"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Berita Terkini – Longsor Tewaskan Lansia di Sindangkasih, Rudiana Selamatkan Anaknya

Peristiwa Longsor di Ciamis yang Menewaskan Lansia

Longsoran tanah terjadi di Dusun Gunungbangka 2, RT 29/RW 10, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (3/2/2026) tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB. Peristiwa ini menimpa sebuah rumah yang dihuni oleh lansia bernama Ikah (73), yang akhirnya meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran.

Sebelum kejadian, wilayah tersebut sempat diguyur hujan deras pada sore hari. Namun, hujan tidak berlangsung hingga malam. Meski demikian, kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor penyebab longsoran yang terjadi kemudian.

Pengakuan dari Keluarga Korban

Rudiana (45), menantu korban, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda khusus seperti bocor atau retakan pada bangunan. Ia menjelaskan bahwa di belakang rumah terdapat tebing setinggi sekitar lima meter yang ambrol. “Itu bukan benteng yang longsor, tapi tanahnya ambles ke bawah, baru bentengnya ikut,” jelasnya.

Akibat longsoran tersebut, rumah milik keluarga korban tertimbun material tanah, lumpur, dan reruntuhan bangunan. Dari tujuh orang yang berada di dalam rumah saat kejadian, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Korban adalah Ikah, mertua Rudiana, yang sedang berada di kamar tidurnya.

Rumah Rudiana dan rumah korban memang menyatu, namun memiliki ruangan terpisah. “Mertua saya tidurnya di kamarnya sendiri. Saya di rumah saya, tapi bangunannya nyambung,” katanya.

Kejadian yang Tidak Terduga

Ironisnya, sebelum kejadian, korban baru saja pulang dari perawatan medis. Ikah diketahui sempat dirawat di RSUD Ciamis selama empat hari dan baru dua hari berada di rumah. “Beliau lagi sakit, masih masa pemulihan. Baru dua hari pulang dari rumah sakit,” tutur Rudiana lirih.

Saat longsor terjadi, seluruh penghuni rumah dilanda kepanikan. Rudiana berusaha menyelamatkan anaknya yang masih kecil dengan cara menggendong dan berlari keluar rumah. “Semuanya panik, saya gendong anak saya yang kecil, langsung lari keluar. Semua keluar,” ujarnya.

Namun setelah berada di luar rumah, Rudiana baru menyadari bahwa mertuanya tidak ikut keluar bersama yang lain. Ia pun kembali masuk untuk mencari. “Saya cari-cari ibu, tapi enggak ada. Pas dilihat ke kamar, ternyata sudah ketimbun runtuhan bangunan dan lumpur,” katanya.

Suara Gemuruh dan Air yang Masuk

Rudiana mengaku tidak menyangka suara yang terdengar malam itu merupakan tanda bencana longsor. “Waktu kejadian saya ada di rumah. Awalnya terdengar suara gerusuk-gerusuk, seperti gemuruh. Saya kira itu gempa,” ujar Rudiana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/2/2026).

Namun tak lama kemudian, suara tersebut disusul derasnya air yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah serta lumpur membuat tembok rumah tersebut ambrol. Air tersebut diketahui berasal dari kolam yang berada di atas rumah mereka. “Enggak tahunya langsung banyak air masuk ke rumah. Dari kolam, isinya memang cuma air, enggak ada ikannya,” katanya.

Rudiana menyebut, suara gemuruh itu terdengar sekitar pukul 23.30 WIB. Proses evakuasi korban berlangsung sekitar setengah jam. Namun kondisi kamar yang tertutup material longsor membuat upaya penyelamatan sulit dilakukan. “Waktu ditemukan, kondisi mertua saya sudah tertutup semua. Badannya ketimbun tembok dan lumpur dan sudah meninggal dunia,” ujar Rudiana.

Dampak dan Respons dari Pihak Berwenang

Selain keluarga inti, saat kejadian juga terdapat anak tetangga yang menginap di rumah tersebut. Dari kejadian tersebut, enam penghuni lain berhasil menyelamatkan diri meski mengalami trauma dan jenazah Ikah sudah dikebumikan sejak tadi pagi di area pemakaman setempat.

Peristiwa longsor ini menambah daftar bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, terutama di kawasan dengan kontur tanah perbukitan. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat dan setelah hujan deras.

Hingga kini, pihak-pihak terkait masih melakukan penanganan di lokasi kejadian serta pendataan dampak kerusakan akibat longsor tersebut. Dari pantauan di lapangan, petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Pemdes, dan Kecamatan telah hadir ke lokasi kejadian. Sejumlah warga setempat dibantu petugas gabungan juga ikut membantu menyingkirkan material tanah longsor dari dalam rumah. Tidak lupa garis polisi juga telah terpasang di sekitar rumah Ikah yang terkena longsoran.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *