Persebaya Surabaya Menghadapi Ujian Berat dari PSIM Jogjakarta
Pada laga pekan ke-18 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat dari PSIM Jogjakarta. Pertandingan ini digelar pada hari Minggu (25/1) pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung Bantul. Meskipun datang dengan optimisme setelah jeda kompetisi dan perombakan skuad signifikan, Persebaya Surabaya harus waspada menghadapi ancaman dari lima pemain kunci PSIM yang bisa merusak tren positif pelatih Bernardo Tavares.
Persiapan Intensif oleh Pelatih Bernardo Tavares
Bernardo Tavares memanfaatkan jeda sejak awal Januari untuk membangun ulang fondasi permainan tim Persebaya. Latihan intensif dilakukan agar pemain lama dan rekrutan anyar dapat bekerja sama secara efektif. Dia menekankan pentingnya kompetisi sehat di dalam tim, dengan setiap posisi memiliki kedalaman yang merata dan kualitas seimbang.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat,” ujarnya. Selain itu, dia juga menekankan kebutuhan keseimbangan antara kecepatan dan kekuatan duel udara. “Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” tambahnya.
Tujuan utamanya adalah memperkuat ruang ganti agar tim semakin solid. Dengan target tersebut, Persebaya Surabaya diharapkan mampu menunjukkan konsistensi di putaran kedua super league.
Pemain Kunci PSIM yang Menjadi Ancaman
PSIM Jogjakarta memiliki lima pemain kunci yang siap memberikan ancaman nyata kepada Persebaya Surabaya. Mereka adalah:
-
Ze Valente – Sebagai motor permainan PSIM di lini tengah, Ze Valente mencatatkan nilai rata-rata 7.81. Kemampuannya dalam membaca ruang dan mendistribusikan bola membuatnya menjadi ancaman serius bagi lini tengah Persebaya.
-
Ezequiel Vidal – Dengan rapor 7.24, Vidal menjadi pendamping ideal Ze Valente. Keagresifannya dalam duel dan kemampuannya menusuk dari lini kedua kerap membuka ruang bagi rekan setim di sepertiga akhir.
-
Cahya Supriadi – Sebagai kiper PSIM, Cahya Supriadi tampil konsisten dengan nilai 7.21. Refleks cepat dan keberaniannya dalam membaca arah bola membuatnya menjadi penyelamat tim di momen krusial.
-
Franco Ramos Mingo – Bek tangguh PSIM dengan nilai 6.96, Ramos Mingo kuat dalam duel udara dan disiplin menjaga area pertahanan. Keberadaannya memberi rasa aman bagi rekan-rekannya.
-
Yusaku Yamadera – Bek asal Jepang ini dikenal tenang dan rapi dalam mengawal pertahanan. Nilai 6.95 yang ia catatkan mencerminkan kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan intersep bersih.
Tekanan dari Suporter PSIM
Stadion Sultan Agung Bantul hampir pasti dipenuhi dukungan suporter PSIM. Atmosfer ini bisa menjadi tekanan tambahan bagi para pemain Green Force. Persebaya Surabaya harus tetap fokus dan menjaga komunikasi antar lini sejak menit awal.
Prediksi Laga yang Ketat dan Penuh Tensi
Laga ini diprediksi berjalan ketat dan penuh tensi. Hasilnya akan menjadi gambaran arah perjalanan Persebaya Surabaya di putaran kedua. Bagi Bernardo Tavares, laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga ujian apakah proses perombakan skuad berjalan sesuai rencana.
Dengan modal kekuatan dari lima pemain kunci PSIM, laga ini akan menjadi tantangan berat bagi Persebaya Surabaya. Kunci laga ada pada duel lini tengah dan efektivitas penyelesaian akhir. Kesalahan kecil bisa berujung hukuman di kandang lawan.











