"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Mengapa Kiswah Kabah Muncul dalam File Epstein? Dugaan Pengiriman Tiga Potong Kain Suci

Ringkasan Berita

Kontroversi baru muncul di tengah masyarakat internasional, yang melibatkan kain Kiswah Ka’bah dan kasus Jeffrey Epstein. Kain Kiswah adalah kain suci yang digunakan untuk menutupi Ka’bah di Mekkah, tempat paling suci dalam agama Islam. Dalam konteks ini, terdapat laporan mengenai pengiriman potongan kain Kiswah ke Amerika Serikat (AS) dan ditujukan kepada Epstein, seorang terpidana kasus kejahatan seksual.

Dalam berkas-berkas yang dikenal sebagai Epstein Files, terdapat informasi tentang tiga potongan kain yang disebut memiliki hubungan dengan Kiswah. Potongan-potongan tersebut dikirim dari Arab Saudi ke AS melalui maskapai British Airways. Salah satu email menyebutkan bahwa kain-kain ini berasal dari bagian dalam Ka’bah, penutup luar yang pernah digunakan, dan bahan serupa namun belum pernah dipakai. Pengiriman dilakukan antara Februari hingga Maret 2017, beberapa tahun setelah Epstein menjalani hukuman penjara.

Email-email ini memicu pertanyaan besar, baik dari sudut pandang etika maupun agama. Bagi umat Muslim, kain Kiswah memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Setiap tahun, kain tersebut diganti, dan bagian dari Kiswah lama sering dianggap sebagai artefak religius bernilai tinggi. Namun, pengiriman kain-kain ini ke Epstein, yang dikenal karena kejahatan seksualnya, memicu kemarahan luas di kalangan umat Islam.

Menyoal Epstein Files

Epstein Files adalah kumpulan dokumen ribuan halaman yang berkaitan dengan dua penyelidikan kriminal atas kasus perdagangan seks yang melibatkan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Dokumen-dokumen ini mencakup catatan perjalanan, rekaman komunikasi, serta email yang mengungkap jejaring sosial Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh. Dokumen ini telah menjadi sorotan publik, terutama setelah Epstein meninggal di tahanan pada Agustus 2019.

Pada November 2025, tiga email yang diperoleh dari harta warisan Epstein tampaknya menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks Epstein. Email-email ini memicu seruan untuk merilis semua berkas Epstein kepada publik. DPR AS memberikan suara 427-1 untuk meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, sedangkan Senat setuju dengan suara bulat. Trump menandatangani undang-undang tersebut keesokan harinya.

Pada 19 Desember 2025, Departemen Kehakiman AS merilis ratusan ribu dokumen sesuai undang-undang tersebut. Dokumen-dokumen ini termasuk foto-foto mantan Presiden Bill Clinton dan selebriti lainnya, termasuk Trump. Foto-foto tersebut disita oleh FBI selama berbagai penggeledahan rumah Epstein di New York City dan Kepulauan Virgin AS.

Soal Laporan Pelecehan Anak di Bawah Umur

Pada September 1996, Maria Farmer, korban Epstein, mengadu kepada FBI bahwa Epstein terlibat dalam pelecehan seksual anak. Farmer mengatakan bahwa para pejabat AS gagal mengambil langkah untuk menyelidiki kasus tersebut. Meskipun nama pelapor disensor dalam dokumen yang berkaitan dengan pengaduan ini kepada FBI, Farmer telah mengkonfirmasi bahwa pengaduan tersebut dibuat olehnya.

Transkrip persidangan dewan juri yang baru dirilis juga mencakup kesaksian dari agen FBI yang menggambarkan wawancara yang mereka lakukan dengan gadis-gadis dan wanita muda yang menceritakan pengalaman mereka dibayar untuk melakukan tindakan seksual untuk Epstein. Narasumber termuda berusia 14 tahun. Seorang wanita, yang saat itu berusia 21 tahun, mengatakan kepada dewan juri bahwa Epstein telah mempekerjakannya ketika dia berusia 16 tahun untuk melakukan pijat seksual, dan bahwa dia kemudian merekrut gadis-gadis lain untuk melakukan hal yang sama.

Hingga saat ini, banyak dokumen Epstein Files yang dirilis masih disensor, termasuk pernyataan polisi, laporan investigasi, dan foto.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *