Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, suporter Persebaya Surabaya atau yang dikenal sebagai Bonek mengungkapkan rasa haru terhadap kapten tim, Bruno Moreira. Momen tersebut terjadi ketika pemain tersebut ditarik keluar oleh pelatih Bernardo Tavares, yang menimbulkan reaksi emosional dari para penggemar.
Persebaya Surabaya kalah 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/26. Kekalahan ini menghentikan rekor tak terkalahkan Green Force di kandang sendiri selama 13 pertandingan.
Pelatih Bernardo Tavares mencoba mengubah strategi permainan pada babak kedua dengan memasukkan Catur Pamungkas menggantikan Koko Ari pada menit ke-45. Dengan perubahan tersebut, Persebaya Surabaya langsung tampil agresif dan menekan pertahanan lawan. Namun, serangan yang diinisiasi oleh Bruno Moreira dan rekan-rekannya sering terhambat oleh lini belakang lawan.
Pada menit ke-52, Catur memberi ancaman melalui sepakan salto yang belum berhasil menemui sasaran. Dua menit kemudian, Raickovic juga gagal memaksimalkan bola rebound setelah tendangannya diselamatkan kiper lawan. Pada menit ke-58, Raickovic kembali menciptakan peluang lewat aksi individu yang membuat pertahanan Bhayangkara kocar-kacir. Sayangnya, peluang itu hanya berbuah sepak pojok yang belum bisa dikonversi menjadi gol.
Dari situasi tersebut, tandukan Mihailo Perovic nyaris memperkecil ketertinggalan. Sundulannya melenceng tipis di sisi gawang dan membuat publik stadion terhenyak. Upaya Persebaya Surabaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Perovic menjebol gawang Bhayangkara lewat tendangan keras usai menerima assist matang dari Gali Freitas.
Gol tersebut membangkitkan semangat Green Force untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Atmosfer stadion memanas, dan dukungan Bonek semakin menggema dari tribun. Namun, satu menit setelah gol tersebut, keputusan mengejutkan datang dari tepi lapangan. Tavares menarik keluar Bruno Moreira dan memasukkan Pedro Matos pada menit ke-65.
Pergantian tersebut langsung memantik reaksi emosional dari suporter. Bruno yang selama ini menjadi motor serangan dan kapten tim harus menyudahi laga lebih cepat. Di tengah kekecewaan akibat kekalahan, perhatian Bonek justru tertuju pada sang kapten. Pesan-pesan haru membanjiri Bruno, salah satunya diunggah oleh akun fanbase @persebayafans.27.
“Semangat cacak ku @brunomoreirs99,” ujar salah satu Bonek. “Semangat Capitanoooo,” tulis suporter lain memberi dukungan penuh. Dukungan terus mengalir tanpa henti di kolom komentar. “Semangat capt @brunomoreira99,” dan “Onok masalah opo seh pean cak @brunomoreira99,” menjadi bentuk kepedulian yang terasa personal.
Ada pula pesan singkat namun sarat makna. “Stay Bruno,” tulis seorang Bonek, seakan tak ingin sang kapten pergi dari Surabaya. Dukungan tersebut tak lepas dari kontribusi Bruno sepanjang laga. Dalam 66 menit bermain, ia mencatatkan satu percobaan tembakan dan satu dribel. Akurasi umpannya menyentuh 65 persen dengan total 14 umpan dan 9 di antaranya sukses. Ia juga mencatat satu umpan silang, satu umpan terobosan, serta satu umpan kepala.
Selain membantu serangan, Bruno turut berkontribusi dalam bertahan. Ia membukukan dua intersep dan dua pemulihan bola untuk menjaga keseimbangan tim. Meski tak mencetak gol atau assist, perannya tetap terasa dalam membangun permainan. Pergerakannya membuka ruang dan memberi opsi distribusi bola bagi rekan-rekannya.
Selepas pergantian itu, Persebaya Surabaya terus berupaya memburu gol penyeimbang. Sepakan bebas Rivera pada menit ke-72 masih mampu diamankan kiper lawan. Tiga menit kemudian, Rachmat Irianto mendapat peluang emas dari situasi sepak pojok. Namun, sepakan jarak dekatnya melambung di atas mistar.
Bhayangkara pun tak tinggal diam menghadapi tekanan tuan rumah. Pada menit ke-78, Moussa Sidibe memberi ancaman yang berhasil diredam lini belakang Green Force. Memasuki menit ke-80, Tavares memasukkan Alfan Suaib dan Dimas Wicaksono menggantikan Perovic dan Toni Firmansyah. Strategi all out attack dilakukan demi mengejar ketertinggalan.
Bahkan, Leo Lelis didorong menjadi penyerang pada menit ke-85 sebagai langkah ‘joker’. Persebaya Surabaya terus menggempur hingga peluit panjang berbunyi. Sayangnya, skor 1-2 tak berubah hingga akhir pertandingan. Green Force harus merelakan poin penuh dibawa pulang Bhayangkara.
Di balik kekalahan itu, momen emosional Bruno Moreira justru menjadi sorotan utama. Kontraknya yang akan habis pada 30 April 2026 membuat masa depannya ikut dipertanyakan. Menarik menantikan bagaimana kiprah sang kapten bersama Persebaya Surabaya ke depan. Tetap menjadi bagian dari skema Bernardo Tavares atau memilih pelabuhan baru, waktu yang akan menjawabnya.











