"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Derby Sumsel, Sunyi Lagi, Suporter Sriwijaya FC: Ini Bukan Hiburan

Laga Derby Sumsel Tanpa Penonton, Kritik dari Suporter Sriwijaya FC

Laga Derby Sumsel antara Sumsel United dan Sriwijaya FC yang digelar pada Sabtu (28/2/2026) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang kembali digelar tanpa penonton. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota Palembang. Meski demikian, keputusan ini mendapat kritik dari sejumlah suporter Sriwijaya FC.

Kritik dari Pentolan Suporter

Dewan Pembina Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai bahwa Sumsel United terkesan “takut” menghadapi Sriwijaya FC. Menurutnya, laga derby seharusnya menjadi momen hiburan bagi masyarakat Sumsel.

“Agak aneh Sumsel memang Sumsel United ini. Laskar Juaro tapi katek mental juaro. Masak lawan Sriwijaya FC takut nian. Padahal Sriwijaya FC tidak pernah menang di musim ini,” ujarnya.

Yayan juga menyoroti bahwa dinamika derby seharusnya bisa dikelola dengan baik. “Rusuh kecil-kecil dimaklumi. Namanya juga bola,” katanya.

Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, juga menyatakan kekecewaannya. Ia merasa aneh pihak panitia menjadikan Derby Sumsel sebagai laga tanpa penonton. Menurutnya, jika laga dihelat saat Sriwijaya FC menjadi tuan rumah, itu bisa menjadi evaluasi bagi manajemen klub.

“Harusnya pihak kepolisian juga memanggil 3 suporter Sriwijaya FC dan suporter tuan rumah yang namanya Serigala Sumsel. Dudukkan, ditemukan di dalam satu forum di Polrestabes. Seolah menganggap suporter Sriwijaya FC ini biang kerok,” katanya.

Qusoi juga mengusulkan agar pihak kepolisian mengirimkan surat kepada suporter Sriwijaya FC dan Serigala Sumsel. Ia berharap agar semua pihak bisa duduk bersama untuk membahas keamanan laga.

Penjelasan dari Pihak Manajemen

Manajemen Sumsel United mengumumkan keputusan ini melalui akun resmi mereka. Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa keputusan diambil setelah rapat koordinasi dengan manajemen, LOC Sumsel United, Polrestabes Palembang, dan pihak terkait lainnya.

“Usai menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh manajemen, LOC Sumsel United, Polrestabes Palembang dan seluruh pihak terkait, maka diputuskan laga kontra Sriwijaya FC Sabtu (28/2/2026) malam akan digelar tanpa penonton,” tulisnya.

Pihak manajemen hanya menyebutkan bahwa keputusan ini diambil dalam upaya menjaga kondusivitas dan stabilitas kamtibmas di kota Palembang serta demi keamanan, kenyamanan, dan kebaikan bersama.

Tanggapan dari Panitia Lokal

Panitia Lokal (LOC) Sumsel United juga tidak membantah kabar laga tanpa penonton ini. Ketua LOC Sumsel United, Muhamad Fathony, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil Rakor PAM dengan Polrestabes Palembang.

“Untuk lebih pastinya pas Rakor dengan Polrestabes Palembang, Jumat (27/2/2026). Karena kami menunggu dari pihak kepolisian. Karena mereka yang tahu menganalisa apakah tanpa penonton apa tidak? Kalau pihak kepolisian mengatakan ini laga tanpa penonton, kami harus ikuti,” ujar Wakil Ketua LOC Raden Muhammad Solihin.

Pengalaman Lalu

Sebelumnya, Derby Sumsel tanpa penonton terjadi pada putaran pertama saat Sumsel United menjadi tuan rumah menjamu Sriwijaya FC yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Saat itu, Kabag Ops Polrestabes Palembang Kompol M Jedi P, SIK usai melakukan rapat koordinasi pengamanan (Rakor PAM) bersama panitia pelaksana pertandingan Sumsel United, Kamis (30/10/2025) mengumumkan berdasarkan hasil Rakor PAM pertandingan antara Sumsel United melawan Sriwijaya FC, Minggu (2/11/2025) telah disetujui dan disepakati dilaksanakan tanpa penonton.

Sementara Derby Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) dengan tuan rumahnya Sriwijaya FC yang menjamu Sumsel United berakhir dengan skor 0-5 berakhir ricuh luapan suporter.

Tanggapan dari Pecinta Sepakbola

Menyikapi ini, pecinta sepakbola Sumsel Sahrizal saat itu merespon positif untuk legowo semua pihak menerima keputusan Derby Sumsel antara Sumsel United vs Sriwijaya FC bakal tanpa penonton.

“Ya sepertinya keputusannya begitu tidak masalah. Demi sikon (situasi dan kondisi). Yang dipikirkan keselamatan kedua belah pihak. Saya sudah berpikir seperti itu. Tidak masalah kalau tidak nonton langsung. Laga Sumsel United vs Sriwijaya FC masih bisa disaksikan tayangan langsung di Video,” ungkap Sahrizal.



Sahrizal yang merupakan salah satu pendiri lahirnya kelompok suporter Sriwijaya FC menyampaikan beberapa poin menyikapi keputusan Derby Sumsel tanpa penonton ini.

“Yang pertama kalau kita melihat regulasi PSSI sebenarnya suporter tim tamu dalam hal ini Sriwijaya FC tidak boleh hadir di stadion,” kata Sahrizal.

Kemudian yang kedua, untuk kepentingan bersama, ia mengajak agar seluruh pecinta sepakbola Sumsel baik yang mendukung Sumsel United maupun Sriwijaya FC legowo mematuhi keputusan dari pihak kepolisian ini.

“Sebenarnya terlepas dari aturan tadi karena ini melihat sikonnya seperti itu, kita semua pecinta sepakbola masih bisa mendukung tim kesayangan kita melalui siaran langsungnya,” kata Sahrizal.

Banyak yang menilai keputusan digelarnya laga Sumsel United melawan Sriwijaya FC tanpa penonton setelah melihat situasi yang berkembang saat ini.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *