Peristiwa Guru Jatuh Pingsan Saat Rapat dengan Bupati Sikka
Seorang guru bernama Avelinus Nong mengalami kejadian yang mengejutkan saat menghadiri rapat koordinasi bersama Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Juventus Prima Yoris Kago. Peristiwa tersebut terjadi di kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) pada Kamis, 15 Januari 2026. Avelinus jatuh pingsan setelah mengalami luka serius hingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc Hillers Maumere.
Peristiwa ini awalnya berawal dari keluhan yang disampaikan oleh Avelinus selaku Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar. Ia melaporkan kekhawatiran pihak sekolah terkait pengukuran lahan SDN Hamar secara sepihak oleh pihak desa untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Avelinus khawatir bahwa rumah dinas guru dan fasilitas sekolah lainnya akan digusur akibat proyek tersebut.
“Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, karena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru, kalau diukur lalu dibangun Kopdes maka teman guru tinggal di mana,” ujarnya dalam pernyataannya.
Namun, bukannya mendapat solusi, Avelinus justru dipanggil ke depan dan menjadi sasaran kemarahan bupati. Pasalnya, ia kedapatan merokok bersama rekan gurunya saat sesi dialog berlangsung. Bupati Juventus Prima Yoris Kago menangkap Avelinus karena tindakan tersebut. Avelinus mengaku bahwa dirinya merokok, tapi tidak sengaja dan bukan bermaksud tidak menghargai.
“Saya akui saya merokok, tapi tidak sengaja dan bukan bermaksud tidak menghargai,” ujar Avelinus.
Avelinus mengaku bahwa dirinya dipanggil ke depan forum dan di-bully di hadapan ratusan kepala sekolah. Ia menyebut kata-kata yang dilontarkan kepadanya sangat tidak layak bagi seorang pendidik maupun sebagai manusia.
“Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt (Pelaksana Tugas) kepala sekolah, beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan (skak) dan masih banyak lagi kata-kata hinaan yang saya terima,” katanya.
Avelinus mengatakan bahwa perkataan Bupati Sikka membuatnya merasa seperti penjahat kelas kakap yang sedang diadili. “Saya dihina habis-habisan mulai dari tempat duduk hingga sampai di depan forum. Saya saat itu merasa seperti bukan manusia lagi,” tambahnya.
Bupati Sikka Minta Maaf
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan permohonan maaf kepada Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, apabila ada ucapan yang menyakitkan saat rapat koordinasi Kepala sekolah di kantor Dinas PKO.
“Saya minta maaf, kalau kata-kata saya menyakitkan pak Guru. Dan saya juga memaafkan pak guru karena perbuatan indisiplin,” kata Bupati Sikka, Jumat 16 Januari 2026 siang.
Juventus menjelaskan bahwa dalam kesempatan memberikan tanggapan atas usul-saran para peserta rakor, ia menemukan Avelinus Nong sedang merokok. Konsentrasinya terganggu dan tidak lagi menanggapi usul-saran para Kepala sekolah, melainkan menanggapi fakta tentang adanya guru dengan status kepala sekolah merokok di saat pertemuan resmi dengan Pimpinan Daerah.
Akibatnya, Bupati Sikka meminta Guru tersebut untuk maju ke depan. “Saya minta Pak Guru yang merokok itu maju ke depan, Pak Avelinus maju ke depan berdiri di hadapan para guru kepala SD, Misalnya Bapak sedang mengajar di depan kelas dan menemukan ada murid Bapak yang sedang merokok, apa yang kiranya Bapak lakukan?” Lanjut Bupati, “Sebagai guru, bapak ini menjadi teladan bagi murid-murid. Guru itu untuk digugu dan ditiru. Tapi kalau perilaku Bapak begini, apakah pantas dan layak diteladani?” jelasnya.
Kata Bupati Sikka, tindakan tersebut bukan karena Perda tentang Kawasan Merokok, melainkan karena tugas Bupati sebagai Pembina Guru sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (diubah UU No. 9 Tahun 2015); dan karena jabatan guru sebagai teladan perilaku & standard moralitas bagi murid-muridnya (Kode Etik Guru Indonesia (Permendikbudristek No. 67/2024).
Penjelasan Terkait Kejadian Avelinus Jatuh Pingsan
Setelah ditegur Bupati sekitar 2 menit itu, Avelinus tiba-tiba jatuh ke depan hingga bibirnya membentur ubin. Bibirnya luka. Para peserta rakor spontan menolong dan langsung sadar dan menyatakan dirinya baik-baik saja.
“Jadi beliau tidak sampai pingsan yang lama. Ia jatuh sendiri dan bibirnya pecah itu bukan karena ditinju siapapun. Menurut sumber lain, Pak Avelinus kecapaian akibat malam sebelumnya ada kerja lembur utk perpisahan dgn Kepsek yang pensiun,” Jelasnya.
Guru tersebut kemudian diantar ke RSUD oleh Koordinator Pengawas untuk mendapatkan perawatan, Guru tersebut dirawat dengan 5 jahitan di bibir bagian atas.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










