"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Bank Sampah Keren Palangka Raya Hadirkan Skema Nabung Emas bagi Pemulung dan Sektor Informal

Inovasi pengelolaan sampah kembali hadir di Kota Palangka Raya. Pemerintah kota setempat mengintegrasikan Program Bank Sampah Keren dengan layanan tabungan emas Pegadaian sebagai upaya memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pemulung dan pelaku sektor informal.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memungkinkan hasil penjualan sampah langsung dikonversikan menjadi tabungan emas. Skema ini dinilai lebih aman dan bernilai jangka panjang dibandingkan penerimaan tunai biasa.

“Melalui integrasi ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan uang dari sampah yang mereka kelola, tetapi juga memiliki tabungan emas sebagai investasi masa depan,” ujarnya.

Arbert menjelaskan bahwa dalam skema awal, satu kilogram sampah dihargai sekitar Rp1.000 dan langsung masuk ke rekening tabungan emas nasabah. Program ini menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan formal.

Dengan sistem ini, para pemulung dan penggiat bank sampah memiliki kesempatan membangun aset secara bertahap. Tabungan emas dipilih karena dianggap relatif stabil nilainya dan mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Pemkot Palangka Raya juga mendorong perangkat daerah untuk memberikan subsidi tambahan per kilogram sampah yang disetorkan. Langkah ini bertujuan memperbesar nilai tabungan emas yang diterima masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi dalam pengelolaan sampah.

“Dengan adanya subsidi, insentif masyarakat akan semakin kuat. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal kesejahteraan,” kata Arbert.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan. Masyarakat kecil yang sebelumnya tidak memiliki akses ke produk keuangan formal kini dapat menabung secara praktis melalui aktivitas sehari-hari.

Selain manfaat ekonomi, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah. Dengan semakin banyak warga yang terlibat, volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan.

Arbert menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi. “Kami ingin membangun sistem yang saling menguatkan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Program Bank Sampah Keren terintegrasi tabungan emas ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan inovasi serupa.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *