Peran Penjahat dalam MCU: Dari Pemimpin Jahat Hingga Karakter Tragis
Salah satu alasan mengapa kisah superhero tetap populer selama ratusan tahun adalah karena kedalaman cerita yang mereka bawa. Seperti genre lain yang berpusat pada protagonis dan antagonis, banyak dari kisah superhero ini diceritakan secara mendalam. Seiring dengan pergeseran budaya dan perubahan selera di abad ke-20 hingga ke-21, pandangan kita terhadap penjahat juga berubah. Banyak penulis buku komik dan adaptasi film serta TV berhasil mencapai kesuksesan dengan memberikan latar belakang memilukan bagi para penjahatnya. Hal ini membuat penjahat tidak lagi hanya sebagai musuh biasa, melainkan karakter kompleks yang bisa menarik simpati.
Dalam fase pertama Marvel Cinematic Universe (MCU), penjahat sering kali dianggap jahat karena ambisi kekuasaan yang berlebihan. Namun, MCU mulai mengubah pandangan ini dengan menceritakan masa lalu kelam dari para penjahat. Strategi ini digunakan secara konsisten di Fase 2, 3, dan 4. Contohnya adalah High Evolutionary dalam Guardians of the Galaxy Vol. 3 (2023). Karakter-karakter seperti ini menjadi sulit untuk dibenci karena latar belakang tragis dan kompleks mereka. Bahkan ketika mereka melakukan tindakan salah, kita merasa ingin membela mereka.
1. Xu Wenwu
Xu Wenwu (diperankan oleh Tony Leung) adalah penjahat MCU yang muncul dalam film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Ia adalah ayah dari Shang-Chi, sang pahlawan utama. Xu Wenwu memiliki usia lebih dari 1.000 tahun dan kekuatan dewa karena 10 gelang yang ia kenakan di lengannya. Ia memimpin pasukannya untuk mengubah sejarah manusia sesuai keinginannya. Setelah menaklukkan sebagian besar dunia, ia ingin menaklukkan desa mistis Ta Lo. Di sana, Ying Li, seorang penjaga desa, mengalahkannya dalam pertarungan tangan kosong. Dari sinilah Xu Wenwu jatuh cinta padanya dan memutuskan untuk melepaskan pasukannya dan hidup bersama Ying Li. Mereka dikaruniai dua anak dan hidup bahagia sampai Ying Li dibunuh oleh musuh lamanya. Kematian itu membuat Xu Wenwu gila dan melatih putranya untuk menjadi pembunuh sementara mengabaikan putrinya.
2. Karli Morgenthau

Karli Morgenthau (diperankan Erin Kellyman) adalah antagonis utama dalam serial The Falcon and the Winter Soldier (2021). Sebagai pemimpin Flag Smashers, ia punya ambisi kuat dan serum super soldier yang diberikan oleh Sharon Carter. Alasannya melakukan kejahatan bisa diterima akal sehat, terutama karena masa kecilnya yang kelam. Ia dibesarkan oleh Mama Donya setelah kehilangan orangtuanya akibat blip. Setelah Mama Donya meninggal karena TBC, Karli menjadi radikal. Meskipun visi misi Flag Smasher disebut keliru oleh Sam, Karli akhirnya meninggal karena dikhianati oleh orang-orang yang dia percayai.
3. Loki

Loki (diperankan Tom Hiddleston) adalah salah satu karakter paling populer di MCU. Meskipun merupakan antagonis, ia pernah bersikap ramah. Dari semua penjahat MCU, Loki memiliki penderitaan yang menyentuh hati. Ia bukanlah orang Asgardian asli. Ayahnya adalah Raja Laufey, seorang raksasa es yang tidak menginginkannya. Odin mengadopsinya dan membesarkannya sebagai anak kedua. Namun, Loki tidak suka Thor karena merasa tidak dihargai. Ia juga kehilangan ibunya, Frigga, dan Odin, serta saudari perempuannya Hela yang ingin membunuhnya. Dalam Avengers: Infinity War (2018), Thanos mencekiknya hingga tewas.
4. Nebula

Nebula (diperankan Karen Gillan) adalah karakter yang moralnya dipertanyakan dan saudara angkat dari Gamora. Ia adalah putri Thanos dan kaki tangan ayahnya. Namun, ia bukan anak kandung Thanos. Thanos membunuh orangtuanya dan kaum Luphomoid-nya, lalu menculik Nebula dan melatihnya menjadi prajurit. Jika kalah dalam duel, tubuhnya diganti dengan sibernetika. Nebula memiliki dendam kepada Thanos dan memiliki kompleks inferioritas serta pandangan nihilistik terhadap dunia. Meski begitu, ia ingin menjatuhkan Thanos, seperti yang dilakukan oleh Gamora.
5. Scarlet Witch

Wanda Maximoff atau Scarlet Witch (diperankan Elizabeth Olsen) memiliki asal usul yang berbeda dari karakter lain di MCU. Awalnya ia korban yang kehilangan arah, lalu menjadi pahlawan yang disalahpahami, dan akhirnya menjadi penjahat yang menakutkan. Dalam Avengers: Age of Ultron (2015), Wanda dan kembarannya Pietro Maximoff bukanlah penjahat sungguhan. Mereka adalah subjek eksperimen Baron Wolfgang von Stryker yang memberi mereka kecepatan super dan kekuatan psionik. Mereka menjadi jahat karena ada alasannya, yaitu menyalahkan Tony Stark atas kematian orangtua mereka. Wanda trauma dengan kematian Pietro dan akhirnya menjadi penjahat yang menakutkan.
6. Namor

Namor, si Sub-Mariner, adalah antihero pertama dalam komik Marvel. Dalam film Black Panther: Wakanda Forever (2022), ia adalah penguasa kerajaan bawah laut Mesoamerika, Talokan. Ia lahir dari seorang perempuan pribumi pada akhir abad ke-16. Ibunya menelan tanaman biru agar bisa bersembunyi di bawah air, sehingga membuat Namor memiliki kemampuan unik seperti sayap dan kulit tahan air. Ia menjadi penjahat untuk membela sukunya setelah melihat kekajaman penjajah Eropa.
7. Erik Killmonger

Erik Killmonger (diperankan Michael B Jordan) adalah antagonis utama dalam film Black Panther. Saat muda, ia tinggal bersama ayahnya N’Jobu di Oakland, California. Ayahnya mengajarkan tentang Wakanda dan berjanji akan membawanya suatu hari nanti. Namun, N’Jobu diam-diam ingin membagikan teknologi Wakanda bagi penduduk kulit hitam. Akibatnya, Raja T’Chaka menusuk N’Jobu dan Erik menjadi yatim piatu. Erik menjadi anggota Navy SEAL dan penembak jitu paling efisien di militer. Ia menantang dewan Wakanda yang hanya peduli pada penduduk mereka sendiri, padahal banyak orang keturunan Afrika hidup menderita. Erik rela berperang untuk mempertahankan prinsipnya.
Seseorang menjadi penjahat memang ada alasannya sendiri. Begitu pula dengan penjahat Marvel yang telah kita bahas. Saat diterjang masa lalu kelam, seseorang bisa menjadi pahlawan atau justru kebalikannya, menjadi penjahat. Hal ini bisa saja terjadi karena faktor dendam atau semacamnya.











