Kehidupan Seorang Bocah di Tengah Banjir Aceh Tamiang
Seorang bocah bernama Zein menjadi sorotan publik setelah video yang menampilkan aksinya dalam banjir Aceh Tamiang viral di media sosial. Dalam video tersebut, Zein bersama beberapa temannya tampak berjalan melalui air yang mencapai setinggi dada orang dewasa. Situasi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan banyak rumah terisolasi.
Dalam rekaman video tersebut, seorang teman Zein memegang kamera sambil menjelaskan kondisi banjir yang masih ada meskipun hujan sudah berhenti. “Hujannya sudah reda, tapi banjirnya masih ada,” ujarnya. Aksi spontan Zein yang mengundang tawa dan kepolosannya membuat banyak warganet tersentuh dan menganggapnya sebagai ‘Si Adik Gemoy’.
Permintaan Roti yang Membawa Perubahan
Di tengah suasana sulit, Zein dengan wajah polos dan senyum khasnya melontarkan permintaan sederhana yang mengundang tawa. “Kasihlah roti,” ucap Zein sambil tersenyum lebar. Permintaan ini akhirnya menjadi jalan pembuka rezeki bagi Zein dan warga sekitar.
Bantuan untuk Zein dan warga terdampak banjir mulai berdatangan. Salah satu bantuan datang dari Aroma Bakery, usaha roti asal Medan yang tergerak setelah melihat video viral tersebut. Melalui akun Instagram resminya, Aroma Bakery sempat mengunggah pengumuman bahwa mereka mencari keberadaan Zein untuk memberikan bantuan langsung.
Usaha mereka akhirnya berhasil, dan tim Aroma Bakery berhasil menemukan lokasi tempat tinggal Zein. “Alhamdulillah, misi kemanusiaan di Aceh Tamiang dan pencarian ‘Si Adik Gemoy’ memberikan momen yang sangat mengharukan. Tim Aroma Bakery Peduli langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada korban yang terisolir di Aceh Tamiang,” tulis pihak Aroma Bakery dalam unggahan mereka.
Postingan tersebut dibanjiri komentar warganet yang memuji kepedulian Aroma Bakery sekaligus merasa senang karena Zein akhirnya mendapatkan roti yang ia minta.
Update Terkini Banjir Aceh
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data kerusakan akibat banjir dan longsor di Aceh per Minggu (7/12/2025). Sebanyak 37.546 rumah warga mengalami kerusakan, termasuk rusak ringan, sedang, dan berat. Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik seperti jembatan, jalan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit, dan puskesmas.
Selain itu, sektor pertanian turut terdampak, meliputi lahan tanaman pangan, ternak, sawah, kebun, tambak, serta sejumlah kantor pemerintahan. BNPB memperkirakan pemulihan di Aceh membutuhkan anggaran sebesar Rp 25,41 triliun.
Masih Ada Wilayah yang Terisolasi
Suharyanto juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor. “Untuk Bener Meriah 232 desa atau gampong, Aceh Tengah 295 desa di 14 kecamatan,” ujar Suharyanto.
Meski begitu, Aceh Tamiang yang sebelumnya dilaporkan sangat terisolasi kini diklaim sudah dapat mendistribusikan bantuan melalui jalur darat.
Korban Bencana Sumatera
Sebagai informasi, per Minggu (7/12/2025), sebanyak 921 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Di Sumatera Utara, korban meninggal sebanyak 329 orang dan hilang 82 orang. Di Sumatera Barat, yang meninggal dunia 226 orang dan yang hilang 213 orang. Untuk Aceh, 366 orang meninggal dunia, dan 97 orang masih dinyatakan hilang.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










