Persiapan Matang Atlet Anggar Putri Indonesia di Kejuaraan Asia
Di tengah bulan puasa Ramadhan, atlet anggar putri Indonesia Jesyca Emilia menunjukkan kesiapan penuh untuk tampil maksimal dalam nomor EP Putri. Dia dan rekan-rekannya akan bertanding pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, dari tanggal 20 hingga 27 Februari.
”Ini pengalaman pertama saya menjalani pertandingan tepat dengan puasa. Pasti ada rasa haus dan capek. Negara lain juga memiliki tenaga yang besar,” ujar Jesyca Emilia.
Untuk bisa tetap prima saat bertanding, dia memiliki strategi khusus. Salah satunya adalah asupan vitamin C melalui makanan sahur dan buka.
”Ya, setelah sahur diberikan vitamin itu penting. Takutnya di tengah pertandingan tidak kuat, karena latihan bisa mencapai 2-3 jam,” jelas Jesyca Emilia.
Atlet asal Malang ini memastikan bahwa persiapan yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik. Latihan intensif menjadi fokus utama, terlebih setelah melakukan sparring bersama negara-negara seperti Taiwan, India, dan UAE.
Menurut dia, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal ini dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.
Sebelum berangkat ke kejuaraan, Emilia dan tim telah menjalani program latihan jangka panjang yang mencakup fisik dan teknik. Latihan fisik dilakukan setiap hari untuk menjaga daya tahan, sementara penguatan teknik menjadi fokus utama karena dinilai sangat menentukan dalam pertandingan anggar.
Terkait persaingan di level Asia, Emilia mengakui bahwa kualitas lawan sangat berkualitas. Negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok disebutnya memiliki standar permainan yang sangat kuat.
Meski menghadapi lawan tangguh, tim Indonesia tetap memiliki ambisi besar. Selain meningkatkan teknik, mereka juga memaksimalkan daya tahan tubuh, terlebih saat ini para atlet tengah menjalani ibadah puasa. Menjaga endurance menjadi perhatian utama agar performa tetap stabil saat bertanding.
Untuk target pribadi, Emilia berharap dapat mempersembahkan medali bagi Indonesia. ”Targetnya semoga bisa bawa medali lah, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,” ungkap dia.
Kejuaraan ini bukan pengalaman pertamanya di level regional. Sebelumnya, Emilia pernah tampil di Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh 2025 dengan raihan perunggu. Sedangkan di Kejuaraan ASEAN Senior di Bali, ia berhasil menembus babak 64 besar. Dengan bekal pengalaman dan persiapan matang, Emilia optimistis mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing di tengah ketatnya persaingan anggar Asia.
Tim Indonesia Siap Berlaga di Kejuaraan Asia
Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menyebutkan bahwa Indonesia menurunkan sebanyak 24 atlet di kadet dan junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen, dan sabel. Baik individu maupun beregu untuk putra dan putri.
”Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” beber Amir Yanto.
Amir menjelaskan bahwa peserta yang berpartisipasi sebanyak 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oseania. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea masih mendominasi anggar Asia.
”Indonesia tetap memasang target realistis. Mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” kata Amir Yanto.
Soal persiapan tim Indonesia, Amir menilai sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih.
”Kami ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata pria yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI itu.
Arti Strategis Kejuaraan Anggar Asia
Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri.
”Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegas Amir Yanto.
Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk dalam kalender federasi internasional, di mana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.











