Manchester United Mengalahkan Manchester City dalam Derby yang Bersejarah
Kota Manchester kembali berwarna merah setelah Manchester United berhasil memenangi laga derby melawan Manchester City di Old Trafford, pada Sabtu (17/1/2026). Kemenangan ini menjadi momen penting bagi klub yang dipimpin oleh pelatih sementara Michael Carrick.
Pada pertandingan pekan ke-22 Liga Inggris 2025-2026, Manchester United menang dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan mereka dicetak oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-65 dan Patrick Dorgu di menit ke-76. Kemenangan ini memberikan dorongan signifikan bagi posisi Manchester United di klasemen, yang kini naik ke peringkat kelima.
Manchester United kini hanya terpaut satu poin dari Liverpool di peringkat keempat. Sementara itu, Manchester City tetap berada di peringkat kedua dengan 43 poin. Namun, posisi mereka terancam digeser oleh Aston Villa yang akan bertanding melawan Everton pada hari Minggu (18/1/2026) malam ini.
Statistik Pertandingan yang Menarik
Meskipun Manchester City menguasai bola sebesar 68,2 persen, Manchester United justru lebih unggul dalam jumlah tembakan ke gawang lawan. Anak asuh Michael Carrick melepas 11 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara Manchester City hanya melepas 7 tembakan, dengan hanya satu yang mengarah ke gawang.
Michael Carrick, yang baru saja menjabat sebagai pelatih sementara, mengungkapkan bahwa Old Trafford adalah “tempat yang ajaib”. Meski tidak banyak yang memprediksi performa sempurna seperti ini, Carrick berhasil membawa timnya meraih kemenangan penting.
Pernyataan Michael Carrick Setelah Kemenangan
Menjelang pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala, Carrick menyampaikan beberapa pernyataan. Ia mengakui bahwa kemenangan ini merupakan awal yang bagus, namun ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam bermain.
“Konsistensi adalah kunci kesuksesan,” ujarnya. “Jika Anda bisa menemukan itu, Anda akan meraih kemenangan.”
Carrick juga menjelaskan bahwa ia tidak ingin terlalu terbawa suasana oleh hasil satu pertandingan. Ia lebih fokus pada standar dan ekspektasi yang harus dipenuhi oleh tim.
Analisis Tim Manchester United Saat Jadi Pundit
Sebagai mantan pemain Manchester United, Carrick masih memiliki tiket musiman untuk menghadiri pertandingan klub. Meskipun ia tidak tahu bahwa Ruben Amorim akan dipecat, ia tetap menganalisis permainan mantan timnya.
Ia menilai bahwa pendekatan kaku Amorim tidak efektif, terutama dalam hal konsistensi. Carrick menyarankan agar tim menggunakan formasi yang lebih fleksibel dan memaksimalkan potensi pemain.
Kunci Permainan Michael Carrick
Hasil kemenangan Manchester United datang dari permainan veteran Kobbie Mainoo bersama Casemiro. Kombinasi keduanya memberikan fondasi kuat di lini tengah. Selain itu, Harry Maguire juga tampil impresif dalam pertahanan, membantu Lisandro Martinez mengatasi Erling Haaland.
Maguire, yang kembali bermain setelah delapan minggu absen, mendapat pujian dari Carrick. Meskipun hanya berlatih singkat, ia mampu tampil baik dalam pertandingan tersebut.
Performa Pemain di Lapangan
Dalam serangan, Manchester United memanfaatkan kecepatan dan permainan langsung mereka. Bruno Fernandes dan Bryan Mbeumo berperan penting dalam menciptakan peluang. Di sisi sayap, Dorgu dan Matheus Cunha bekerja sama untuk mencetak gol kedua.
Susunan Pemain dan Hasil Akhir
Manchester United (4-2-3-1):
– 31-Senne Lammens
– 2-Diogo Dalot
– 5-Harry Maguire
– 6-Lisandro Martínez
– 23-Luke Shaw [26-Ayden Heaven 90′]
– 18-Casemiro [25-Manuel Ugarte 81′]
– 37-Kobbie Mainoo
– 16-Amad Diallo
– 8-Bruno Fernandes [7-Mason Mount 90′]
– 13-Patrick Dorgu
– 19-Bryan Mbeumo [10-Matheus Cunha 71′]
Pelatih: Michael Carrick
Manchester City (4-1-4-1):
– 25-Gianluigi Donnarumma
– 6-Nathan Aké
– 68-Max Alleyne [33-Nico O’Reilly 46′]
– 45-Abdukodir Khusanov
– 82-Rico Lewis
– 16-Rodri
– 11-Jérémy Doku [21-Rayan Aït-Nouri 80′]
– 47-Phil Foden [10-Rayan Cherki 46′]
– 20-Bernardo Silva [4-Tijani Reijnders 80′]
– 42-Antoine Semenyo
– 9-Erling Haaland [63-Divine Mukasa 80′]
Pelatih: Pep Guardiola
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











