"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Kisah Jimmy Nasroen Mendirikan Ponpes Fatimah Azzahra, Bangun Kampung Bahasa Mandarin

Sejarah dan Perkembangan Pondok Pesantren Fatimah Azzahra

Pondok Pesantren Fatimah Azzahra, yang berdiri sejak tahun 2016, kini menampung sekitar 100 santri SMP hingga SMA. Lembaga pendidikan ini didirikan oleh Jimmy Nasroen, yang akrab dipanggil Abah Jimmy. Kini, pesantren tersebut telah menjadi pusat pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda di Kalimantan Utara.

Di balik keberhasilannya, ada sosok yang menginspirasi. Jimmy Nasroen, yang lahir di Tanjung Selor, memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di Desa Long Beluah, Hulu Sungai Kayan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan SMA di Tanjung Selor dan kemudian merantau ke Samarinda. Saat ini, selain mengasuh pesantren, Jimmy juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Kaltara, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Awal Mula Berdirinya Pesantren

Gagasan mendirikan pesantren muncul ketika Jimmy kembali ke kampung halaman pada tahun 2002–2003. Pada masa itu, belum banyak pondok pesantren berdiri di Kabupaten Bulungan. Ia ingin menciptakan pendidikan berbasis asrama, terutama untuk santri putri. Awalnya, pesantren ini bernama Pondok Pesantren Putri Fatimah Azzahra. Namun, seiring berjalannya waktu, santri putra juga ikut bergabung.

Pada tahun 2016, saat pertama kali dibuka, jumlah santri hanya sekitar 15 orang. Mayoritas dari mereka adalah anak transmigrasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta beberapa dari Sekatak. Proses spiritual Jimmy turut memperkuat niatnya. Mendekati usia 40 tahun, ia mengalami pencarian jati diri dan belajar kepada sejumlah kiai di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur, termasuk Ibnu Sulaiman di Kota Malang.

Lokasi dan Pengembangan Pesantren

Lokasi pesantren di Desa Gunungsari tidak tanpa alasan. Awalnya, seorang sahabat menghibahkan lahan atas nama orang tuanya. Namun karena letaknya cukup jauh, Jimmy kemudian mengajukan permohonan hibah lahan kepada pemerintah desa. Kini, lahan tersebut berstatus wakaf dan menjadi tempat berdirinya bangunan pesantren.

Selain pendidikan diniyah (madin), pesantren ini juga memiliki jenjang pendidikan formal SMP dan SMA. Hingga kini, sudah lima angkatan SMA yang diluluskan. Didukung sekitar dua belas guru, pesantren ini terus berkembang, baik dari sisi jumlah santri maupun fasilitas.

Membangun Karakter Generasi Muda

Bagi Abah Jimmy, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan pada akses fasilitas, melainkan pada lemahnya spirit dan etos juang. “Anak-anak sekarang fasilitas lengkap, tapi spirit ideologis dan jiwa petarungnya perlu dikuatkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan bangsa-bangsa seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea yang mampu menjadi bangsa besar karena etos kerja dan semangat perjuangan yang kuat. Karena itu, Pondok Pesantren Fatimah Azzahra tak hanya fokus pada pendidikan agama. Setiap bulan, pesantren membuka pasar rakyat untuk memberi ruang bagi warga sekitar berjualan.

Program Kampung Bahasa Mandarin

Sebagai salah satu pesantren yang terus cakap dengan perubahan zaman, kini pesantren ini juga mulai mendorong program kampung bahasa Mandarin. Menurut Jimmy Nasroen, penguatan bahasa asing penting untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi perkembangan kawasan industri di Bulungan.

Pasalnya, di wilayah Tanjung Palas Timur, tepatnya Desa Mangkupadi, kini menjadi kawasan proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai akan membuka banyak peluang kerja. “Bahasa menjadi salah satu kunci agar anak-anak kita bisa berkarier lebih baik, apalagi dengan investasi dari luar negeri,” katanya.

Keberlanjutan dan Harapan Masa Depan

Meski berada di pinggiran kota, Jimmy berharap pesantren yang dipimpinnya mendapat dukungan lebih luas, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah. “Walaupun terlihat jauh, ini masih wilayah Tanjung Selor. Kami ingin pondok ini menjadi pusat pembinaan karakter dan peningkatan kualitas SDM di Bulungan,” tuturnya.

Dari sebuah niat dan pencarian jati diri, kini Pondok Pesantren Fatimah Azzahra tumbuh menjadi ruang harapan bagi generasi muda di Kalimantan Utara.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *