"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Doa Qunut Subuh: Amalan Sunnah Pagi Ramadan 1447 H

Keutamaan Doa Qunut dalam Shalat Subuh

Doa Qunut merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam shalat Subuh, terutama menurut Mazhab Syafi’i dan Maliki. Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah, disebutkan bahwa qunut Subuh termasuk amalan sunnah. Selain itu, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutnya sebagai sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika shalat Subuh hingga wafat.

Doa Qunut mencakup lima hal pokok: permohonan hidayah, kesehatan, perlindungan, keberkahan atas nikmat, dan penjagaan dari takdir yang buruk. Doa ini memiliki dua versi, yaitu pendek dan panjang. Versi pendek lebih ringkas dan mudah dihafalkan, sedangkan versi panjang dilengkapi dengan pujian kepada Allah hingga permohonan ampunan.

Bacaan Doa Qunut

Berikut bacaan doa Qunut versi pendek dan panjang:

  1. Bacaan Doa Qunut Pendek
  2. Arab
    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
  3. Latin
    Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits.
  4. Artinya
    “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku atas apa yang Engkau berikan, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau tolong. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan kami.”

  5. Bacaan Doa Qunut Panjang

  6. Arab
    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
  7. Latin
    Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astaghfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
  8. Artinya
    “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan rahmat-Mu dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada ketetapan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah dan Maha Tinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”

Tata Cara Membaca Doa Qunut

  1. Mengangkat Kedua Tangan

    Menurut pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi, mengangkat kedua tangan saat membaca doa Qunut adalah pendapat yang lebih shahih dalam mazhab Syafi’i.

  2. Tidak Disunnahkan Mengusap Wajah

    Setelah selesai membaca doa Qunut, langsung dilanjutkan dengan sujud. Tidak dianjurkan mengusap wajah dengan kedua tangan.

  3. Disyariatkan Membalikkan Tangan Saat Tolak Bala

    Membalikkan telapak tangan (menghadap ke bawah) dilakukan ketika membaca bagian doa yang bermakna menolak bala. Sedangkan ketika memohon kebaikan, telapak tangan menghadap ke atas.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *