"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Inovasi Indonesia Masters: Jaga Marwah Istora, Lebih Ramah Pengunjung



Turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026 berlangsung dengan penuh semangat. Sebagai ajang dunia pertama di Jakarta pada awal tahun ini, penyelenggaraan turnamen ini dilakukan dengan sangat megah. Semua aspek disiapkan secara maksimal untuk menjaga keistimewaan Istora Senayan tetap terjaga dan bermarwah.

Indonesia Masters kini memiliki level BWF Super 500. Meskipun berada di bawah Malaysia Open (Super 1000) dan India Open (Super 750), Istora Senayan tetap memiliki daya tarik yang unik dan selalu dinantikan oleh para penggemar. Maka dari itu, panitia penyelenggara tidak ingin mengecewakan para tamu. Untuk itu, mereka melakukan sejumlah inovasi baru agar turnamen ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Achmad Budiharto, Ketua Panpel Indonesia Masters 2026, menjelaskan bahwa inovasi yang dibuat mencakup segi teknis maupun non-teknis. Tujuannya adalah memastikan kenyamanan bagi para atlet serta siapa pun yang hadir di lokasi.



Biasanya, turnamen BWF Super 500 menggunakan 4 lapangan, namun Indonesia Masters 2026 hanya menggunakannya 3. Tujuan utamanya adalah agar media yang ingin meliput bisa bergerak lebih leluasa. Selain itu, tersedia juga 3 lapangan untuk pemain pemanasan, yang biasanya hanya ada 2.

“Selain 3 lapangan, kami juga menyediakan peralatan gym yang akan sangat membantu mereka dalam persiapan kondisi saat pemanasan. Ini hal-hal baru, karena biasanya tidak ada lapangan seperti ini. Sekarang kami membeli lapangan gym yang lebih lengkap,” ujar Achmad dalam konferensi pers, Senin (19/1).

Selain itu, panpel juga membuat area playlot yang dilengkapi barista agar atlet bisa memesan minuman dan makanan. Fasilitas medis juga ditingkatkan.

“Permasalahan medis dari BWF kini lebih ketat. Jadi kami menyiapkan tempat transit untuk pengelolaan kondisi tertentu, seperti rumah sakit mini untuk layanan medis di sana,” jelas Achmad.

“Kami juga menyediakan tim medis di setiap aktivitas olahraga, bukan hanya di warming up, tapi juga di practice. Biasanya tidak ada tim medis, sekarang kami siapkan tim medis,” tambahnya.

Pada intinya, Indonesia Masters 2026 ingin menjadi lebih inklusif. Tidak hanya soal tiket, tetapi juga inovasi lain yang membuat masyarakat semakin dekat dengan bulu tangkis.

“Beberapa fasilitas memungkinkan audiens yang datang bisa membawa keluarganya. Kami ingin setting di event ini menjadi seperti family gathering. Kenapa family gathering? Karena kita perlu membangkitkan minat orang tua untuk mengajarkan anak-anak melihat bulu tangkis,” kata Achmad.

“Kami ingin memberi kesempatan audiens berinteraksi dengan suasana dan kondisi di mana event ini berlangsung. Dari setting-nya pun, arena juga berbeda. Kami tidak lagi menggunakan body gate. Artinya, semua orang yang datang ke Kompleks Istora bisa menikmati segala sesuatu yang kami siapkan.”

“Pasti ada batasannya, yaitu waktu mereka masuk ke gedung bermain. Namun, kami juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan atlet. Ada beberapa lokasi yang pakai body gate. Tapi secara umum, semua audiens bisa menikmati,” lanjutnya.

Panpel tidak hanya memperhatikan atlet, tetapi juga penonton. Salah satu terobosan baru adalah penyesuaian harga tiket. Keputusan ini bahkan diapresiasi oleh atlet.

“Sebelum main tadi sempat nonton juga, lihat bagaimana kondisi lapangan, segala macam, wah ramai juga. Jadi memang enggak bisa bohong. Karena mungkin tiket di Indonesia Masters kali ini juga lebih murah dari sebelumnya. Jadi itu daya tarik untuk teman-teman datang nonton langsung,” kata Anthony Ginting usai bertanding pada Selasa (20/1).

Inovasi-inovasi ini membuat Indonesia Masters 2026 lebih bergairah. Atlet lain juga merasa bahwa turnamen kali ini lebih meriah.

“Tahun ini lebih meriah, penontonnya juga lebih ramai dan fasilitasnya sangat bagus ya sekarang,” ujar Siti Fadia, yang bermain di sektor ganda putri bersama Amallia Pratiwi.

“Lebih padat daripada tahun lalu. Karena mungkin dari segi harga [tiket] lebih mudah dijangkau,” ucap Reza Pahlevi, yang bertanding dengan Sabar Gutama di sektor ganda putra.



Pengakuan terhadap magis Indonesia Masters 2026 juga datang dari atlet luar negeri. Salah satunya ganda campuran Spanyol, Ruben Garcia/Lucia Rodriguez, yang takjub dengan atmosfer Istora.

“Ya, tentu saja. Sungguh luar biasa bisa bermain di babak kualifikasi di arena dengan banyak orang. Di Eropa, Anda tidak melihat hal seperti itu. Bagi kami, ini suatu kehormatan untuk bermain di kejuaraan ini,” kata Garcia.

“Suasananya luar biasa. Para penggemar sangat antusias dan kami sangat senang bisa bermain di sini,” timpal Rodriguez.



Selain itu, Indonesia Masters 2026 juga dipercaya menjadi ajang uji coba untuk regulasi anyar. Aturan Time Clock 25 Detik dibuat agar tidak banyak waktu terbuang sia-sia karena pemain berusaha menunda-nunda pertandingan.

Melalui sistem Time Clock, pemain — khususnya server — memiliki waktu maksimal 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya. Penghitungan mundur dimulai sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya.

BWF juga menegaskan aktivitas yang diperbolehkan pemain di antara reli. Dalam rentang waktu tersebut, pemain boleh mengelap handuk, minum, mengikat tali sepatu, bicara dengan pelatih, meminta pengepelan lapangan dalam waktu singkat, hingga menggunakan semprotan dingin tanpa izin wasit.

Selain itu, permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir hingga batas waktu 25 detik. Wasit berwenang menghentikan penghitungan waktu jika diperlukan pengepelan lapangan dalam durasi lebih lama, challenge, pengecekan IRS, dan lain-lain.

Para pemain yang melanggar siap-siap dikenai hukuman. Sanksi untuk para pelanggar dapat berupa peringatan verbal, kartu kuning, hingga kartu merah sesuai tingkat pelanggaran. Namun pada masa uji coba di Indonesia Masters, sanksi yang diberlakukan hanya berupa peringatan.

Andai semuanya dianggap berjalan mulus, aturan Time Clock ini bisa dilanjutkan sepanjang tahun. Dengan begini, Indonesia Masters dapat menjadi titik di mana dunia bulu tangkis memasuki babak baru.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *