"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Dari situs purba 2 juta tahun lalu hingga kota Baku yang modern di Azerbaijan!

Perjalanan ke Azerbaijan: Kekayaan Sejarah dan Modernisasi

Azerbaijan, sebuah negara yang terletak di kawasan Transkaukasia timur, adalah salah satu dari tiga negara yang saya kunjungi dalam rangka penelitian, survei, dan observasi tentang aksesibilitas serta fasilitas perkotaan bagi kaum disabilitas dan lansia. Negara ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari abad pertengahan hingga saat ini. Selama perjalanan saya di sana, saya merasa terinspirasi untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang keindahan dan keunikan negeri ini.

Azerbaijan dikenal sebagai negara kaya energi dengan mayoritas penduduknya yang beragama Muslim Syiah. Letak geografisnya yang strategis antara Rusia, Iran, dan Turki menjadikannya pusat penting dalam wilayah tersebut. Salah satu hal yang menarik dari Azerbaijan adalah hubungannya dengan negara tetangga Armenia. Konflik atas Nagorno-Karabakh selama dan setelah runtuhnya Uni Soviet menjadi isu yang cukup tegang. Pada tahun 2025, kedua negara mengumumkan bahwa mereka berada di ambang perjanjian perdamaian. Semoga saja hal ini benar-benar terwujud, karena kedekatan geografis antara keduanya membutuhkan perdamaian untuk kesejahteraan warga masing-masing.

Negeri ini terletak di daerah selatan Pegunungan Caucasus, dengan batas wilayah yang meliputi utara dengan Rusia, timur dengan Laut Caspia, selatan dengan Iran, barat dengan Armenia, dan barat laut dengan Georgia. Meskipun disebut sebagai laut, Laut Caspia sebenarnya adalah danau terbesar di dunia yang tidak terhubung dengan laut apapun. Namun, karena ukurannya yang sangat besar, banyak orang menyebutnya sebagai laut.

Selain keindahan alamnya, Azerbaijan juga menawarkan perpaduan antara tradisi dan modernisasi. Masyarakat di daerah terpencil masih mempertahankan tradisi rakyat yang khas, namun kehidupan mereka telah dipengaruhi oleh percepatan modernisasi. Industri menjadi tulang punggung perekonomian negara ini, dengan minyak dan gas bumi sebagai komoditas utama. Selain itu, kuda berkualitas tinggi dan kaviar tetap menjadi ekspor tradisional yang khas dari Azerbaijan.

Dalam perjalanan saya di sana, saya mendengar cerita bahwa Azerbaijan memiliki cadangan minyak yang sangat besar. Bahkan, jika seseorang memiliki lahan kosong, mereka bisa membeli alat untuk mengekstrak minyak dari tanah tersebut. Meskipun ada pembagian khusus antara pemilik tanah dan pemerintah dalam hal pengelolaan minyak, saat ini semua minyak yang ada di tanah tersebut harus diserahkan kepada pemerintah. Meski begitu, saya tidak ingin membahas detail ini lebih jauh karena itu urusan internal mereka.

Warisan Sejarah yang Menakjubkan

Selama enam hari di Azerbaijan, saya diajak melihat berbagai peninggalan purba yang membuat saya terkesima. Salah satunya adalah Temple of Fire atau Kuil Api. Di sana, saya melihat api yang terus menyala dari pusat bumi, yang kemungkinan besar disebabkan oleh adanya cadangan minyak. Saya bahkan sempat berada dekat dengan api pembakaran hewan kurban pada abad ke-1, yang membuat saya merasa seperti berada di dunia yang jauh dari masa kini.

Azerbaijan sangat peduli dengan warisan sejarahnya. Arkeologi berperan penting dalam mempelajari kemunculan, perkembangan, dan pembentukan masyarakat purba. Bukti-bukti material yang ditemukan selama ekskavasi menunjukkan bahwa Azerbaijan termasuk dalam daftar negara-negara yang menjadi tempat situs-situs pertama masyarakat purba dunia. Artefak tertua yang ditemukan di sana berasal dari 1,7 hingga 1,8 juta tahun yang lalu.

Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh ilmuwan Azerbaijan dan Jerman membuktikan bahwa manusia purba telah hidup di wilayah ini sejak 2 juta tahun lalu. Salah satu lokasi yang menarik adalah Lembah Qobustan, di mana ditemukan gambar-gambar tangan manusia purba (petroglyph) yang berasal dari sekitar 20.000 tahun lalu. Lokasi ini hanya salah satu dari banyak situs purba di Azerbaijan yang dipelihara dengan baik oleh pemerintah.

Manusia purba yang tinggal di area ini pernah tinggal di gua-gua alami di perbukitan batu atau di tepi sungai. Proses penggalian masih terus dilakukan hingga saat ini. Dari hasil penelitian ilmiah, kita tahu bahwa Azerbaijan bukan hanya tempat di mana manusia purba pernah hidup, tetapi juga salah satu wilayah dengan peradaban tertua di dunia.

Saat mengunjungi Museum Qobustan, saya melihat berbagai artefak asli yang ditemukan di sana. Meski peralatan yang digunakan oleh manusia purba sangat sederhana, mereka berhasil bertahan hidup di sana selama waktu yang lama. Ini menunjukkan betapa tangguhnya manusia purba dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Kota Baku: Simbol Modernisasi

Kota Baku, ibukota Azerbaijan, adalah contoh nyata dari kemodernan yang dimiliki negara ini. Dengan infrastruktur yang sangat maju, Baku layak disebut sebagai kota super modern. Saya yakin, negara ini akan bersaing dengan kota-kota lain seperti Abu Dhabi dalam hal kemajuan infrastruktur dan urbanisasi.

Azerbaijan tidak hanya menawarkan keindahan alam dan warisan sejarah yang kaya, tetapi juga kemajuan teknologi dan infrastruktur yang pesat. Negara ini terus berupaya menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas, sehingga memberikan citra yang unik bagi dunia internasional. Dari kota Baku yang modern hingga situs-situs purba yang tetap dipelihara, Azerbaijan memiliki cerita tersendiri yang menarik untuk diketahui.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *