"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Peluang Degradasi 88 Persen, Persis Solo Butuh Pemain Baru

Persaingan Ketat di Papan Atas dan Krisis di Papan Bawah Super League 2025/26

Super League 2025/26 telah memasuki separuh musim, dan situasi kompetisi mulai menunjukkan gambaran yang jelas. Di papan atas, persaingan sangat ketat, sementara di papan bawah, tiga tim terbawah masih menghadapi tantangan berat untuk menghindari ancaman degradasi.

Di papan atas, empat tim teratas hanya terpaut tiga poin. Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 34 poin, diikuti oleh Persija Jakarta dengan 32 poin serta Malut United yang mengumpulkan 31 poin. Kondisi ini membuat perburuan gelar juara masih sangat terbuka menjelang putaran kedua.

Sementara itu, situasi kontras terlihat di papan bawah. Tiga tim yang menghuni zona degradasi belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Persis Solo menjadi juru kunci dengan raihan tujuh poin, disusul oleh Persijap Jepara (9 poin) dan Semen Padang (10 poin). Proyeksi Footy Rankings menempatkan Persijap dan Persis dengan peluang 88 persen untuk terdegradasi.

Masalah Penyelesaian Akhir dan Kebutuhan Rekrutan Baru

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyampaikan bahwa penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi timnya. Meski performa di babak kedua menunjukkan peningkatan, ia menilai para pemain kurang berani mengambil keputusan saat berada di area serang. Milo juga membuka kemungkinan untuk merekrut pemain baru pada putaran kedua Super League demi memperkuat skuad.

Persis Solo dikabarkan sedang aktif bergerak di bursa transfer. Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan Laskar Sambernyawa adalah winger Persib Bandung, Febri Hariyadi. Kabar ini muncul setelah akun Instagram @liga1teransfer melaporkan bahwa pemain tersebut disebut telah menjalani tes medis bersama Persis Solo dan tinggal menunggu pengumuman resmi.

Febri Hariyadi tengah menghadapi masa sulit bersama Persib. Ia kalah bersaing dalam perebutan menit bermain dan sempat mengalami cedera parah pada pramusim 2024/2025. Dalam dua musim terakhir, kontribusinya di lapangan terbilang minim. Pada musim 2024/2025, Febri hanya tampil dalam empat pertandingan dengan total 51 menit bermain. Sementara di musim 2025/2026, ia mencatatkan delapan penampilan di semua kompetisi dengan torehan satu gol.

Dengan nilai pasar sekitar Rp1,74 miliar, Febri diprediksi bakal mendapat kesempatan bermain lebih banyak jika benar-benar bergabung dengan Persis Solo. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persis Solo maupun Persib Bandung terkait kepindahan sang winger.

Tim-Tim Terdekat Zona Degradasi

PSBS Biak menjadi tim terdekat dari zona degradasi dengan 13 poin, hanya unggul tiga angka dari Semen Padang. Mereka masih rawan terseret ke papan bawah jika gagal menjaga konsistensi. Sorotan juga tertuju pada Dewa United, yang meski dikenal sebagai klub dengan belanja besar di bursa transfer, masih terjebak di peringkat ke-14 dengan 17 poin.

Berdasarkan proyeksi Footy Rankings yang dirilis pada Rabu (31/12/2025), tiga tim terbawah saat ini masih menjadi favorit terdegradasi. Semen Padang diprediksi memiliki peluang 70 persen turun kasta, sementara Persijap Jepara dan Persis Solo masing-masing mencapai 88 persen. PSBS Biak dinilai memiliki risiko degradasi sebesar 36 persen, sedangkan Dewa United hanya 2 persen.

Meski demikian, kompetisi masih menyisakan 19 pertandingan. Putaran kedua Super League 2025/26 akan menjadi penentuan bagi seluruh tim, apakah mampu bangkit dan memperbaiki posisi, atau justru semakin tenggelam dalam tekanan zona degradasi.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *