Wisata Paranggombong di Purwakarta Ramai Dikunjungi Saat Libur Tahun Baru 2026
Pada libur tahun baru 2026, sejumlah lokasi wisata di Purwakarta mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Salah satu obyek wisata yang paling diminati adalah Paranggombong. Obyek wisata ini terletak di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Selama ini, Paranggombong menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit baik bagi warga setempat maupun pengunjung dari luar daerah.
Paranggombong menawarkan pemandangan yang indah dengan hamparan Danau Jatiluhur yang dikelilingi oleh perbukitan hijau. Selain itu, tempat ini juga memiliki banyak spot foto Instagramable yang menarik minat wisatawan. Namun, keindahan tersebut juga menyebabkan kemacetan parah pada hari pertama tahun 2026. Kemacetan terjadi karena membeludaknya jumlah pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.
Menurut Camat Sukasari, Nono Juhana, kemacetan terjadi akibat ribuan wisatawan yang datang ke Paranggombong. Area parkir yang sudah sangat luas, baik di dalam area wisata maupun di depan Kantor Desa Kutamanah, tidak mampu menampung kendaraan yang datang. Bahkan, area di bibir Waduk Jatiluhur pun digunakan sebagai tempat parkir.
“Kemacetan ini tidak terprediksi. Pada libur Natal dari tanggal 25 sampai 31 Desember 2025, meskipun pengunjung banyak, kendaraan masih bisa tertampung tanpa menyebabkan kemacetan. Namun, pada 1 Januari 2026, kantong parkir tidak cukup menampung jumlah pengunjung yang sangat banyak,” ujarnya.
Banyak wisatawan yang datang dari Jabodetabek dan Karawang menggunakan jalur alternatif Loji-Karawang untuk masuk ke Paranggombong. Jalur ini bertemu dengan kendaraan dari Purwakarta melalui jalan Lingkar Barat, Kecamatan Jatiluhur. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang di sekitar Paranggombong.
Selain itu, kemacetan semakin parah akibat adanya mobil wisatawan yang mogok. Menurut Nono, viralnya Paranggombong di media sosial menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah pengunjung. Keindahan danau yang berpadu dengan perbukitan hijau membuat tempat ini menjadi populer.
Perbaikan akses jalan juga memberikan dampak positif. Jalan hotmix yang baru rampung pada 1 Oktober 2025 membuat akses menuju Paranggombong lebih mudah. Dampaknya, selama tiga bulan terakhir, Paranggombong menjadi hits dan viral.
Libur Nataru menjadi titik awal kebangkitan wisata di Kecamatan Sukasari. Peningkatan kunjungan wisatawan di Paranggombong berdampak positif pada ekonomi masyarakat setempat. Para penjual makanan juga merasakan peningkatan omzet akibat banyaknya pengunjung.
Antisipasi Kemacetan di Paranggombong
Kapolsek Sukasari AKP Ahmad Sodikin mengungkapkan bahwa kemacetan di Paranggombong bukan hanya disebabkan oleh jumlah pengunjung yang membeludak. Ada faktor lain seperti mobil yang mogok dan akses jalan yang hanya satu arah menuju lokasi wisata.
“Kemacetan terjadi dari pukul 13.00 WIB hingga sore hari. Meski macet, kendaraan masih bisa bergerak meski lambat. Setelah sebagian wisatawan mulai meninggalkan lokasi, kemacetan mulai berangsur lancar,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan terulang, Polsek Sukasari mengerahkan lebih banyak personel ke lokasi. Selain itu, pihak berwenang juga berharap pengunjung dapat lebih bijak dalam memilih waktu berkunjung agar tidak terjadi kemacetan yang sama.
Keindahan Paranggombong yang Membuat Wisatawan Penasaran
Keindahan Paranggombong dengan hamparan danau Jatiluhur yang dikelilingi perbukitan hijau menjadikannya lokasi favorit bagi para fotografer. Pengunjung juga bisa menikmati matahari terbenam yang menampilkan cahaya senja yang indah, cocok untuk berswafoto.
Selain itu, bila air Danau Jatiluhur sedang surut, Paranggombong sering dijadikan tempat camping oleh wisatawan. Di sekitar kawasan ini, tersedia berbagai kuliner khas seperti warung ikan bakar, sate maranggi, dan nasi timbel.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”










