Perkembangan Terbaru Mengenai Yakob Sayuri dan Dampaknya terhadap Malut United
Yakob Sayuri, pemain andalan Malut United, kini menghadapi situasi yang memprihatinkan. Ia terancam absen dalam pertandingan melawan PSM Makassar, mantan klubnya, yang akan digelar pada 21 Desember 2025. Insiden yang terjadi setelah laga melawan Persita Tangerang menjadi pemicu sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI.
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan antara Malut United melawan Persita Tangerang pada 23 November 2025. Saat itu, laga berakhir dengan skor imbang 0-0. Selama masa pasca-pertandingan, terjadi kejadian yang memicu ketegangan di area tunnel. Seorang wartawan tanpa ID card masuk ke ruang steril yang hanya boleh diakses oleh pemain dan ofisial. Yakob Sayuri menegur orang tersebut, namun hal ini memicu provokasi dari orang tak dikenal yang kemudian mengeluarkan ucapan bernada rasis.
Selain itu, beberapa ofisial Persita Tangerang juga masuk ke area tersebut tanpa ID card. Situasi semakin memburuk hingga akhirnya membuat Yakob Sayuri mendapat sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan. Sayangnya, komdis PSSI tidak memberikan kesempatan kepada klub untuk mengajukan banding atas hukuman ini.
Kehilangan Besar bagi Malut United
Jika hukuman ini benar-benar diterima, maka Malut United akan mengalami kerugian besar. Yakob Sayuri dikenal sebagai pemain yang selalu tampil konsisten sejak bergabung dengan klub. Keberadaannya di lapangan sering kali menjadi penentu kemenangan atau hasil imbang. Oleh karena itu, absennya dia dalam pertandingan penting seperti melawan PSM Makassar bisa sangat berdampak negatif.
Ketua kelompok suporter Malut United, Salawaku, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan Komdis PSSI. Menurutnya, keputusan tersebut tidak adil karena Yakob Sayuri justru menjadi korban dari provokasi dan rasisme, bukan pelaku. Sementara itu, pihak Persita Tangerang tidak mendapat hukuman apa pun.
Latar Belakang Karier Yakob Sayuri
Yakob Sayuri lahir di Serui, Papua, pada 9 September 1997. Meskipun tidak memiliki latar belakang pelatihan formal, bakatnya terlihat sejak kecil saat ia sering bermain sepak bola di kampungnya. Bakatnya kemudian dikenali oleh Eduard Ivakdalam, mantan kapten dan legenda Persipura Jayapura. Pada tahun 2017, Yakob Sayuri diboyong ke Jayapura dan bergabung dengan Persewar Waropen.
Karier Yakob Sayuri berkembang pesat. Pada musim 2018, ia bermain untuk Persemi Mimika dan Persitoli Tolikara. Performanya yang mengesankan, terutama dalam mencetak 13 gol di Liga 3 zona Papua, membuatnya direkrut oleh Barito Putera pada musim 2019. Keberadaannya di Barito Putera juga didukung oleh rekomendasi dari Eduard Ivakdalam dan kehadiran Jacksen F. Tiago, mantan pelatih Persipura Jayapura.
Meski hanya menjadi cadangan di Liga 1 2019, kecepatan Yakob Sayuri dalam menyayat dari sisi kanan penyerangan membuatnya menjadi nilai plus bagi klub. Performa yang lumayan menjanjikan ini juga membuatnya dipanggil beberapa kali untuk mengikuti pemusatan pelatihan di timnas Indonesia U-23 jelang SEA Games 2019. Namun sayangnya, ia gagal lolos untuk ikut skuat timnas Indonesia U-23 di Filipina.
Status Terkini
Setelah absen dalam pertandingan melawan Arema FC pada 29 November 2025, Yakob Sayuri kini tengah menjalani sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan. Hal ini membuat banyak pihak, termasuk suporter dan klub, merasa tidak adil. Mereka berharap agar Komdis PSSI dapat meninjau ulang keputusan tersebut agar tidak terjadi lagi insiden serupa di masa depan.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











