Persebaya Surabaya Menghadapi Ujian Konsistensi
Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Dewa United akan menjadi pertandingan yang sangat penting. Di Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force menghadapi tantangan berat dari tim lawan yang sedang dalam performa stabil. Pertandingan ini bukan hanya tentang poin, tetapi juga ujian konsistensi bagi Persebaya Surabaya di bawah asuhan Bernardo Tavares.
Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan 11 laga tak terkalahkan. Rangkaian hasil positif ini menjadi tanda kebangkitan setelah fase transisi kepelatihan yang sempat mengganggu ritme permainan. Kini, tim sedang menanjak dan memperlihatkan performa yang konsisten.
Di sisi lain, Dewa United juga tidak bisa dianggap remeh. Tim asuhan Jan Olde Riekerink sedang membangun momentum yang stabil. Pelatih asal Belanda itu yakin bahwa timnya akan segera menunjukkan konsistensi dalam meraih poin pada sisa kompetisi.
Performa dan Mentalitas Dewa United
Riekerink menilai bahwa grafik permainan timnya terus meningkat dalam beberapa laga terakhir. Ia percaya bahwa konsistensi hanya tinggal menunggu waktu untuk terwujud. Dalam empat laga terakhir, Dewa United mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini menjadi indikasi bahwa tim sedang dalam proses pembentukan performa yang lebih baik.
Mentalitas pemain menjadi faktor utama dalam keberhasilan tim. Riekerink menekankan bahwa sikap dan karakter pemain menjadi pembeda saat menghadapi laga sulit. Kemenangan 2-0 atas Arema FC pada pekan ke-18 menjadi bukti nyata progres yang dicapai oleh Dewa United.
Lima Mesin Gol yang Membahayakan
Dewa United diperkuat oleh lima mesin gol yang siap merepotkan pertahanan Persebaya Surabaya. Alex Martins menjadi sosok paling menonjol dengan delapan gol. Penyerang asal Brasil ini menunjukkan ketajaman konsisten dan naluri mencetak gol yang tinggi.
Alexis Messidoro menyusul dengan enam gol dari lini kedua. Gelandang serang asal Argentina ini sering menjadi pembeda lewat kreativitas dan akurasi tembakan. Taisei Marukawa dan Stefano Lilipaly masing-masing mengoleksi dua gol, memberikan variasi serangan dari sisi sayap dan lini serang yang dinamis.
Jaja melengkapi daftar dengan satu gol penting. Kontribusinya menunjukkan kedalaman skuad Dewa United yang tidak bergantung pada satu pemain saja. Kombinasi lima mesin gol ini membuat Dewa United tampil lebih berbahaya.
Persebaya Surabaya dalam Fase Emas
Persebaya Surabaya sedang menikmati periode emas setelah melewati tekanan awal musim. Sejak ditahan imbang PSBS Biak 0-0, Green Force belum tersentuh kekalahan. Laga melawan PSBS Biak menjadi momen transisi penting setelah berpisah dengan pelatih Eduardo Perez.
Kemenangan 2-1 atas Persis Solo menjadi titik balik mentalitas tim. Meski begitu, Persebaya Surabaya sempat mengalami kebuntuan panjang dengan lima hasil imbang beruntun. Situasi berubah drastis saat Persijap Jepara digulung 4-0 di Gelora Bung Tomo. Sejak laga itu, rasa haus gol Persebaya Surabaya kembali muncul dan kemenangan terus mengalir.
Empat kemenangan beruntun menjadi pernyataan tegas Green Force di papan klasemen. Dengan 31 poin, Persebaya Surabaya hanya terpaut 10 angka dari Persib Bandung di puncak klasemen.
Tantangan Berat di Stadion Gelora Bung Tomo
Laga ini menjadi ujian nyata konsistensi Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares. Dukungan ribuan Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan mampu menjadi energi tambahan. Namun, Dewa United datang tanpa beban dan penuh percaya diri.
Jika lima mesin gol mereka kembali panas, tren positif Persebaya Surabaya bisa saja terhenti di kandang sendiri. Pertandingan ini akan menjadi laga yang sangat menentukan bagi kedua tim.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











