terlalu terburu-buru melesatkan tendangan ke gawang setelah mendapat umpan cut back dari Luquinhas. Alih-alih mengirim umpan ke rekannya, Ruyery justru memilih menendang langsung ke gawang PSIM Yogyakarta dan melenceng jauh dari target.

Ezequiel Vidal memiliki peluang emas di dalam kotak penalti PSBS Biak setelah mendapat umpan dari rekannya di menit ke-52. Sayang, tendangan Ezequiel Vidal diblock oleh bek PSBS Biak. Fahreza melesatkan header pada menit ke-57 tetapi tandukannya jauh dari target.

PSIM Yogyakarta kembali unggul pada menit ke-64. Ramos Mingo menyarangkan bola ke jala gawang PSBS Biak setelah memanfaatkan umpan Ze Valente dari skema tendangan bebas. Ze Valente menambah keunggulan buat PSIM Yogyakarta dan merubah kedudukan menjadi 1-3 pada menit ke-68. Ia melesatkan tendangan first time dari luar kotak penalti PSBS Biak setelah memanfaatkan bola liar pasca-Kadu gagal menepis tendangan Deri Corfe dengan sempurna.

PSIM Yogyakarta mendapat peluang emas lewat tendangan bebas di sisi kiri luar kotak pertahanan PSBS Biak ketika laga memasuki menit ke-73. Ze Valente yang menjadi eksekutor mengirim umpan ke Ezequiel Vidal tetapi gagal membuahkan gol. Wasit utama mendapat panggilan dari wasit VAR setelah Nurhidayat melakukan pelanggaran Sheva di dalam kotak penalti PSBS Biak ketika laga memasuki menit ke-76. Namun, wasit melakukan review on field untuk menelisik lebih lanjut pelanggaran Nurhidayat tersebut. Akan tetapi, wasit tak memberi hadiah penalti untuk PSIM Yogyakarta. Padahal, dalam tayangan ulang, Nurhidayat tampak menjatuhkan Sheva menggunakan tangannya.

Pada menit ke-82, Ruyery berhasil menjebol gawang Cahya Supriadi setelah lolos dari jebakan offside. Ze Valente mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-88. Ia berhasil menyarangkan bola ke jala gawang PSBS Biak setelah menerima umpan cut back dari rekannya. PSBS Biak tampil menekan sejak gawangnya kebobolan untuk keempat kalinya. Sementara itu, PSIM Yogyakarta mencoba bermain bertahan untuk mempertahankan keunggulan.

Susunan Pemain Kedua Tim

PSBS Biak
Starter: Kadu, Arif Budiyono, Myeonghyeong Hwang, Nurhidayat, Pablo Andrade, Sandro Embalo (C), Damianus Adiman Putra, Eduardo Miguel Ramos Barbosa, Nelson Alom, Claudio dos Santos, dan Ruyery Alfonso Blanco Yus.
Cadangan: Dimas Gali, Patrias Rumere, Heri Susanto, Ilham Udin Armaiyn, Arjuna Agung, Samuel Viktor Gwijangge, Raja Imam Siregar, Thobias Junior Solossa, Moses Elias Almendo Madjar, Ians Mordekhai Rumbewas, Iqbal Hadi Perdana, dan Hari Ardiansyah.
Pelatih: Marian Mihail

PSIM Yogyakarta
Starter: Cahya Supriadi, Fahreza Sudin, Franco Ramos Mingo (C), Johannes Daniel Maria Van Der Avert, Rio Hardiawan, Yusaku Yamadera, Ze Valente, Rahmatshoh Ramatzoda, Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal, dan Riyatno Abiyoso.
Cadangan: Dede Sapari, Irfan, Deri Corfe, Donny Warmerdam, Reva Adi, Rendra Teddy Wijanarko, Muhammad Iqbal, Ghulam Fatkur Rahman, Harlan Suardi, Andy Setyo, Sheva Maresca Amavisca, dan Raka Cahyana.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *