"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Raymond/Joaquin dan Adnan/Indah Siap Tampil di Kejuaraan Asia 2026, Kondisi Ubed Lebih Baik Daripada Alwi Dulu

Kejuaraan Asia 2026: Peluang Bertambah untuk Wakil Indonesia

Kejuaraan Asia 2026 menjadi salah satu ajang besar yang akan berlangsung pada kuartal pertama tahun ini. Berbeda dengan turnamen terbuka seperti BWF World Tour, Kejuaraan Asia menggunakan sistem undangan berdasarkan peringkat pemain. Selain itu, ada pembatasan kuota wakil dari setiap negara, yaitu maksimal empat wakil. Jika semua wakil masuk ke dalam 16 besar di Asia saat daftarnya disusun memakai peringkat BWF pada Selasa (10/2/2026) pekan depan.

Satu minggu jelang penentuan, kabar baik datang bagi Indonesia dengan lebih banyak wakil yang masuk ke zona kelayakan. Ganda putra dan ganda campuran paling ramai dengan maksimal empat slot berhasil diborong semuanya Indonesia.

Ganda Putra: Pemain Muda Bersinar

Di ganda putra, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bergabung dengan senior-seniornya setelah tren kuat dua final beruntun di Indonesia Masters dan Thailand Masters. Walau selalu berakhir sebagai runner-up, Raymond/Joaquin dapat melesat dari peringkat 20 Asia menjadi peringkat 15 Asia. Raymond/Joaquin bergabung dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Dengan agenda Kejuaraan Beregu Asia 2026 pada pekan ini, Raymond/Joaquin punya kans untuk menjaga posisi mereka hingga hari penentuan. Baik Raymond dan Joaquin sama-sama belum pernah tampil di Kejuaraan Asia sebelumnya.

Ganda Campuran: Harapan Baru

Penampilan perdana di ajang perorangan tingkat kontinental juga berpeluang besar untuk dialami ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Setelah pecah telur di BWF World Tour dengan gelar Thailand Masters, Adnan/Indah naik sejauh tiga tingkat dari rank 18 Asia menjadi 15 Asia.

Sementara Adnan lebih dulu punya pengalaman di Kejuaraan Asia pada 2022 dan 2024, Indah sama sekali belum pernah. Transisi Indah ke level senior tidak mudah dengan berulang kali berganti partner sampai akhirnya dipasangkan dengan Adnan pada masa kepelatihan Herry Iman Pierngadi.

Indah sempat digadang-gadang karena prestasinya di junior sebagai kampiun Kejuaraan Dunia Junior 2018, Juara Asia Junior 2019, dan runner-up Kejuaraan Dunia Junior 2019. Saat itu dia berpasangan dengan Leo Rolly Carnando yang sejak naik ke senior difokuskan ke ganda putra bareng Daniel Marthin dan kemudian Bagas Maulana.

“Kami ingin main di event-event yang belum pernah saya ikuti seperti All England, Olimpiade, dan Asian Games,” ucap Indah melalui PBSI.

Sektor Lain: Dua Kuota untuk Indonesia

Sementara di tiga sektor lainnya, masing-masing baru dua kuota untuk Indonesia yang diamankan lewat kehadiran pemain di 32 besar ranking Asia.

Ganda putri unik karena dua nama terdepan melibatkan Febriana Dwipuji Kusuma yaitu bareng Amallia Cahaya Pratiwi (ke-10 Asia) dan bersama Meilysa Trias Puspitasari (ke-24). Wakil terdekat yang bisa mengisi slot tidak terpakai itu adalah pasangan muda, Isyana Syahira Meida/Rinjai Kwinnara Nastine (ke-28).

Sedangkan di tunggal putri ada Putri Kusuma Wardani (ke-6) dan Gregoria Mariska Tunjung (ke-27) yang menghadirkan dua slot untuk Indonesia. Tanda tanya mengelilingi Gregoria yang masih absen untuk pemulihan vertigo. Apabila Jorji absen, pemain berikutnya yang bisa menggantikan adalah Thalita Ramadhani Wiryawan.

Tunggal Putra: Harapan Baru

Di tunggal putra Indonesia mengharapkan nama baru selain Jonatan Christie (ke-3) dan Alwi Farhan (ke-11) yang sudah berada di zona aman. Ada Moh Zaki Ubaidillah yang mampu naik ke peringkat 29 Asia setelah meraih gelar Super 300 pertamanya di Thailand Masters 2026. Kemampuan Zaki masih bisa ditingkatkan karena tampil di Kejuaraan Beregu Asia 2025, pemain berusia 18 tahun itu tetap memerlukan bantuan untuk lolos.

Jalan termudah bagi Ubed adalah menggantikan salah satu dari Jonatan dan Alwi apabila salah satu dari dua seniornya itu berhalangan. Sedangkan jalan terbaik tetapi memerlukan kesabaran ialah mengharapkan pengunduran diri dari pemain-pemain di atasnya sehingga wakil Indonesia bertambah.

Setelah fase kedua dalam seleksi, pemain pengganti ditentukan berdasarkan ranking dengan syarat negaranya belum mencapai batas kuota maksimal empat wakil. Situasi Ubed setidaknya lebih baik daripada Alwi Farhan tahun lalu. Alwi masih bisa lolos ke Kejuaraan Asia 2025 meskipun menempati peringkat ke-35 Asia sehingga harus mengantre dari daftar cadangan.

Daftar Pemain Indonesia di Zona Kelayakan Kejuaraan Asia 2026

Tunggal Putra

  • Jonatan Christie (rank 3 Asia)
  • Alwi Farhan (rank 11 Asia)

Tunggal Putri

  • Putri Kusuma Wardani (rank 6 Asia)
  • Gregoria Mariska Tunjung (rank 27 Asia)

Ganda Putra

  • Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (rank 4 Asia)
  • Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (rank 7 Asia)
  • Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (rank 14 Asia)
  • Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (rank 15 Asia)

Ganda Putri

  • Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (rank 10 Asia)
  • Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (rank 24 Asia)

Ganda Campuran

  • Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (rank 8 Asia)
  • Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (rank 11 Asia)
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (rank 14 Asia)
  • Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (rank 15 Asia)

*) Belum pasti. Daftar fase pertama akan disusun berdasarkan ranking dunia BWF pada 10 Februari 2026.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *