"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Warga Non-Muslim Antre War Takjil di Benhil untuk Menikmati Jajanan Langka

War Takjil di Pasar Bendungan Hilir Menjadi Tontonan yang Menarik

War Takjil atau berburu takjil selama bulan Ramadan menjadi tradisi yang tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga oleh warga non-Muslim. Salah satu contohnya adalah Dahlia (55), seorang warga Jakarta Barat yang rutin datang ke Pasar Takjil Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, setiap tahunnya.

Dahlia mengatakan bahwa ia hampir selalu datang ke tempat tersebut setiap tahun. Ia sangat menyukai bubur madura yang dijual oleh salah satu pedagang di pasar tersebut, meskipun antrian untuk mendapatkannya cukup panjang. Meski begitu, ia tetap antusias dan tidak pernah merasa kecewa.

Antrean yang Panjang Tapi Tidak Mengurangi Keinginan

Untuk mencapai Pasar Takjil Bendungan Hilir, Dahlia rela bermacet-macetan dan mencari parkir yang cukup sulit. Ia mengaku bahwa jarak dari tempat parkir ke lokasi pasar cukup jauh. Namun, bagi Dahlia, keseruan berburu takjil membuat semua usaha itu terasa layak dilakukan.

“Parkirnya agak susah muter dulu tadi, jadi jalannya agak jauh dari sana ke sini,” ujar Dahlia sambil menunjuk lokasi parkir. Meski begitu, ia tetap senang dan tidak kapok untuk kembali ke tempat ini.

Berbagai Jenis Jajanan yang Disuka

Selain bubur madura, Dahlia juga sangat menikmati jajanan seperti lontong, gorengan, dan lemang. Di Pasar Takjil Benhil, ia datang bersama adiknya, dan keduanya membagi tugas antre di lokasi yang berbeda agar bisa mendapatkan makanan incaran mereka.

“Ada adik saya di dalam lagi muter juga, bagi tugas kalau enggak gitu, kan antre ya. Biasanya beli lontong juga enak, terus lemang,” kata Dahlia.

Bazar Takjil Ramai Sejak Siang Hari

Safi’i, seorang pedagang takjil di Pasar Bendungan Hilir, mengatakan bahwa bazar sudah mulai ramai sejak jam 2 siang dan akan terus dipenuhi pembeli hingga menjelang waktu buka puasa. “Dari siang jam 2 udah ada yang beli, pokoknya sebelum buka biasanya udah abis (dagangan),” ujarnya.

Pasar Takjil Benhil berdiri di lapak tenda yang ada di pelataran gedung balai warga. Di bawahnya, berjajar meja dagangan dengan berbagai jenis jajanan. Meskipun area pasar tidak begitu luas, pilihan jajanan yang disajikan cukup lengkap, mulai dari kudapan khas takjil seperti gorengan, lontong, bihun, hingga masakan khas Padang.

Harga Terjangkau dan Daya Tarik Masyarakat

Safi’i menjual berbagai jenis gorengan lengkap dengan lontong dan bihun. Ia mengatakan bahwa hampir semua jajanan di Pasar Takjil Benhil memiliki harga terjangkau. Hal ini juga menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke sana.

“Harganya ada yang 2.000-an sampai puluhan ribu, pokoknya terjangkau lah,” ujarnya.

Pembeli yang datang ke Pasar Takjil Benhil tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta Pusat, tetapi juga dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Utara, Selatan, bahkan Tangerang.

Rejeki yang Berlimpah

Dari berjualan takjil selama Ramadan, Safi’i mengaku mendapatkan berkah rejeki yang cukup berlimpah. Penghasilannya selama satu bulan penuh berjualan takjil bisa menembus belasan juta rupiah.

“Omzet privasi ya, tapi kalau perkiraan dua digit (belasan juta) lah selama sebulan,” ucap Safi’i.




Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *