"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dinda Hauw dan Rey Mbayang Hadapi Masalah Pernikahan dengan Hipnoterapi



Pasangan selebriti Dinda Hauw dan Rey Mbayang dikenal sebagai pasangan yang sering menunjukkan keharmonisan mereka di hadapan publik. Meski banyak pemberitaan mengenai perceraian dan perselingkuhan dalam dunia selebritas, keduanya tetap terlihat saling mendukung dan menjaga hubungan yang baik.

Namun, di balik keharmonisan tersebut, Dinda Hauw pernah mengakui adanya rasa takut terhadap godaan-godaan di sekitarnya. Ia mengatakan bahwa rasa takut ini muncul pada awal pernikahannya dengan Rey Mbayang. “Mungkin pada awal-awal menikah ada rasa takutnya, tapi semakin lama saya justru mempercayakan segalanya kepada Tuhan,” ujar Dinda saat berada di Podcast YouTube MAIA ALELDUL TV.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa rasa cemburu sempat muncul dalam perjalanan pernikahannya. “Saya masih sedikit cemburu, tapi semakin lama saya belajar untuk lebih dewasa dan percaya kepada Tuhan. Karena kan Tuhan yang membentuk hati Rey dan memberinya cinta, jadi saya hanya bisa menyerahkan segalanya,” tambahnya.

Proses saling percaya antara Dinda dan Rey ternyata baru mulai terbangun setelah lima tahun pernikahan. “Awal-awal pernikahan masih agak posesif dan cemburu, tapi setelah empat atau lima tahun, hubungan kami mulai lebih enak,” kata Dinda.

Sifat posesif Dinda sempat menjadi tantangan dalam pernikahannya. Akhirnya, ia mencoba melakukan hipnoterapi untuk mengurangi rasa tidak percaya terhadap laki-laki. “Aku posesif sampai harus melakukan hipnoterapi, karena mungkin aku pernah punya trauma sehingga tidak terlalu percaya pada laki-laki,” ujarnya.

Dinda menyebutkan bahwa rasa ketidakpercayaannya berasal dari cerita ibunya tentang ayahnya. Hal ini membuatnya tumbuh dengan sikap hati-hati terhadap laki-laki. “Bisa dibilang aku tidak percaya pada laki-laki, apalagi aku bekerja sejak dulu jadi merasa seperti itu,” katanya.

Setelah menikah, Dinda ingin menjadi istri yang baik dan memperbaiki sifat-sifat buruk dalam dirinya. “Tapi setelah menikah dan tujuannya adalah ibadah serta menjadi istri yang baik, aku merasa bahwa sifat-sifat buruk dalam diriku tidak boleh ada. Aku merasa harus dikurangi bahkan dikontrol dan dihilangkan,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinda melakukan hipnoterapi agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. “Jadi aku sendiri yang mau mencoba hipnoterapi untuk mengurangi rasa-rasa ketidakpercayaan atau supaya jadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku melakukan hipnoterapi dua kali,” ujarnya.

Rey Mbayang juga ikut dalam proses hipnoterapi bersama Dinda untuk memperkuat hubungan mereka. “Kita berdua melakukan hipnoterapi bersama. Jadi bagaimana cara Dinda menghadapiku dan bagaimana aku juga menghadapinya, karena pasti ada kesalahan dari aku juga. Jadi selagi tujuannya baik, kita lakukan hipnoterapi bersama,” ujarnya.

Hipnoterapi tersebut dilakukan dengan psikolog yang sama dan memberikan manfaat untuk rumah tangga mereka. “Jadi itu sangat efektif karena bukan percaya pada pasangan, tapi lebih pada emosi negatif yang tidak baik bagi diri kita,” kata Rey.

Rey menekankan bahwa metode ini bukanlah aib, melainkan cara mereka untuk saling mengenal dan memperbaiki diri. “Itu bukan aib, itu cara setiap orang untuk bisa lebih mengenal satu sama lain. Makanya kita selalu bilang kalau ada yang membuat kesalahan antara kita berdua, jangan ada yang menyangkal dan tidak menerima. Jadi kalau bikin kesalahan ya mengakui dan memperbaiki,” tutupnya.

Dengan segala upaya dan komitmen yang mereka lakukan, Dinda Hauw dan Rey Mbayang menunjukkan bahwa pernikahan yang harmonis membutuhkan kerja sama dan kepercayaan. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa kesetiaan, komunikasi, dan usaha bersama bisa menjaga cinta tetap kuat meski menghadapi tantangan.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *