Inisiatif Golek Garwa: Mencari Jodoh dengan Aman dan Sesuai Syariat
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menghadirkan inisiatif baru bernama Golek Garwa sebagai upaya mempertemukan jodoh secara aman, terarah, dan sesuai syariat di tengah tantangan pencarian pasangan pada era digital. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Masjid Sheikh Zayed Solo, Fortais, dan Kemenag Surakarta yang menerapkan proses ta’aruf dengan seleksi ketat serta menjaga kerahasiaan data peserta.
Awal Mula Terbentuknya Golek Garwa
Golek Garwa lahir dari diskusi internal pengurus masjid dan berbagai masukan masyarakat, khususnya melihat fenomena banyaknya warga lajang di Kota Solo. Inisiatif ini juga terinspirasi dari kegiatan serupa yang ada di Yogyakarta. Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo karena tema besar yang diangkat adalah keluarga, sehingga muncul gagasan untuk menghadirkan forum pencarian jodoh yang lebih aman dan terarah.
Menurut Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, kemajuan teknologi dan media sosial tidak selalu memudahkan seseorang mendapatkan pasangan. Bahkan, sering kali muncul kasus penipuan dan penyalahgunaan identitas di ruang digital. Oleh karena itu, pihak masjid menciptakan Golek Garwa sebagai solusi yang lebih baik.
Proses Taaruf dan Seleksi Ketat
Munajat menegaskan bahwa Golek Garwa dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta mengedepankan kerahasiaan terkait identitas diri. Para peserta mengikuti proses taaruf dengan menyerahkan data diri kepada panitia dan dilengkapi dengan beberapa berkas sesuai aturan pemerintah.
Peserta yang ingin berpoligami tidak diperkenankan mengikuti kegiatan ini. Semua data akan discreening terlebih dahulu. Semua peserta harus lajang, kalaupun duda atau janda harus melampirkan surat perceraian atau akta meninggal. Mereka juga akan menandatangani pakta integritas.
Data diri para pendaftar sangat dirahasiakan dalam kegiatan ini, kecuali jika sudah resmi menyatakan cocok dan bersama, itu pun jika yang bersangkutan mau juga. Peserta juga diminta terbuka mengenai kekurangan dan kendala yang selama ini membuat mereka belum mendapatkan pasangan. Meski demikian, Munajat memastikan seluruh data pribadi pendaftar dijaga kerahasiaannya.
Antusiasme Tinggi dan Peserta Beragam
Sejak pertama kali digelar, antusiasme masyarakat pada kegiatan Golek Garwa ini sangat tinggi. Pada kegiatan perdananya yang digelar pada tahun 2025, sekitar 700 orang mendaftar. Antusiasme juga terjadi pada acara Golek Garwa kedua, 5–6 Juli 2025. Pada sesi ketiga yang akan digelar pada 28 Februari–1 Maret 2026 ini, sudah ada 250 orang yang mendaftar.
Sampai hari ini (16 Januari) belum banyak, tapi sudah ada sekitar 250-an orang yang mendaftar (acara Golek Garwa). Adapun Munajat menambahi sampai saat ini sudah ada total 2.000 peserta yang ikut mendaftarkan diri, itu belum dikurangi orang-orang yang mundur karena sudah mendapatkan jodoh di tempat lain.
Usia peserta Golek Garwa sangat beragam, mulai dari 20 hingga 78 tahun. Menurut Munajat, tidak ada sistem perjodohan dalam kegiatan ini. Setiap peserta bebas memilih sendiri pasangannya saat sesi pengenalan. “Tidak ada sistem perjodohan, mereka akan memilih sendiri-sendiri pasangannya. Satu orang boleh memilih lebih dari satu, nanti mana yang saling terhubung,” kata Munajat.
Ia mencontohkan pernah terjadi satu peserta dipilih oleh puluhan orang sekaligus. “Dulu sempat ada 50 orang sama-sama memilih satu orang yang sama. Tinggal orang tersebut cocok yang mana,” ujarnya.
Hasil yang Menggembirakan
Selanjutnya, jika sudah saling berkenalan, mereka menandai pilihannya dan melakukan follow up kepada panitia. Panitia kemudian melakukan pencocokan terhadap peserta yang saling menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan pendalaman masing-masing. Hasilnya pun bisa beragam. “Ada yang jadi, ada yang tidak, dan itu biasa terjadi,” tambah Munajat.
Menuju Pernikahan dengan Fasilitas Lengkap
Dalam pelaksanaannya, Golek Garwa juga memiliki sesi penyampaian perasaan yang dilakukan secara tertutup. Munajat menyebut pernah ada lima pasangan yang resmi menjalin hubungan pada hari tersebut. Dari kedua kegiatan yang sudah berjalan, tercatat sekitar 40 pasangan yang melaporkan telah resmi bersama. Bahkan, pada 2 Desember lalu, enam pasangan yang bertemu melalui Golek Garwa telah dinikahkan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dengan fasilitas lengkap.
“Kita nikahkan di Masjid Zayed, fasilitasnya honeymoon di hotel Solo bintang empat, rias, cincin kawin, mahar 100 dirham,” ungkap Munajat. Hingga kini pihak masjid belum menerima keluhan dari para peserta. “Sejauh ini tidak ada komplain,” katanya.
Munajat berharap Golek Garwa terus membawa keberkahan dan semakin banyak membersamai peserta untuk menemukan jodohnya pada 2026. “Harapannya semoga banyak yang berjodoh di 2026. Kita diniati baik untuk menyempurnakan ibadah. Kalau niatnya baik, kebaikan akan bergulir,” katanya.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











