"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Ibrahimovic Junior Siap Ulangi Jejak Ayah, Tinggalkan AC Milan Menuju Klub Masa Kecil Sang Ayah

Maximilian Ibrahimovic, Anak Zlatan yang Kini Menyusuri Jejak Ayahnya

Maximilian Ibrahimovic, putra dari legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic, kini resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam. Pemain muda berusia 19 tahun ini pindah dari AC Milan ke klub asal Belanda dengan status pinjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian permanen sebesar 3,5 juta euro (sekitar Rp68,6 miliar). Kesepakatan ini telah rampung dan hanya tinggal menuntaskan dokumen administrasi.

Maximilian, yang dikenal dengan panggilan Max, akan tiba di Amsterdam pada hari ini, Minggu (11/1/2026), dan dijadwalkan menjalani tes medis keesokan harinya. Sebelumnya, ia memperkuat AC Milan Futuro, tim akademi Rossoneri, sejak 2022. Musim ini, ia tampil cukup impresif di Serie D dengan catatan lima gol dan empat assist dari 16 pertandingan.

Pergantian klub ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam kariernya, tetapi juga mengundang nostalgia besar. Pasalnya, sudah 22 tahun berlalu sejak terakhir kali nama Ibrahimovic menghiasi daftar pemain Ajax. Zlatan sendiri pernah memperkuat klub tersebut pada periode 2001 hingga 2004 sebelum hijrah ke Juventus. Bersama Ajax, Zlatan mencatatkan 48 gol dan 17 assist dari 110 penampilan di semua kompetisi, sekaligus menjadikan klub tersebut sebagai panggung besar awal kariernya di level elite Eropa.

Kini, tongkat estafet itu berpindah ke Maximilian, yang diharapkan mampu mengulang bahkan melampaui jejak sang ayah. Keputusan untuk pindah ke Ajax pun menjadi cerita simbolis: seorang Ibrahimovic meninggalkan Milan menuju Amsterdam, persis seperti yang dilakukan ayahnya dua dekade silam.

Kisah Awal Maximilian yang Tidak Mudah

Di balik nama besar Ibrahimovic, tersimpan kisah mengejutkan dari Maximilian Ibrahimovic. Putra legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic itu ternyata pernah membenci sepak bola saat masih kecil. Pengakuan jujur tersebut disampaikan Maximilian setelah menerima panggilan pertamanya ke timnas Swedia U-18 pada Oktober 2024 lalu.

Dalam wawancaranya dengan Sportbladet, yang dikutip Milan News, Maximilian mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sepak bola tidak selalu berjalan mulus. “Saya mulai cukup terlambat, saya baru berusia sembilan tahun,” ujar Maximilian. Perjalanannya di dunia sepak bola pun terbilang nomaden. Ia sempat berlatih di berbagai negara mengikuti jejak karier sang ayah.

“Saya mulai di klub lokal di Paris. Setelah itu saya bermain di akademi PSG, lalu pindah ke akademi Manchester United. Kami kemudian pindah ke Amerika Serikat, saya bermain di Los Angeles, lalu LA Galaxy. Setelah itu ke Swedia bersama Hammarby, dan akhirnya ke Italia bersama Milan,” paparnya. Namun di balik perjalanan panjang tersebut, Maximilian menyimpan perasaan getir terhadap olahraga yang kini membesarkan namanya.

“Saya benci sepak bola,” terus terang Maximilian. “Sampai umur 11 tahun, saya membenci sepak bola. Saya pikir itu adalah hal terburuk di dunia,” katanya. “Baru ketika menginjak usia 11 hingga 12 tahun, perasaannya mulai berubah. Saat itu saya mulai menyukainya,” tambahnya.

Lebih jauh, Maximilian mengungkap alasan utama di balik kebenciannya terhadap sepak bola: bayang-bayang besar Zlatan Ibrahimovic. “Tidak ada yang terasa benar. Semuanya salah. Saya selalu dibandingkan dengan ayah saya,” ungkapnya jujur. Tekanan sebagai anak seorang legenda membuat Maximilian merasa tidak cocok berada di dunia sepak bola.

“Saya tidak cocok. Tapi kemudian saya menemukan kecintaan saya sendiri pada olahraga ini,” tutupnya. Kini, Maximilian Ibrahimovic perlahan membangun identitasnya sendiri, bukan sebagai ‘anak Zlatan’, melainkan sebagai pesepak bola muda yang berusaha menulis kisahnya sendiri di lapangan hijau.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *