"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Situasi Evakuasi Truk Terguling di Irigasi Sungai Raya HSS Kalsel Jadi Perhatian Warga

Situasi Evakuasi Truk Kontainer yang Terguling di Sungai Raya HSS

Truk Hino kontainer yang terlibat dalam kecelakaan dengan mobil pikap di Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), akhirnya berhasil dievakuasi. Kejadian ini menarik perhatian warga setempat dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

Kecelakaan terjadi pada hari Selasa, 16 Desember 2025 sekitar pukul 13.40 Wita di jalan lintas Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Truk kontainer tersebut terguling ke sungai kecil (irigasi) yang berada di sisi kiri jalan dari arah Kandangan menuju Tapin. Proses pengangkatan truk dilakukan menggunakan truk crine karena ukuran truk yang cukup besar dan sempat menyebabkan kemacetan.

Salah satu pengguna jalan, Ifan, mengatakan bahwa terjadi perlambatan arus lalu lintas, terutama bagi pengendara mobil. Ia menjelaskan bahwa dari arah Tapin menuju Kandangan terjadi kemacetan, sedangkan dari arah Kandangan menuju Tapin bisa menggunakan jalur alternatif lain.

Selama proses evakuasi berlangsung, warga setempat turut menyaksikan kejadian tersebut. Insiden laka lantas melibatkan mobil truk Hino kontainer dengan mobil pikap Isuzu berwarna hitam di Jalan A Yani.

Menurut informasi dari Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi melalui Kasat Lantas Polres setempat AKP Endro Suprapto, penyebab kecelakaan diduga akibat microsleep yang dialami oleh pengemudi mobil pikap, Kusnadi (46), yang datang dari arah Tapin menuju Kandangan. Akibatnya, ia melambung ke kanan jalan sehingga terjadi tabrakan dengan truk kontainer yang dikemudikan Lana dari arah Kandangan menuju Tapin.

Pengemudi dan penumpang mobil pikap dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasan Basry Kandangan untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pengemudi truk kontainer dibawa ke Pos Gakkum Satlantas. Pengemudi truk tidak mengalami luka, namun bagian depan dan samping mobil mengalami kerusakan. Pengemudi dan penumpang pikap mengalami luka di tangan kanan dan wajah serta membutuhkan penanganan medis.

Cegah Microsleep Saat Berkendara

Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran atau perhatian dalam waktu singkat akibat kelelahan atau kantuk. Biasanya, microsleep berlangsung antara sepersekian detik hingga 10 detik. Meskipun singkat, kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

Microsleep sangat berbahaya karena pengemudi kehilangan kendali dalam hitungan detik. Misalnya, jika kendaraan melaju dengan kecepatan 96 km per jam dan pengemudi mengalami microsleep selama tiga detik, mobil dapat melaju hampir 100 meter tanpa kendali. Menurut AAA Foundation for Traffic Safety, sekitar 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk, termasuk akibat microsleep.

Kenali Penyebab dan Tanda-tandanya

Beberapa faktor yang dapat memicu microsleep antara lain perubahan pola tidur dan asupan nutrisi saat perjalanan. Selain itu, microsleep juga bisa terjadi akibat kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas, penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, serta kelebihan berat badan. Kondisi psikologis seperti depresi atau gangguan kecemasan juga meningkatkan risiko microsleep. Efek samping obat tertentu seperti antihistamin, serta penyalahgunaan narkoba dan alkohol, dapat menyebabkan kantuk berlebihan. Faktor eksternal seperti kondisi jalan yang monoton, misalnya jalan tol yang lurus dan lengang, juga dapat mempercepat terjadinya microsleep karena kurangnya rangsangan visual dan sensorik bagi pengemudi.

Meskipun hanya berlangsung beberapa detik, microsleep memiliki tanda-tanda yang dapat dikenali:
– Tiba-tiba kaget atau tersentak karena kepala terjatuh;
– Tidak menyadari apa yang baru saja terjadi;
– Menguap terus-menerus;
– Kelopak mata terasa sangat berat;
– Mata sering berkedip atau sulit fokus; dan
– Arah kemudi tanpa disadari keluar jalur.

Jika mengalami salah satu tanda di atas saat berkendara, segera tepikan kendaraan dan beristirahat.

Cara Mencegah Microsleep

Untuk menghindari risiko microsleep, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
* Istirahat secara berkala: Berhenti setiap dua jam sekali untuk melakukan peregangan atau tidur singkat selama 20-30 menit jika merasa mengantuk.
* Hindari berkendara sendirian: Ajak teman untuk menemani perjalanan dan mengajak berbicara agar tetap terjaga.
* Minum kafein sebelum berkendara: Konsumsi kopi atau teh sekitar 30 menit sebelum berkendara untuk meningkatkan kewaspadaan.
* Tidur cukup sebelum perjalanan: Pastikan tidur berkualitas minimal tujuh jam sebelum berkendara jarak jauh.
* Dengarkan musik upbeat atau audiobook: Musik dengan tempo cepat dapat membantu menjaga konsentrasi saat berkendara.
* Hindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk: Periksa efek samping obat yang dikonsumsi sebelum memulai perjalanan.

Microsleep bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Pastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum berkendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Jika mulai merasa kantuk, jangan paksakan diri. Keselamatan adalah yang utama!

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *