Inspeksi Mendadak Walikota Palembang Temukan Pegawai Makan Kelempang di Meja Pelayanan
Pada hari Sabtu (20/12/2025), Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kelurahan Plaju Ulu. Dalam kunjungannya tersebut, ia menemukan dua pegawai yang sedang makan kelempang di meja pelayanan saat jam kerja. Tindakan tersebut langsung membuatnya merasa kecewa dan memutuskan untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai tersebut.
Unggahan Ratu Dewa dalam akun media sosialnya menjadi viral dan menarik perhatian publik. Banyak warganet yang memberikan komentar terkait disiplin aparatur serta etika pelayanan masyarakat. Beberapa dari mereka menyampaikan dukungan terhadap langkah yang dilakukan oleh Walikota Palembang, sementara yang lain menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan di unit-unit pemerintahan.
Dalam unggahannya, Ratu Dewa juga mengingatkan tentang nilai-nilai inti ASN BerAkhlak. Ia menekankan bahwa setiap pegawai harus menjunjung profesionalisme, membangun budaya kerja yang kuat, serta memberikan pelayanan yang cepat, inovatif, dan berintegritas. Menurutnya, tidak diperbolehkan adanya makanan di meja pelayanan karena bukan merupakan tempat usaha warung.
Tindakan yang Diambil oleh Walikota Palembang
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Ratu Dewa segera meminta Lurah Plaju Ulu, Davy Angreana, S.T., M.Si., untuk membersihkan area luar kantor agar tidak kumuh dan menjadi sarang nyamuk. Ia juga meminta agar lingkungan kantor tetap bersih dan rapi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat.
Selain itu, ia menyampaikan pesan keras terhadap para pegawai yang tidak menjalankan tugas dengan baik. “Santai pecak di pantai,” ujarnya dalam unggahannya. Ia menegaskan bahwa di unit pelayanan masyarakat, tidak boleh ada makanan di meja pelayanan, seperti kelempang, model, pempek, atau makanan lainnya.
Beberapa warganet memberikan tanggapan yang positif terhadap tindakan yang dilakukan oleh Walikota Palembang. Mereka menilai bahwa kegiatan sidak ini sangat penting untuk menjaga disiplin dan kualitas pelayanan. Beberapa bahkan menyarankan agar diadakan sanksi tegas bagi oknum pegawai yang melanggar aturan.
Tanggapan dari Warga Palembang
Banyak warga Palembang yang mendukung kebijakan yang diambil oleh Ratu Dewa. Mereka menilai bahwa tindakan ini akan menjadi contoh bagi pegawai lainnya untuk lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, beberapa warga juga menyarankan agar CCTV dipasang di kantor kelurahan agar dapat diawasi secara lebih ketat.
“Jual kerupuk setelah jadi ASN wkwkwk,” tulis salah satu warganet. Ia menganggap bahwa tindakan yang dilakukan oleh pegawai tersebut sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan profesi mereka.
Selain itu, banyak warga yang menyoroti pentingnya pelatihan bagi staf pelayanan. Mereka menilai bahwa para pegawai harus lebih profesional dan ramah dalam melayani masyarakat. “Cak itulah Pak gawe kebanyakan an staf2 di kelurahan tu, padahal bagian pelayanan harus ny senyum sapa salam untuk siapopun,” tulis salah satu netizen.
Langkah yang Harus Diambil
Dari pengalaman ini, Ratu Dewa menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih waspada terhadap perilaku pegawai yang tidak profesional. Ia juga menyarankan agar diadakan evaluasi berkala terhadap kinerja pegawai di semua unit pelayanan masyarakat.
Selain itu, ia mengajak mahasiswa dari Institut Pertanian dan Perkebunan (IPB) atau perguruan tinggi lainnya untuk membantu memantau kinerja pegawai. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua layanan yang diberikan kepada masyarakat tetap berkualitas dan transparan.
Dengan tindakan tegas dan langkah-langkah preventif, Ratu Dewa berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan profesional di seluruh instansi pemerintah. Ia percaya bahwa dengan kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi, pemerintahan yang bersih dan melayani bisa tercapai.










