Kehidupan dan Perjalanan Zaki, Atlet Silat yang Berhasil Menjadi Anggota Polri
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong adalah seorang atlet pencak silat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi anggota Polri. Dari seorang atlet yang pernah gagal dalam seleksi polisi hingga akhirnya lolos melalui jalur sarjana, kisah Zaki menginspirasi banyak orang.
Zaki lahir pada 23 Mei 2001 di Kota Kupang. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Fakhrudin Prasong dan Suwaibah Kapa. Orangtuanya berasal dari Kabupaten Alor, namun sudah lama tinggal di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang. Zaki dan kelima saudaranya dibesarkan di sekitar kampus Universitas Muhammadyah Kupang.
Sejak duduk di bangku kelas V SD, Zaki aktif berpartisipasi dalam olahraga silat. Ia bergabung dengan Perguruan Tapak Suci, yang juga dibina oleh ayahnya. Ayah Zaki adalah guru di SD Kuanino sekaligus pelatih silat, sedangkan ibunya bekerja sebagai pengawas di Kantor Kementerian Agama.
Zaki mulai intens berlatih saat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia rutin mengikuti berbagai turnamen dan kejuaraan meskipun tidak selalu meraih juara. Namun, ia tetap berkomitmen untuk terus berlatih hingga menyelesaikan pendidikan perguruhannya.
Pada tahun 2019, Zaki pernah mencoba mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri. Sayangnya, ia gagal saat tahapan pemeriksaan kesehatan awal karena sakit amandel. Meski demikian, ia tidak menyerah dan fokus menyelesaikan studinya di FKIP Undana Kupang. Ia lulus dengan gelar sarjana pendidikan jasmani pada tahun 2024.
Prestasi Olahraga yang Membawa Keberuntungan
Bakat Zaki dalam olahraga silat sangat besar. Di bawah bimbingan ayahnya, ia menjadi salah satu atlet silat andalan NTT. Ia kemudian masuk pemusatan latihan di PPLP Kupang binaan Dinas Dispora NTT guna mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan nasional.
Zaki mewakili NTT dalam dua event bergengsi, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada tahun 2021 dan PON Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2024. Di PON Papua, Zaki meraih medali perunggu. Pemerintah Provinsi NTT memberikan bonus uang Rp 100 juta dan rumah tipe 36B di perumahan Game Stone Alak, Kota Kupang.
Di PON Aceh dan Sumut tahun 2024, Zaki mendapatkan medali emas pada cabang olahraga silat. Pemprov NTT memberikan bonus Rp 150 juta. Prestasi ini semakin meningkatkan reputasinya sebagai atlet silat berprestasi.
Zaki juga turut serta dalam SEA Games 2023 di Kamboja, di mana ia merebut medali emas pada kelas B 54 kilogram. Ia mengalahkan pesilat Thailand di partai final. Atas prestasi ini, Zaki mendapatkan bonus uang tunai dari pemerintah RI sebesar Rp 500 juta dan gubernur NTT sebesar Rp 150 juta.
Di SEA Games Thailand 2025, Zaki kembali menunjukkan performa gemilang. Usaha dan kerja kerasnya selama delapan bulan pemusatan latihan di Jakarta Timur membuahkan hasil yang luar biasa. Sebagai bentuk apresiasi, Zaki mendapatkan bonus sebesar Rp 1,5 miliar dari pemerintah RI. Sebagian dari uang ini digunakan untuk renovasi rumah orangtuanya.
Kesempatan Mengikuti Pendidikan Polri
Selain bonus uang, Zaki juga mendapatkan penghargaan dari Kapolri. Peraih medali emas ini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan Polri dari jalur SIPSS TA 2026. Sementara atlet lulusan SMA yang meraih medali di SEA Games diberikan kesempatan menjadi Bintara Polri TA 2026.
“Sejak kecil saya ingin menjadi polisi. Ternyata melalui olahraga silat saya mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan Polri untuk jalur sumber sarjana,” ujar Zaki saat ditemui di Polda NTT, Selasa (10/2/2026) malam.
Zaki, yang telah menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di sekolah Muhammadyah Kupang, berharap generasi muda dapat menyibukkan diri melalui kegiatan positif seperti olahraga. “Kalau kita tekuni suatu pekerjaan maka kita harus yakin kalau dari pekerjaan itu akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kita,” ujarnya.
Zaki juga tidak menyangka bahwa setelah meraih gelar sarjana dan tekun dalam olahraga, ia bisa mewujudkan impiannya menjadi anggota Polri. Zaki dan rekan-rekannya yang juga berprestasi, seperti T Eduk, berkesempatan menjadi anggota Polri berbekal prestasi yang mendapat perhatian dan penghargaan dari Kapolri. Rekan Zaki, Antonius Tuke Eduk, yang juga meraih medali di SEA Games, akan mengikuti pendidikan Polri nanti untuk Bintara Polri karena baru tamat SMA.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











