"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Persebaya Surabaya Terjebak di Papan Tengah! Update Klasemen Super League 2025/2026

Persebaya Surabaya Tertahan di Posisi Ke-9 Setelah Bermain Imbang 1-1 Kontra PSM Makassar

Persebaya Surabaya kembali mengalami hasil imbang dalam laga yang dihelat di Stadion BJ Habibie, Parepare. Skor akhir 1-1 melawan PSM Makassar membuat klub berjuluk Green Force tersebut tetap berada di posisi ke-9 klasemen sementara Super League 2025/2026. Dengan koleksi 17 poin, Persebaya gagal menyalip tim-tim di atasnya meski tren positif yang ditunjukkan oleh pelatih interim Uston Nawawi tetap terjaga.

Pertandingan yang dijadwalkan sebagai laga tunda pekan ke-4 ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Ribuan pendukung Persebaya Surabaya yang hadir di stadion memperlihatkan antusiasme yang besar untuk mendukung permainan tim kesayangan mereka.

Pada menit ketiga, Paulo Gali memberikan ancaman pertama bagi gawang PSM Makassar, namun usahanya diblok oleh pemain belakang tuan rumah. Respons cepat dari PSM datang pada menit ketujuh ketika Savio Roberto Juliao Figueiredo mencetak gol pembuka. Serangan cepat dari sisi sayap membuat pertahanan Persebaya Surabaya terbelah dan tuan rumah unggul 1-0 lebih dulu.

Ketertinggalan ini memicu peningkatan agresivitas Persebaya Surabaya. Empat menit kemudian, Bruno Moreira Soares berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 setelah menerima umpan dari Francisco Rivera. Konsistensi Rivera dalam memberikan assist dan menciptakan peluang beruntun sejak menit kesebelas menjadi kunci gol tersebut. Pergerakan kreatifnya membantu meningkatkan ritme permainan Persebaya Surabaya.

Setelah skor imbang, pertandingan berubah menjadi saling balas peluang antara kedua tim. Savio beberapa kali mencoba memperbesar keunggulan PSM, sedangkan Paulo Gali dan Rivera memimpin lini depan Persebaya Surabaya dalam membangun serangan balik cepat. Blokade dari lini belakang kedua tim memegang peran penting karena sebagian besar tembakan diblok atau melenceng tipis dari gawang.

Ernando Ari dan Hilman Syah tampil konsisten menjaga area masing-masing sehingga babak pertama berakhir dengan skor 1-1. Intensitas permainan tetap tinggi hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Uston Nawawi melakukan perubahan dengan menarik Rachmat Irianto dan memasukkan Kadek Raditya untuk menjaga keseimbangan pertahanan. Perubahan itu cukup membuat alur permainan Persebaya Surabaya lebih stabil dalam menghadapi tekanan tuan rumah.

PSM melakukan rotasi pemain pada menit ke-59 ketika Arfan digantikan Akbar Tanjung untuk menambah energi di lini tengah. Perubahan itu membuat serangan PSM sedikit lebih hidup, tetapi tidak cukup untuk membuat lini belakang Persebaya Surabaya kehilangan fokus.

Paulo Gali kembali menjadi ancaman terbesar lewat serangkaian percobaan tembakan pada menit ke-52 dan ke-68 yang sayangnya belum menemui sasaran. Kreativitas Bruno dan Rivera juga terus memberi peluang tambahan, tetapi penyelesaian akhir tetap menjadi persoalan utama.

Uston kemudian menarik Dejan Tumbas dan Mihailo Perovic untuk memberi nafas baru melalui Randy Hanson Christian May serta Malik Risaldi. Masuknya dua pemain ini menambah variasi serangan, tetapi pertahanan rapat PSM masih terlalu sulit ditembus.

Tuan rumah sebenarnya mendapatkan momentumnya ketika beberapa peluang diciptakan Alex de Aguiar Gomes di pertengahan babak kedua. Namun ketenangan Ernando dan blok para bek Persebaya Surabaya membuat skor tetap aman bagi Green Force.

Drama terjadi pada menit-menit akhir ketika Akbar Tanjung menerima dua kartu kuning yang membuat PSM harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain. Keunggulan jumlah pemain itu mendorong Persebaya Surabaya meningkatkan tekanan untuk mencari gol penentu kemenangan. Sayangnya peluang terbaik Persebaya Surabaya pada menit ke-90+8 melalui Leonardo Lelis masih diblok oleh pertahanan tuan rumah.

Sisa waktu yang ada tidak cukup untuk memecah kebuntuan dan wasit akhirnya meniup peluit panjang dengan skor tetap 1-1. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Uston Nawawi sebagai pelatih interim, tetapi belum cukup mengangkat posisi Persebaya Surabaya ke papan atas.

Persaingan di klasemen semakin ketat karena empat tim di peringkat 9 hingga 11 kini sama-sama memiliki 17 poin. Borneo FC tetap nyaman di puncak dengan 33 poin, sementara Persija dan Persib terus menguntit dengan performa stabil.

Persebaya Surabaya masih harus berusaha keras agar tidak tertinggal lebih jauh dari tiga besar yang mulai memisahkan diri dalam perburuan juara. Dengan konsistensi permainan yang semakin terbentuk dan solidnya karakter tim, peluang Green Force untuk merangsek naik masih terbuka lebar. Tantangannya kini ada pada penyempurnaan penyelesaian akhir agar peluang demi peluang bisa lebih sering berbuah gol.

Dukungan penuh dari suporter menjadi modal tambahan yang diperlukan Persebaya Surabaya di laga-laga selanjutnya agar kebangkitan mereka berjalan stabil. Konsistensi tanpa kekalahan harus mulai diterjemahkan menjadi kemenangan jika ingin keluar dari posisi ke-9 dan kembali bersaing di papan atas.

Persebaya Surabaya masih punya cukup waktu dan kualitas pemain untuk memperbaiki posisinya di klasemen Super League 2025/2026. Hasil imbang di Parepare menjadi alarm sekaligus penyemangat agar performa mereka semakin matang menghadapi pekan-pekan berikutnya.

Update Klasemen Super League 2025/2026 per 6 Desember 2025 Malam:

  • 1    BORNEO FC SAMARINDA      33
  • 2    PERSIJA JAKARTA      29
  • 3    PERSIB BANDUNG      28
  • 4    PSIM YOGYAKARTA      22
  • 5    MALUT UNITED FC      22
  • 6    BHAYANGKARA PRESISI LAMPUNG FC      19
  • 7    PERSITA      19
  • 8    PSM MAKASSAR      18
  • 9    PERSEBAYA SURABAYA      17
  • 10    AREMA FC      17
  • 11    BALI UNITED FC      17
  • 12    PERSIK KEDIRI      15
  • 13    MADURA UNITED FC      13
  • 14    DEWA UNITED BANTEN FC      13
  • 15    PSBS BIAK      12
  • 16    PERSIJAP JEPARA      8
  • 17    SEMEN PADANG FC      7
  • 18    PERSIS SOLO      7

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *