"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Ayat Isra Miraj: Perjalanan Malam Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Surat Al-Isra Ayat 1 dan Penjelasan tentang Peristiwa Isra Mikraj

Surat Al-Isra ayat 1 adalah salah satu ayat yang menjelaskan peristiwa besar dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, yaitu peristiwa Isra dan Mikraj. Ayat ini berbunyi: “Subhanalladzi asra bi abdihi lailam minal masjidil harami ilal masjidil aqsa”, yang artinya “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina”.

Peristiwa Isra dan Mikraj merupakan mukjizat besar yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam waktu semalam, beliau dibawa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, tempat yang telah dikhususkan oleh Allah untuk menjadi tempat ibadah para nabi terdahulu. Tujuan dari peristiwa ini adalah agar Nabi Muhammad dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga ia bisa memahami lebih dalam tentang kekuasaan dan keagungan-Nya.

Bacaan Arab dan Arti Surat Al-Isra Ayat 1

Bacaan Arab:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Arab-Latin:
Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr

Artinya:
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Surat Al-Isra Ayat 1

Menurut tafsir Al-Muyassar dari Kementerian Agama Saudi Arabia, ayat ini menggambarkan betapa kuasa dan agungnya Allah. Hanya dengan satu malam, Nabi Muhammad SAW dibawa dari Makkah ke Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun selain-Nya. Nabi Muhammad SAW dibawa dalam keadaan terjaga, bukan tidur, dan dalam bentuk jasad serta ruhnya. Tujuan dari perjalanan ini adalah agar beliau dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan mendapatkan petunjuk tentang keesaan-Nya.

Selain itu, ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar segala ucapan hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala perbuatan mereka. Oleh karena itu, setiap orang akan mendapatkan haknya baik di dunia maupun di akhirat.

Peristiwa Isra dan Mikraj dalam Al-Quran

Peristiwa Isra dan Mikraj juga disebutkan dalam Al-Quran, khususnya dalam Surat An-Najm ayat 1-18. Ayat ini menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW ditemani oleh malaikat Jibril saat naik ke langit. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu dengan berbagai nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Setelah sampai di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah berupa perintah shalat 50 kali sehari semalam.

Namun, setelah berdiskusi dengan Nabi Musa, jumlah shalat dikurangi menjadi 5 kali sehari semalam. Hal ini menunjukkan bahwa Allah sangat memperhatikan kebutuhan ummat-Nya dan memberikan keringanan sesuai dengan kemampuan manusia.

Hadits tentang Peristiwa Isra dan Mikraj

Banyak hadits yang menyebutkan rincian peristiwa Isra dan Mikraj. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik. Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW menceritakan bagaimana beliau diberi kendaraan bernama Buraaq dan dibawa ke Baitul Maqdis. Di sana, beliau shalat dua rakaat dan kemudian naik ke langit bersama Jibril.

Setiap langit yang dilewati, pintu-pintu langit dibuka dengan pertanyaan-pertanyaan dari malaikat. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi dan menerima wahyu dari Allah. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya perjalanan Isra dan Mikraj dalam sejarah keimanan umat Islam.

Daftar Sahabat yang Meriwayatkan Peristiwa Isra dan Mikraj

Dalam kitab Al-Isra’ wal Mi’raj karya Syaikh Al Albani, terdapat 16 sahabat yang meriwayatkan kisah ini. Mereka antara lain:

  • Anas bin Malik
  • Abu Dzar
  • Malik bin Sha’sha’ah
  • Ibnu ‘Abbas
  • Jabir
  • Abu Hurairah
  • Ubay bin Ka’ab
  • Buraidah ibnul Hushaib Al-Aslamy
  • Hudzaifah ibnul Yaman
  • Syaddad bin Aus
  • Shuhaib
  • Abdurrahman bin Qurath
  • Ibnu ‘Umar
  • Ibnu Mas’ud
  • ‘Ali
  • ‘Umar

Peristiwa Isra dan Mikraj tidak hanya menjadi bagian dari sejarah agama Islam, tetapi juga menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memahami kebesaran-Nya.




Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *