Empat Atlet Cricket Putri NTT Siap Perkuat Timnas Indonesia
Empat atlet cricket putri asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah terpilih untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia setelah melewati proses seleksi yang dijaring langsung oleh pelatih asal Pakistan, Akash Fernandez. Proses ini menjadi langkah penting dalam pengembangan olahraga cricket di NTT, yang semakin menunjukkan potensi besar dari anak-anak muda daerah tersebut.
Keempat atlet yang terpilih yaitu Stevania Enjelita Dira, Elisabet Djara, Clarisye Amelinda Bilistolen, dan Seli Nge Leba. Mereka kini telah diberangkatkan ke Bali untuk mengikuti pemusatan latihan bersama atlet-atlet lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi dua kejuaraan dunia yang akan digelar pada tahun ini.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Provinsi NTT, Dr. Inche DP Sayuna, menjelaskan bahwa awalnya PCI NTT menerima surat pemberitahuan dari PCI Pusat untuk menyiapkan atlet yang akan diseleksi. Pada bulan Januari 2026, seorang pelatih dari Pakistan melakukan seleksi terhadap atlet-atlet NTT. Dari 8 nama yang diajukan, akhirnya empat atlet terpilih.
Inche Sayuna berharap empat atlet tersebut dapat tampil maksimal dan membawa nama NTT dalam kompetisi internasional. Meski olahraga cricket masih kurang diminati di NTT, ia percaya bahwa potensi anak-anak muda di sana sangat besar dan bisa menjadi atlet terkemuka di tingkat nasional.
Pembangunan Lapangan Cricket Bertaraf Internasional
Untuk mendukung pengembangan olahraga ini, PCI NTT sedang membangun lapangan cricket bertaraf internasional seluas 6 hektar di Kabupaten Kupang. Proyek ini dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Setelah pembangunan selesai, UKAW akan membuka program studi khusus untuk cabang olahraga ini.
Lapangan ini dibangun sebagai bagian dari persiapan menyambut PON 2028 di NTT. Seluruh proses pembangunan menggunakan anggaran mandiri serta dukungan dari pihak lain. Inche Sayuna menjelaskan bahwa tim arsitek telah disiapkan untuk merancang lapangan sesuai standar internasional.
Saat ini, satu dari tiga lapangan yang direncanakan telah mencapai 80% pengerjaan. Untuk memenuhi standar internasional, tanah hingga pasir dan rumput harus melalui penelitian di laboratorium. Meski prosesnya cukup rumit, Inche Sayuna optimis proyek ini akan selesai pada tahun ini dan diuji coba pada September.
Kerja Sama dengan Australia dan Dewan Cricket Dunia
Inche Sayuna juga sedang membangun komunikasi dengan sejumlah pendonor dana dari Australia. Ia akan berangkat ke Negeri Kanguru untuk mempresentasikan proposal pembangunan lapangan tersebut. Di sana, ada koresponden yang membantu menghubungkan PCI NTT dengan orang-orang yang bersedia membantu pembangunan lapangan.
Selain itu, PCI NTT juga mengirimkan proposal ke Dewan Cricket Dunia untuk bantuan penyelesaian lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen PCI NTT dalam membangun infrastruktur yang memadai untuk pengembangan olahraga ini.
Kejuaraan Internasional dan PON 2028
Pada tahun ini, PCI NTT akan menggelar kejuaraan cricket internasional yang melibatkan tim dari Timor Leste dan Australia. Turnamen ini juga membuka semi open turnamen agar melibatkan sejumlah provinsi di Indonesia.
Sebelum menghadapi kejuaraan internasional, PCI NTT menyelenggarakan kejuaraan daerah untuk menyeleksi atlet yang diproyeksikan bisa bergabung dalam PON 2028. Pada Mei 2026, PCI NTT menerima tim cricket dari Timor Leste untuk melakukan try out.
Inche Sayuna mengklaim bahwa saat ini hanya ada dua lapangan cricket bertaraf internasional di Indonesia, yaitu di Bali dan NTT. Lapangan ini dirancang agar bisa dipadukan dengan sektor pariwisata. PCI NTT telah memiliki dua unit kapal yang bisa digunakan untuk wisata setelah berolahraga.
Dengan standar lapangan internasional, Inche Sayuna berharap lebih banyak orang dari luar negeri datang ke NTT. Program yang dirancang tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga melihat peluang pasar dengan memperkenalkan beberapa spot wisata di NTT.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











