"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Borong 4 Penghargaan! Era Tavares Persebaya Bikin Bonek Rindu Masa Aji Santoso

Persebaya Surabaya Kembali Bersemangat di Bawah Arahan Bernardo Tavares

Persebaya Surabaya, yang dikenal dengan julukan Green Force, kini sedang berada dalam tren positif setelah mengoleksi empat penghargaan dalam satu pekan. Hal ini membuat para penggemar atau Bonek kembali merasakan nostalgia masa kejayaan ketika Aji Santoso masih memimpin tim.

Sejak dilatih oleh Bernardo Tavares pada awal Januari lalu, Persebaya Surabaya menunjukkan perubahan signifikan. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari cara bermain, pola pikir, hingga mentalitas pemain di lapangan.

Dalam empat laga awal bersama pelatih asal Portugal tersebut, Persebaya Surabaya berhasil meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Green Force mulai bangkit setelah sempat kesulitan.

Namun, Tavares menolak disebut sebagai sosok yang membawa keajaiban instan bagi timnya. Ia menegaskan bahwa hasil positif yang diraih berasal dari kerja keras para pemain, bukan dari sentuhan “sihir” seorang pelatih.

“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” ujarnya. “Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen.”

Kondisi tim memang belum sepenuhnya ideal dalam beberapa pekan terakhir. Banyak pemain yang cedera atau sakit, sehingga memaksa Tavares untuk menggeser posisi beberapa pemain agar bisa menutup celah. Situasi sulit ini justru melahirkan karakter dan determinasi yang kuat dari skuad Green Force.

“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” tambahnya.

Pengorbanan itu menjadi fondasi penting dalam membangun konsistensi tim. Menurut Tavares, kunci dari tren positif Persebaya Surabaya terletak pada sikap dan semangat juang. Ketika pemain menunjukkan usaha maksimal, peluang meraih hasil baik semakin terbuka lebar.

“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Sikap tersebut menjadi identitas baru Persebaya Surabaya di bawah arahannya. Puncak apresiasi datang pada pekan ke-20 ketika Persebaya Surabaya memborong empat penghargaan sekaligus. Dominasi itu menegaskan performa impresif Green Force dalam periode singkat bersama Tavares.

Bernardo Tavares dinobatkan sebagai Coach of The Week setelah sukses menjaga tren tak terkalahkan. Strateginya yang adaptif di tengah keterbatasan pemain mendapat pengakuan. Francisco Rivera menyabet gelar Player of The Week berkat kontribusi krusialnya di lapangan. Kreativitas dan efektivitasnya menjadi motor permainan Persebaya Surabaya.

Gali Freitas turut mencuri perhatian lewat Assist of The Week yang memanjakan rekan setimnya. Sementara itu, Mihailo Perovic dan Francisco Rivera masuk dalam Best XI of The Week.

Empat penghargaan itu langsung disambut gegap gempita oleh Bonek di media sosial. Kanal fanbase @onlinepersebaya dipenuhi komentar penuh semangat dan nostalgia. Salah satu komentator mengatakan, “Jaman pas onok taise pelatihe coach Aji. Hampir tiap pekan pemain Persebaya mlebu nominasi.”

Komentar itu merujuk pada periode ketika nama-nama Persebaya Surabaya rutin menghiasi daftar terbaik tiap pekan. Nostalgia duet Taisei Marukawa dan Bruno Moreira kembali mencuat dalam perbincangan.

Meski euforia terasa kuat, ada juga suara yang mengingatkan agar tim tetap membumi. “Etap konsisten dan tidak boleh jumawa! Perjalanan masih panjang semua pasti bisa,” tulis salah satu Bonek.

Nada serupa juga disampaikan pendukung lainnya yang berharap tren positif terus terjaga. “Tetap lah konsisten Jol.. salam satu nyali,” ujarnya.

Tak sedikit pula yang mengekspresikan kebanggaan secara spontan dan penuh semangat. “BOOROOONNGGGG,” tulis seorang Bonek dengan huruf kapital yang menggambarkan luapan emosi.

Memori publik Surabaya memang sulit dilepaskan dari era Aji Santoso. Pada periode 31 Oktober 2019 hingga 13 Agustus 2023, Persebaya Surabaya menjalani total 91 laga dengan warna prestasi yang konsisten. Di masa tersebut, penghargaan individu kerap menjadi langganan pemain Green Force hampir setiap pekan.

Kini, atmosfer serupa mulai terasa di era Bernardo Tavares. Empat penghargaan dalam satu pekan menjadi simbol kebangkitan dan sinyal jika Persebaya Surabaya kembali ke jalur kompetitif.

Perjalanan masih panjang dan tantangan tentu tidak ringan. Namun, kombinasi attitude, kerja keras, serta dukungan penuh Bonek bisa menjadi energi tambahan untuk menjaga momentum.

Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares belum genap sebulan berjalan, tetapi dampaknya sudah terasa nyata. Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin euforia seperti era Aji Santoso kembali terulang di Gelora Bung Tomo.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *