"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

IDC: Kekurangan Memori Ancam Pasar PC Tahun 2026

Prediksi Pasar PC Global Menghadapi Tekanan Berat pada 2026

Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) memprediksi bahwa pasar komputer pribadi (PC) global akan mengalami tekanan berat pada tahun 2026. Penurunan pengiriman PC diperkirakan mencapai 8,9 persen dalam skenario terburuk, yang dipengaruhi oleh krisis pasokan memori. Hal ini menyebabkan harga PC meningkat antara 15 hingga 20 persen.

Penyebab Utama Krisis Pasokan Memori

Krisis ini terutama disebabkan oleh kelangkaan dan kenaikan harga DRAM dan NAND. Kedua jenis memori ini semakin langka karena produsen chip memprioritaskan produksi untuk kebutuhan pusat data AI. DRAM, atau RAM, merupakan memori kerja sementara yang digunakan saat perangkat sedang menyala, sementara NAND adalah memori penyimpanan permanen yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi, aplikasi, foto, video, dan file lainnya.

Produsen besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron lebih fokus pada produksi memori kelas enterprise, seperti high-bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas tinggi. Sementara itu, produksi memori konvensional untuk laptop, PC rumahan, dan perangkat konsumen lainnya justru dikurangi. Akibatnya, pasokan RAM dan SSD untuk PC menurun, sementara harga terus merangkak naik.

Dampak pada Konsumen dan Perakit PC

Kondisi ini dianggap sebagai “mimpi buruk” bagi konsumen yang ingin merakit perangkat PC sendiri di tahun depan. Beberapa perusahaan seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan Asus telah mengonfirmasi bahwa harga PC pada 2026 kemungkinan akan naik 15 sampai 20 persen. Mereka juga memperingatkan pelanggan tentang kondisi yang lebih sulit di masa mendatang.

Tren AI PC yang Justru Memperparah Masalah

Di tengah situasi ini, tren AI PC, yaitu komputer yang dibekali unit pemrosesan AI (NPU), justru memperparah masalah. AI PC membutuhkan RAM yang lebih besar, minimal 16 GB, bahkan hingga 32 GB untuk model kelas atas. Ketika kebutuhan memori meningkat, harga komponen justru melonjak dan pasokannya terbatas.

IDC menilai situasi ini menciptakan badai tak terhindarkan bagi industri PC. Di satu sisi, ada dorongan pembaruan perangkat akibat berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025. Di sisi lain, produsen harus menghadapi biaya produksi yang membengkak.

Skenario yang Diperkirakan

Dalam skenario moderat, pasar PC diperkirakan turun 4,9 persen pada 2026. Namun dalam skenario pesimistis, penurunannya bisa mencapai 8,9 persen. Meski begitu, dampak krisis memori ini tidak merata. Produsen PC besar dinilai lebih mampu bertahan karena memiliki volume pembelian tinggi dan daya tawar lebih kuat terhadap pemasok.

Sebaliknya, produsen kecil, perakit PC rakitan, hingga pasar DIY berisiko paling terpukul akibat kenaikan harga RAM dan SSD. Kondisi inilah yang diperkirakan IDC bakal mendorong konsumen (terutama gamer) membeli perangkat PC yang sudah dirakit lengkap.

Kesimpulan

Pasar PC global menghadapi tantangan besar pada tahun 2026 akibat krisis pasokan memori. Kenaikan harga dan penurunan pengiriman menjadi ancaman nyata bagi industri ini. Meskipun beberapa produsen besar mungkin lebih mampu bertahan, konsumen dan perakit PC rakitan akan mengalami dampak terbesar. Tren AI PC yang semakin populer justru memperparah masalah, karena membutuhkan komponen dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *