Korban Tewas Kebakaran di Gedung Terra Drone
Empat warga Lampung menjadi korban tewas dalam kebakaran yang terjadi di gedung kantor PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang. Mereka adalah Yoga Valdier Yaseer (28), Novia Nurwana (28), Chintia Leni Novaressa (29), dan Pariyem (31). Keempatnya berasal dari berbagai wilayah di Lampung.
Latar Belakang Korban
Yoga Valdier Yaseer merupakan alumni Universitas Sriwijaya Palembang. Ia bekerja sebagai assistan project coordinator di PT Terra Drone. Sementara itu, Novia Nurwana, Chintia Leni Novaressa, dan Pariyem adalah alumni Universitas Lampung (Unila). Novia lulus dari Teknik Kimia Unila angkatan 2015, sedangkan Chintia merupakan alumni Teknik Elektro Unila angkatan 2014. Pariyem lulus dari Teknik Informatika Unila angkatan 2015.
Atas kepergian ketiga alumninya dalam musibah kebakaran tersebut, keluarga besar Fakultas Teknik Unila menyampaikan duka cita yang mendalam. Dekan FT Unila Ahmad Herison menyatakan bahwa meskipun ketiganya telah menjadi alumni, mereka tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar FT Unila.
Peristiwa Kebakaran
Kebakaran mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB. Sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebakaran berawal saat ada baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung. Kebakaran itu sempat dipadamkan oleh karyawan PT Terra Drone, tetapi ternyata api sudah menyebar.
Saat kebakaran terjadi, para karyawan sedang istirahat makan siang di dalam kantor dan ada pula yang berada di luar kantor. Para karyawan yang istirahat di kantor berada di lantai 2, lantai 3 hingga lantai 6. “Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6,” ujar Susatyo.
Cerita Pilu dari Keluarga Korban
Novia Nurwana tewas saat sedang mengandung dalam kebakaran di Gedung Terra Drone, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Ia sedang hamil tujuh bulan dan meninggal bersama bayinya. Suami Novia, Ilham, terlihat sangat terpukul dan tak menyangka istrinya yang sedang hamil tujuh bulan itu turut tewas dalam tragedi tersebut.
Pariyem (25), warga Lampung lainnya yang menjadi korban tewas saat kebakaran di Gedung Terra Drone, merupakan tulang punggung keluarga. Ia sudah bekerja di Terra Drone selama kurang lebih empat tahun. Pariyem bekerja membiayai kebutuhan ibunya di Lampung setelah ayahnya meninggal dunia.
Identifikasi Jenazah
Polisi berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Kesepuluh jasad yang teridentifikasi adalah Rufaidha Lathiifunnisa (22), perempuan; Novia Nurwana (28), perempuan, Gisting, Tanggamus; Yoga Valdier Yaseer (28), laki-laki, Metro; Pariyem (31), Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat; dan Ninda Tan (32), perempuan, Tangerang Selatan.
Selanjutnya, Muhammad Ariel Budiman (24), laki-laki, Jakarta Selatan; Muhammad Apriyana (40), laki-laki, Tangerang; Dela Yohana Simanjuntak (22), perempuan, Jakarta Selatan; Nasaelia Sabita Nurazizah (27), perempuan, Jakarta Pusat; Atinia Isnaini Rashidah (18), perempuan, Jakarta Timur.
Kondisi Saat Kebakaran
Suasana santai saat jam makan siang di kantor Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam. Dalam sekejap, api membakar lantai dasar gedung, tempat gudang penyimpanan kantor tersebut. Kepulan asap hitam membubung tinggi, memenuhi seisi gedung kantor enam lantai itu. Insiden itu menewaskan 22 orang. Bukan karena terbakar, tetapi karena lemas usai menghirup asap pekat selama terjebak di bangunan tanpa jendela itu. Sementara beberapa karyawan lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."










