"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Kisah menyedihkan nenek Tapsirah lansia di Subang yang tinggal bersama anak ODGJ, kini dievakuasi Dinsos

Evakuasi Nenek Tap dan Anaknya: Kisah Pilu yang Menggugah Perhatian

Nenek Tap, seorang lansia lumpuh asal Subang, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Dinas Sosial Jawa Barat. Proses ini dilakukan setelah kisah hidupnya viral di media sosial dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sebelum dievakuasi, Nenek Tap tinggal bersama anaknya, Carkini, yang merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan dengan atap yang nyaris roboh dan tidak terawat.

Kisah pilu Nenek Tap dan Carkini pertama kali muncul melalui unggahan di Instagram oleh akun @haiiiii_ci. Pengunggah tersebut mengungkapkan kondisi hidup keduanya yang sangat memilukan. Tidak hanya itu, Nenek Tap juga harus mengurus anaknya yang membutuhkan perawatan khusus. Bahkan dalam kondisi sakit dan sudah tua, Nenek Tap tidak bisa berdiri dan hanya terbaring di lantai.

Kondisi Rumah yang Tidak Terawat

Di rumah Nenek Tap, tidak ada lantai bersih. Hanya tersisa sisa makanan, sampah, dan barang tak terpakai. Saat ditemui pengunggah, kondisi Nenek Tap dan Carkini tampak sangat menyedihkan. Nenek Tap tidak hanya tidak bisa berjalan, tetapi juga harus buang air besar dan kecil di tempat. Hal ini membuatnya terlihat sangat menderita.

Pengunggah juga menyoroti bahwa pihak keluarga Nenek Tap diduga abai dan tidak bertanggung jawab. Meskipun telah ditegur oleh aparat setempat, keluarga tidak memberikan respons yang baik. Pihak Desa sempat memberikan bantuan, tetapi terkendala izin dari pihak keluarga. Padahal, keluarga masih tinggal tidak jauh dari rumah Nenek Tap.

Respons dari Warganet dan Aparat Setempat

Warganet yang prihatin mulai membuka donasi untuk membantu Nenek Tap dan Carkini. Selain itu, para tetangga juga berharap agar kasus ini dapat ditangani lebih lanjut oleh Dinas Sosial. Pengunggah mengatakan bahwa pihak desa dan RT/RW setempat telah memberikan dukungan dan respons yang cepat.

Pengunggah juga bersyukur bahwa kasus Nenek Tap dan Carkini akhirnya sampai ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia berharap kasus ini dapat segera ditangani dengan cepat. Dedi Mulyadi kemudian menginstruksikan Dinas Sosial Jawa Barat untuk mengevakuasi Nenek Tap dan anaknya.

Proses Evakuasi dan Penanganan Lanjutan

Dinsos Jabar menjemput Nenek Tap sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang lansia telantar. Pihak Dinsos akan berkoordinasi dengan UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia Jawa Barat di Ciparay, Kabupaten Bandung. Sedangkan Carkini akan menjalani perawatan di RSJ Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dedi Mulyadi juga memberikan tanggapan atas kasus ini. Ia menegaskan pentingnya peran manusia sebagai makhluk sosial. “Kita adalah manusia yang abai memanusiakan manusia lain. Ketika ini terus terjadi maka derajat kemanusiaan kita patut dipertanyakan. Kita manusia atau bukan?” tulisnya dalam keterangan video.

Tanggapan dari Pengunggah

Pengunggah yang pertama kali memviralkan kisah Nenek Tap dan Carkini turut mendampingi proses evakuasi. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari warganet serta aparat setempat. Ia berharap Nenek Tap dan Carkini dapat hidup lebih baik ke depannya.




Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *