Kepala Desa di Sulawesi Selatan Ikuti Retret dengan Gaya Militer
Ribuan Kepala Desa (Kades) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti retret yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulsel di Rindam XIV Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (12/12/2025). Acara ini dihadiri oleh para Kades dari berbagai daerah, termasuk Kades Labawang, Haeruddin; Kades Pattirolokka, Wahyuddin; dan Kades Lamiku, Baso Sultan. Mereka tampil layaknya anggota militer dengan pakaian loreng dan menggunakan tongkat komando sebagai simbol kepemimpinan.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka kegiatan ini dengan mengenakan setelan loreng-loreng ala panglima. Ia memberikan wejangan kepada ribuan peserta retret, menjelaskan pentingnya peran Kepala Desa dalam membangun masyarakat. “Di sini kami semua dikumpulkan jadi satu. Selain ajang silaturahmi, kami juga mendapat wejangan dari Bapak Gubernur terkait bagaimana Kepala Desa lebih paham soal pengembangan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Haeruddin saat dikonfirmasi.
Sebelum mengikuti retret, ketiga Kades tersebut mengungkapkan persiapan mereka. “Satu minggu persiapan sebelum ke sini. Bahkan, kami sempat keliling cari celana kargo di Pasar Sentral Sengkang untuk dipakai di sini,” kata Haeruddin. Mereka berangkat pada Rabu malam dan tiba di Gowa pada Kamis pagi, lalu langsung melakukan registrasi di lokasi.
Haeruddin menyebut bahwa program orientasi kepemimpinan ini dicetus oleh Presiden Prabowo Subianto. “Suatu kebanggaan bisa ikut kegiatan seperti ini. Hanya di era Prabowo kami merasakan pelatihan yang benar-benar meningkatkan karakter dan jiwa kepemimpinan. Semoga lepas dari sini banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kami bawa ke Desa guna meningkatkan kesejahteraan daerah dan masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Kades Pattirolokka, Wahyuddin, juga mengungkapkan hal serupa. “Betul-betul di sini kami dilatih kedisiplinan. Materi kebangsaan, pembinaan fisik dan mental serta integritas Kepala Desa,” ujarnya.
Bupati Wajo, Andi Rosman, mengungkapkan bahwa retret ini menjadi bekal pemahaman dalam menjalankan tugas. “Alhamdulillah terima kasih Pak Prabowo atas retret terhadap Kepala Desa sehingga kedepan kami lebih mudah berkordinasi dalam membangun daerah secara bersama-sama,” jelasnya.
Kehadiran Para Pejabat dengan Setelan Militer
Selain para Kades, jajaran kepala daerah juga hadir dengan setelan militer. Beberapa di antaranya adalah:
- Bupati Pangkep M. Yusran Lalogau
- Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif
- Bupati Bone Andi Asman Sulaiman
- Bupati Wajo Andi Rosman
- Bupati Soppeng Suwardi Haseng
- Bupati Bantaeng Andi Fathul Fauzi Nurdin
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, juga mengenakan setelan militer. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muh Saleh, acara ini diikuti sekitar 1.900 kepala desa. Beberapa tidak hadir karena alasan kesehatan, izin, atau umroh.
Para Kepala Desa sudah datang sejak Kamis (11/12/2025) untuk registrasi dan pembagian kamar. Retret ini akan berlangsung hingga Minggu (14/12/2025).
Materi dan Pembekalan yang Dilakukan
Retret ini diisi oleh pembekalan dan ceramah dari kementerian, baik hadir langsung maupun diwakili. Muh Saleh menekankan bahwa retret menjadi ruang pengembangan kapasitas kepala desa. Mereka adalah garda terdepan representasi pemerintah di masyarakat.
“Kami juga memberikan pemahaman terkait program pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya. Selain pelatihan, kepala desa bisa memanfaatkan retret sebagai ajang silaturahmi. Seluruh akomodasi ditanggung Pemprov Sulsel.
Materi nantinya akan diisi oleh beberapa Menteri, antara lain:
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Sekretaris Dinas PMD Sulsel, Akbar, berharap kepala desa dapat menyerap ilmu untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan pemahaman terkait tata kelola pemerintahan desa.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”










