"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Jembatan Mahulu Kembali Ditabrak, BBM Subsidi Sungai Mahakam Terancam

Berita Populer di Kalimantan Timur dalam 24 Jam Terakhir

Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Senin (26/1/2026). Mulai dari insiden Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim yang kembali ditabrak tongkang, Minggu (25/1/2026), hingga angkutan kapal Sungai Mahakam dari Samarinda menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar) tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sehingga tak bisa berlayar. Selain itu, ada perbaikan jalan rusak Muara Lawa-Bentian Besar di Kabupaten Kubar yang akhirnya dimulai.

1. Jembatan Mahulu Samarinda Ditabrak Tongkang Lagi, Suara Benturan Nyaring

Jembatan Mahulu kembali ditabrak oleh kapal ponton batubara tepatnya pada Minggu (25/1/2026) pagi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 06.00 Wita kapal bernama Lambung Tugboat (TB) Marina 1631 dengan menggandeng tongkang BG Marine Power 3306 bermuatan penuh ratusan ton tampak mendekat ke pilar jembatan.

Sampai akhirnya, pilar jembatan di sisi Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang tepatnya di pilar 8 dan 9 terhantam buritan tongkang, serta turut menyentuh fender pelindung Jembatan Mahulu Samarinda. Posisi tongkang batubara sempat melintang dan masih sandar sebelum ditarik ada dua sampai tiga tugboat tadi dari pilar Jembatan Mahulu.

“Menjauh, di evakuasi ke pinggir,” sebut Teddy (26), warga Loa Buah yang bermukim di bantaran Sungai Mahakam, berjarak 700 meter dari Jembatan Mahulu kepada Tribun Kaltim. Pantauan sendiri pada pukul 11.45 Wita, kapal tongkang sudah dilakukan evakuasi dan ditambatkan agak jauh dari jembatan.

Lalu-lintas di atas maupun bawah jembatan Mahulu tampak lengang. Sesekali truk bertonase besar melintas, namun dengan kecepatan rendah, begitu pula kendaraan roda dua dan empat. “Kalau kondisi jembatan, katanya mau diperiksa lagi ya sama petugas, karena sudah ada tabrakan juga sebelumnya kan. Saya waktu kejadian, sedang aktivitas di rumah, tiba suara nyaring itu, Duar, ngiiikk begitu, tertabrak, lalu digeseknya pilar beton itu sama buritan kapal. Waktu dilihat, ternyata tertabrak lagi jembatan,” jelas Teddy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando mengakui telah menekankan bahwa dirinya sudah mengetahui terkait insiden ini. Pihaknya bergerak cepat berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelayaran (KSOP) Samarinda untuk menghentikan sementara alur pelayaran di Sungai Mahakam. “Kita sudah koordinasi dengan KSOP, penggolongan dihentikan dulu,” tegasnya.

Terkait kondisi terkini kapal tugboat dan tongkang, Yusliando berujar bahwa merupakan ranah Sat Polairud Polresta Samarinda serta KSOP untuk penyelidikan lebih lanjut. “Lebih tepatnya mereka (KSOP dan Sat Polairud) yang melakukan penyelidikan,” tandasnya.

2. Fakta Angkutan Sungai Mahakam Lumpuh, Tak Dapat BBM Subsidi, Harga Sembako di Mahulu Terancam Naik

Transportasi sungai di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Sungai Mahakam lumpuh karena tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Sejak Jumat (23/1/2026) sedikitnya 28 kapal pengangkut barang dan penumpang di jalur Sungai Mahakam yang melayani rute di tiga kabupaten di Kaltim yakni Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) terpaksa berhenti beroperasi dan hanya sandar di dermaga Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda.

Kapal-kapal yang berlayar hingga daerah hulu Sungai Mahakam di Provinsi Kaltim tersebut tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat kosongnya stok BBM bersubsidi, yang selama ini menjadi penopang utama operasional transportasi sungai. Kondisi ini diperparah oleh belum terbitnya rekomendasi baru dari instansi terkait, yang menjadi syarat pengajuan BBM bagi kapal rakyat.

Pantauan di dermaga menunjukkan sejumlah kapal masih tertambat tanpa kepastian waktu keberangkatan. Penumpang dan barang, termasuk bahan kebutuhan pokok, tampak menumpuk dan menunggu kejelasan kebijakan pemerintah. Sekitar 28 kapal dilaporkan berhenti beroperasi, menyebabkan penumpukan penumpang dan barang di dermaga.

Kapal-kapal tersebut selama ini melayani pengangkutan penumpang sekaligus distribusi logistik ke Kukar, Kubar, dan Mahulu, wilayah yang sangat bergantung pada jalur sungai. “Dampaknya jelas, ada penumpukan penumpang dan barang di dermaga,” kata Husaini, pengurus kapal.

3. Jalan Rusak Muara Lawa–Bentian Besar Mulai Diperbaiki 2026, APBN Kucurkan Rp183 Miliar

Perbaikan jalan Muara Lawa–Bentian Besar akhirnya mulai direalisasikan pada 2026 setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga. Ruas jalan nasional Muara Lawa–Bentian Besar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, dipastikan akan mulai ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total alokasi anggaran sebesar Rp183 miliar.

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Bentian Besar yang selama ini harus menghadapi kondisi jalan rusak parah, berlumpur saat musim hujan, dan berdebu tebal ketika kemarau. Jalan ini merupakan jalur lintas provinsi yang sangat vital, menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah melalui jalur darat. Selama bertahun-tahun, kondisi ruas tersebut dikeluhkan warga karena kerusakan yang semakin parah.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *