"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Keutamaan Puasa Ramadan 2026: 70 Ribu Doa Dikabulkan Di Hari Kesepuluh

Keutamaan Hari ke-10 Bulan Ramadan 2026

Hari ke-10 bulan suci Ramadan yang jatuh pada hari Sabtu (28/2/2026) merupakan momen penting bagi umat Muslim. Pada hari ini, umat Islam memasuki masa yang penuh dengan berkah dan keutamaan. Setelah melewati beberapa hari pertama puasa, umat Muslim masih memiliki waktu selama 20 hari untuk terus beribadah dan memperbaiki diri.

Setiap hari dalam bulan Ramadan memiliki makna khusus, terutama karena banyaknya keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT. Umat Muslim dianjurkan untuk tidak hanya menjalankan salat lima waktu dan berpuasa, tetapi juga senantiasa melakukan kebaikan. Dengan demikian, mereka bisa meraih kesempurnaan dalam ibadah dan meningkatkan ketakwaan.

Pada dasarnya, setiap hari dalam Ramadan adalah momentum spesial. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pahala yang akan diperoleh jika seseorang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa. Oleh karena itu, ratusan juta umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba mendapatkan keutamaan Ramadan.

Fadhilah Puasa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H

Menurut kitab “Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah” yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, keutamaan puasa hari ke-10 Ramadhan sangat besar. Pada hari ini, Allah SWT memberi pahala tujuh puluh ribu hajat dan memohonkan ampunan bagi semua makhluk, baik manusia maupun makhluk lainnya seperti matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, serta setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat.

Selain itu, Allah SWT juga mengabulkan tujuh puluh ribu keinginan yang dipanjatkan oleh orang-orang yang berpuasa pada hari tersebut. Selain itu, pahala yang diperoleh juga mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Keutamaan Puasa dan Ibadah di Bulan Ramadan

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menyatakan bahwa barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya puasa dalam membentuk karakter seorang Muslim.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, menjelaskan bahwa surga mempercantik diri setiap tahun karena datangnya bulan Ramadan. Saat bulan ini tiba, Allah memerintahkan Ridwan, penjaga surga, untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa. Di sisi lain, Malik, penjaga neraka, diminta untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa.

Selain itu, setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang dibebaskan dari siksaan api neraka saat mereka berbuka puasa. Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya.

Doa dan Bacaan untuk Hari ke-10 Ramadan

Doa menjadi bagian penting dalam ibadah Ramadan. Berikut doa yang dianjurkan untuk dibaca pada hari ke-10:

Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan bahwa tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa. Namun, beberapa kalangan percaya bahwa niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *