Jadwal Laga Badminton All England 2026
Laga BWF World Tour seri Eropa akan segera digelar mulai pekan depan, Selasa (24/2/2026). Gelaran ini dimulai dari German Open 2026. Setelahnya, turnamen kedua BWF World Tour seri Eropa yang akan dihelat adalah All England 2026. Dengan level turnamen Super 1000 dan merupakan turnamen tertua, All England menjadi sarat gengsi. Terutamanya di nomor ganda putra yang punya tradisi juara di All England.
Laga jadwal badminton All England 2026 akan digelar usai German Open 2026 (24 Februari-1 Maret) yakni 3-8 Maret 2026 di Birmingham Arena, Inggris. Berdasarkan data di laman resmi BWF, Indonesia mengirimkan 13 wakil ke All England 2026 yang akan berlangsung di Birmingham Arena pada 3-8 Maret mendatang.
Perinciannya adalah dua tunggal putra, satu tunggal putri, lima ganda putra, tiga ganda putri, dan dua ganda campuran. Mereka semua siap berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di All England 2026. Dari seluruh wakil yang dikirim, sektor ganda putra paling diharapkan bisa membawa pulang gelar juara All England.
Faktor tradisi ditambah pengalaman sejumlah pemain menjadi nilai plus. Lima wakil ganda putra Indonesia di All England 2026 antara lain Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Kemudian, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan yang disebut pertama paling diharapkan meraih gelar.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri datang sebagai unggulan keempat All England 2026. Fajar dan Fikri pernah juara All England meskipun dengan pasangan berbeda. Fikri lebih dulu naik podium bersama Bagas Maulana edisi 2022, sedangkan Fajar dua kali juara bareng Rian Ardianto (2023, 2024).
Fikri/Bagas menjuarai All England 2022 usai mengandaskan seniornya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di final dengan skor 21-19, 21-13. Sementara itu, Fajar/Rian juga mengalahkan Hendra/Ahsan pada 2023 (21-17, 21-14) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia edisi 2024 (21-16, 21-16). Sehingga, wajar bila tahun ini Fajar/Fikri kembali mengemban amanah untuk menjaga tradisi juara ganda putra Indonesia di All England 2026.
Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan diri semaksimal mungkin, terutama menghadapi lawan terkuat asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, yang belakangan mendominasi BWF World Tour.
Tradisi Juara Ganda Putra di All England
Lembaran sejarah juga memotret kesuksesan Indonesia di sektor ganda All England. Total 24 gelar dikantongi sejak keikutsertaan perdana pada 1956. Nama-nama seperti Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Ade Chandra/Christian Hadinata, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Candra Wijaya/Sigit Budianto, Hendra/Ahsan, dan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon meninggalkan jejak yang melegenda. Khusus Tjun Tjun/Johan Wahjudi bahkan menyumbang enam gelar juara pada 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, dan 1980. Sebuah rekor terbanyak yang belum bisa dipecahkan hingga saat ini.
Ajang Pembuktian Leo/Bagas
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, mendapat tantangan berat menjelang partisipasi di Tur Eropa dalam waktu dekat, termasuk All England 2026. Keduanya didaftarkan untuk bertanding di tiga turnamen beruntun, yakni All England 2026 (3-8 Maret), Swiss Open 2026 (10-15 Maret), dan Orleans Masters 2026 (17-22 Maret).
Namun, performa Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana disorot lagi usai membela tim putra Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2026, awal Februari lalu. Leo/Bagas tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya, meski diharapkan bisa menyumbang poin setiap kali bertanding karena status mereka adalah ganda utama di Kejuaraan Beregu Asia 2026. Hasilnya, Leo/Bagas hanya sekali menang, itu pun saat melawan Myanmar di fase grup yang secara kualitas masih jauh berasa di bawah mereka.
Sisanya, Leo/Bagas menelan kekalahan dari Junaidi Arif/Roy King Yap (Malaysia) di laga penutup fase grup dan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul (Thailand) di perempat final. Dua kekalahan ini membuat mereka dipisah di semifinal melawan Jepang, tapi toh Leo yang dipasangkan dengan Rian Ardianto tetap saja kalah dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi.
Menurun Lagi Setelah Thailand Masters
Situasi ini berbanding terbalik dengan performa Leo/Bagas ketika menjuarai Thailand Masters 2026 sepekan sebelumnya. Mereka memenangi “perang saudara” melawan juniornya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dua gim langsung di final. Tak mengherankan bila Tur Eropa yang dimulai dari All England 2026 bakal menjadi panggung pembuktian konsistensi Leo/Bagas.
Paling tidak harus mereka melangkah jauh agar bisa meredam isu perombakan pasangan yang belakangan merebak. Di All England, kualitas Leo/Bagas seharusnya minimal mampu melangkah hingga perempat final atau semifinal. Lalu, Swiss Open dan Orleans Masters yang berlabel Super 300 bisa menghasilkan gelar.
Geber Latihan di Awal Bulan Puasa
Menjelang Tur Eropa yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, tak ada kata libur bagi Leo Rolly Carnando. Dia menjalankan ibadah puasa sambil menjaga intensitas latihan setiap hari di pelatnas PBSI. Meski tak merinci porsi latihan yang dijalaninya di awal Ramadhan ini, Leo menyatakan tetap maksimal berlatih dan mempersiapkan diri menyambut All England 2026 dan Tur Eropa.
“Tantangannya pasti haus saat latihan, tapi harus tahu kondisi badan sendiri,” kata Leo Rolly Carnando dikutip dari Djarum Badminton. “Bagaimana pun juga bulu tangkis ini kan, butuh tenaga yang ekstra. Jatuhnya olahraga ekstrem.” “Takutnya dehidrasi malah bahaya. Yang penting dijalani saja hari-harinya, ikhlas,” pungkasnya.
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026
- Tunggal Putra
- Jonatan Christie
-
Alwi Farhan
-
Tunggal Putri
-
Putri Kusuma Wardani
-
Ganda Putra
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
- Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
-
Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto
-
Ganda Putri
- Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
- Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
-
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti
-
Ganda Campuran
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











