Bencana Angin Kencang Mengguncang Kecamatan Tanawawo
Bencana angin kencang yang terjadi sejak Rabu, 21 Januari hingga Jumat, 23 Januari 2026, telah memporak-porandakan pemukiman warga di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, NTT. Dampak bencana ini menimpa sejumlah desa dan mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan pada bangunan rumah serta infrastruktur.
Saat ini, terdapat 10 desa di wilayah Kecamatan Tanawawo yang terkena dampak bencana angin kencang. Banyak warga mengalami kerugian material akibat atap dan dinding rumah rusak, serta pohon tumbang yang mengganggu jalur jalan poros kecamatan.
Upaya Penanganan Bencana
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas, Ipda Leonardus Tunga, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan kecamatan sedang melakukan pembersihan jalan poros serta pendataan dampak bencana. Berikut beberapa langkah yang dilakukan:
- Personil Pospam Tanawawo Polsek Paga telah melakukan pengamatan, pendataan, dan pengambilan keterangan dari masyarakat di titik-titik yang terkena dampak bencana alam.
- Pihak kepolisian memberikan himbauan/sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berada dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama bencana alam Hidrometeorologi terjadi.
- Dilakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah setempat dan Dinas Sosial untuk bersama-sama melakukan upaya penanganan dan penanggulangan sementara di wilayah yang terkena dampak bencana alam Hidrometeorologi.
- Pembersihan pohon tumbang sepanjang jalan poros kecamatan dari Dusun Wolofeo sampai Dusun Lambalena Desa Renggarasi dilakukan oleh personil kepolisian.
- Personil kepolisian mendatangi titik atau rumah warga yang terkena dampak bencana.
Kerusakan Rumah Warga
Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Berikut data kerusakan rumah yang dilaporkan:
- Rumah Wenseslaus Apolo, warga Nua Tol, Dusun Wolofeo, Desa Renggarasi. Kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp. 15.000.000. Penghuni rumah 4 orang dalam keadaan selamat.
- Rumah Maria Mare, Lambalena, Dusun Lambalena, Desa Renggarasi. Kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp. 20.000.000. Penghuni rumah 1 orang dalam keadaan selamat.
- Rumah Fransiskus Mode, Lambalena, Dusun Lambalena, Desa Renggarasi. Kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp 5.000.000. Penghuni rumah 1 orang dalam keadaan selamat.
- Rumah Stevanus David, warga Mbeja, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti. Kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp. 25.000.000. Penghuni rumah 5 orang dalam keadaan selamat.
- Rumah Jonosius Rangga, warga Mbeja, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti. Kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp. 5.000.000. Penghuni rumah nihil karena sedang merantau.
- Rumah Fernandes Bona, warga Funga, Dusun Mbeja, Desa Bu Watuweti. Kerusakan atap seng dengan kerugian sekitar Rp 5.000.000. Penghuni rumah 3 orang dalam keadaan selamat.
Tim Penanganan Bencana
Saat ini, beberapa petugas dan perangkat desa sedang berada di lokasi untuk membantu proses penanganan bencana. Beberapa di antaranya adalah:
- Kapospam Tanawawo Polsek Paga Aiptu Fransiskus Lister
- Kanit Samapta Polsek Paga Aipda Melkhisua E. Bayang
- Bhabinkamtibmas Polsek Paga Aipda Maksimilianus Epu
- Ba Pospam Tanawawo Polsek Paga Bripka Firmianus Weki
- Babinsa Tanawawo Serka Kornelis Keli
- Pendamping Sosial dari Kementrian Sosial Florianus Herijon Webron, S.Sos
- Perangkat Desa Renggarasi Thomas Toda
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










