Liverpool Masih Mencari Pemain Tengah Ideal
Meski memiliki stok pemain yang cukup banyak, Liverpool masih mencari pemain tengah ideal untuk memperkuat lini tengah mereka. Sebagai alternatif, The Reds pun bersaing untuk mendapatkan Breno Bidon, gelandang muda dari klub Corinthians. Sayangnya, Breno juga menjadi incaran beberapa klub besar Eropa seperti Arsenal, Chelsea, Manchester United, Newcastle, Aston Villa, dan Brighton.
Fans Liverpool yang tergabung di The Big Reds Banjarbaru, Mulyono Tasman, memberikan penilaian bahwa Breno bisa memberikan kepresisian umpan yang lebih tinggi dibanding rata-rata starter Liverpool saat ini. Menurut Mulyono, Breno lebih mengandalkan kecerdasan posisi, membaca tempo dan ritme bola daripada kemampuan fisik. Hal ini terlihat dari umpan terobosan cepat ke sisi sayap dengan presisi tinggi serta kemampuan melepaskan bola di saat paling kritis tanpa panik.
Mulyono menambahkan bahwa banyak pemain Brasil kesulitan beradaptasi dengan cuaca dan jadwal padat. Namun, Breno memiliki mental kuat karena pengalaman sebagai pemain senior muda dan juara Copa do Brasil serta U20. Dengan persaingan gelandang kreatif kelas dunia di Liverpool, Breno butuh waktu untuk menembus starting XI. Selain itu, dia juga lepas dari beban mental harga transfer tinggi, tetapi dengan karakter yang tenang dan pendekatan fokus kerja keras, justru ini bisa memacunya.
Jika dilihat dari gaya mainnya, Mulyono menilai Breno mirip dengan gelandang kreatif legenda Barito Putera yang tenang seperti Frans Sinatra Huwae di puncak kariernya. Ia memiliki visi, umpan rapi, bukan yang menggempur secara fisik.
Persaingan untuk Mendapatkan Breno Bidon
Menurut jurnalis Turki Burhan Can Terzi, melalui Sport Witness, Galatasaray terancam kehilangan target transfer karena Liverpool telah ikut serta dalam persaingan. “Galatasaray saat ini sedang menjalin kontak dan sangat menginginkan seorang pemain, dan presiden telah menyetujuinya,” katanya. “Pemain ini berusia 20 tahun. Ini adalah pemain yang bukan Hakan Çalhanoglu. Saingan Galatasaray dalam transfer ini adalah Liverpool.”
Meskipun reporter tersebut tidak mengkonfirmasi nama pemain, Sport Witness meyakini bahwa pemain tersebut adalah gelandang Corinthians, Breno Bidon, yang juga diincar oleh Arsenal, Chelsea, Manchester United, Newcastle, Aston Villa, dan Brighton. Pemain internasional Brasil U-20 ini telah memainkan 102 pertandingan senior untuk Corinthians, dan dibandingkan dengan bintang PSG, Vitinha, karena kemampuannya untuk bergerak lincah di tengah situasi sulit di lini tengah.
Perbandingan Breno Bidon vs Florian Wirtz
Breno Bidon (20 tahun) – Corinthians
– Musim 2025: ±56 penampilan semua kompetisi, 1 gol, 1 assist, akurasi umpan sekitar 88 persen, rata-rata 1.4 tekel per game dan ±4.1 intersepsi per game di Serie A Brazil.
– Kontribusi utama tidak pada skor langsung, melainkan kestabilan operan dan transisi bola cepat dari lini tengah.
– Sofascore: penilaian per pertandingan sering stabil di kisaran ~7.0.
Florian Wirtz (22–23 tahun) – Liverpool
– Musim pertama di Liverpool: ±21 penampilan, 3 gol sebagai playmaker lini depan, dengan peran utama dalam pembuatan peluang dan assist.
– Di Bundesliga/PL sebelum ini, Wirtz dikenal unggul dalam umpan kunci, kreativitas di kotak penalti lawan, serta dribel untuk melewati garis pertahanan.
Breno Bidon menunjukkan statistik umpan dan penguasaan bola mengesankan di Brasil. Meski angka gol/assist rendah, peran penghubung yang sangat berorientasi distribusi membuatnya mirip dengan “6.5” atau “8” modern bukan murni attacking winger/statistik mencolok. Wirtz, di sisi lain, sudah terbukti produktif di liga top Eropa, dengan kontribusi gol/assist lebih signifikan dan sering terlibat dalam skema transisi akhir.
Fakta Konteks: Breno bermain reguler di usia 20 tahun di klub besar Brasil, sementara Wirtz masuk tim inti Liverpool setelah pengalaman top Bundesliga ini memberikan konteks bahwa perbedaan kualitas kompetisi jelas terasa saat dibandingkan secara statistik mentah.
Atribut Teknis & Gaya Main
Breno Bidon
– Midfielder modern dengan visinya untuk membuka ruang dan umpan-umpan penetratif (termasuk umpan panjang akurat dan permainan vertikal).
– Tidak terlalu dominan secara fisik; akurasi dan tempo pengambilan keputusan yang tinggi jadi andalan.
– Sering menjadi pivot yang menjaga ritme permainan dan membantu memulai fase serangan.
Florian Wirtz
– Playmaker kelas atas yang menggabungkan dominasi teknis, dribel cepat, dan insting akhir di kotak penalti.
– Lebih agresif attacking dan lebih berani mengambil risiko dalam fase ofensif.
Perbedaan Taktik Utama
Breno lebih “pemain konfigurator” lini tengah—stabilisator dengan distribusi yang halus dan membaca permainan tingkat tinggi. Wirtz adalah “katalis serangan” yang langsung mempengaruhi peluang gol.
Kelemahan & Kelebihan Tersembunyi jika ke Liga Inggris
Kelemahan Breno:
– Intensitas fisik dan kecepatan duel di Liga Inggris jauh di atas Liga Brasil, berpotensi menjadi tantangan awal utama.
– Belum menunjukkan output angka langsung (gol/assist) yang tinggi, dan kompetisi EPL menuntut kontribusi langsung.
Kelebihan Tersembunyi:
– Pola umpan dan penguasaan bola bisa jadi elemen stabil bagi Liverpool (terutama dalam fase keluar tekanan).
– Mentalitas bisa tumbuh bila mencocokkan fokusnya dari peran “regista” ke adaptasi taktik yang lebih Eropa.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











