"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Petik Buah Musang King, Panen Melimpah dan Viral di Media Sosial

Awal Mula Usaha Wisata Petik Buah di Desa Pinggirsari

Di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pasangan Humam Ismail (37) dan Wulan Andriani (35) memulai usaha wisata petik buah yang kini menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung. Awalnya, mereka hanya mengandalkan hasil panen berbagai jenis buah yang melimpah. Namun, dari situ muncul ide untuk membuka wisata petik buah dengan nama Wisata Petik Buah Musing King.

Sejak awal 2025, wisata ini mulai dikenal secara luas. Buah-buahan utama yang ditawarkan adalah melon premium, durian, dan alpukat. Setiap tahun, Humam dan Wulan terus menambah varietas tanaman buah untuk memenuhi kebutuhan pasar dan pengunjung.

Perkembangan Tanaman Buah

Humam mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, ia mulai menanam 100 pohon durian dengan berbagai jenis seperti bawor, duri hitam, musang king, super tembaga, dan montong. Di tahun 2022, penanaman dilanjutkan dengan menambahkan pohon alpukat, seperti aligator, miki, red Vietnam, dan hass. Pada tahun 2023, mereka memulai penanaman melon premium seperti honey globe, king so, sweet net, dan king show.

Puncak dari usaha ini terjadi pada awal 2025, ketika seluruh buah yang ditanam dapat dipanen secara bersamaan. Humam dan istrinya mengambil video saat panen dan mengunggahnya di media sosial, termasuk TikTok. Tanpa disangka, unggahan tersebut viral dan menjadi FYP, sehingga banyak orang ingin berkunjung.

Konsep Wisata Petik Buah

Dari situ, mereka memutuskan untuk membuat konsep wisata petik buah. Pengunjung bisa memetik buah sendiri dan kemudian ditimbang untuk dibayar. Tidak ada biaya masuk, sehingga pengunjung merasa nyaman dan puas.

Selain itu, Humam dan Wulan juga membuka paket edukasi untuk anak-anak TK-SD, pondok pesantren, serta para pegawai yang akan pensiun. Anak-anak diajarkan mengenal berbagai jenis buah, proses menanam, memanen, hingga penjualan. Sedangkan untuk pegawai pensiunan, lebih fokus pada pelatihan penanaman sebagai usaha pascapensiun.

Lokasi ini juga menjadi tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK Pertanian dan mahasiswa dari berbagai kampus. Untuk paket edukasi, tarif yang dikenakan adalah Rp 25.000 per anak, dan jika ditambah outbond menjadi Rp 45.000 per anak. Dalam satu bulan, terdapat 6-7 paket edukasi yang tersedia.

Jenis Buah yang Disediakan

Wulan menjelaskan bahwa wisata petik buah menawarkan pengalaman unik, yaitu memilih sendiri buah yang diinginkan dan memetik langsung dari pohonnya. Meski buah premium memiliki harga yang lebih mahal, pengunjung tetap puas karena rasanya yang lezat.

Buah yang paling diminati adalah durian premium seperti duri hitam, musang king, dan super tembaga. Namun, karena durian bersifat musiman, Wulan dan suaminya juga menanam buah-buahan lain seperti alpukat, nangka, jeruk, dan belimbing sebagai pengisi saat musim durian tidak sedang.

Sistem Penanaman dan Produksi

Untuk menunjang produksi melon, Wulan dan Humam memiliki 10 green house khusus. Ada yang menggunakan sistem hidroponik dan ada pula yang menggunakan polibag dengan sistem pengairan tetes. Satu kali panen bisa menghasilkan 3-6 kuintal melon premium dengan harga Rp 25.000 per kg.

Semua melon habis dipetik oleh wisatawan, meskipun harganya premium, namun mereka tetap puas dengan rasa yang sangat manis. Selain itu, Wulan juga bekerja sama dengan rekanan untuk memasok melon premium dari Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

Strategi Pasar dan Penjualan

Wulan memiliki hak untuk memilih melon yang sesuai standar kualitas premium agar menjaga kepercayaan pelanggan. Melon dari rekanan ini digunakan untuk memenuhi permintaan jika stok di lokasi kurang, tetapi lebih banyak dikirim ke pasar supermarket.

Sebelumnya, mereka juga menjual hasil panen ke pasar. Namun, sejak enam bulan terakhir, semua produk sudah terserap oleh wisata petik buah.

Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan

Puncak kunjungan terjadi pada akhir pekan dan hari liburan seperti tahun baru, lebaran, dan natal. Wisatawan datang dari berbagai daerah seperti Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Kediri, dan Surabaya.

Banyak pengunjung yang mampir saat perjalanan pulang setelah berkunjung ke pantai di pesisir selatan. Untuk hari normal, penjualan buah saja tanpa paket edukasi bisa mencapai Rp 15 juta per hari. Saat musim buah, pendapatan bisa mencapai Rp 30 juta per hari.

Salah satu penyumbang pendapatan adalah durian premium seperti musang king yang dijual Rp 250.000 per kg. Satu buah durian beratnya antara 1,5 kg sampai 2 kg.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *