Lokasi dan Keunikan Pulau Pendek di Kabupaten Buton
Pulau Pendek berada di Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Meski lokasinya terpisah dari Pulau Buton, pulau ini menawarkan keindahan alam yang memikat dan menjadi destinasi wisata eksklusif. Selain itu, Pulau Pendek kini tengah viral di media sosial karena isu bahwa pulau ini akan dijual melalui situs jual beli online.
Sebelumnya, pada tahun 2020, pulau ini juga pernah dikabarkan akan dijual. Namun, setelah lima tahun berlalu, kembali muncul isu serupa yang membuat warga dan pemerintah setempat khawatir. Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa langsung mengunjungi lokasi Pulau Pendek untuk memastikan bahwa aset wisata milik pemerintah daerah tersebut tidak akan pernah diperjualbelikan oleh siapa pun.
Akses Menuju Pulau Pendek
Untuk mencapai Pulau Pendek, pengunjung harus menggunakan transportasi laut. Dari Kota Baubau atau ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, perjalanan dapat dimulai dengan naik kapal laut. Jarak antara Pelabuhan Murhum Kota Baubau menuju Pulau Pendek sekitar 40 kilometer. Sementara dari Kota Kendari, pengunjung harus terlebih dahulu menyeberang ke Kota Baubau, lalu melakukan perjalanan laut kembali menggunakan kapal nelayan atau speed boat warga setempat.
Pulau Pendek dilewati jalur transportasi laut yang menghubungkan Kota Bau-Bau – Kabupaten Muna – Kota Kendari. Oleh karena itu, ketika melakukan perjalanan laut ke Baubau atau Kota Raha, Muna, pengunjung biasanya akan melihat pemandangan indah dari Pulau Pendek.
Potensi Wisata yang Menarik
Pulau Pendek memiliki luas sekitar 240 hektar. Pada masa lalu, pulau ini pernah dihuni lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK) pada era 1930-an. Namun, seiring berkembangnya zaman, kini pulau tersebut sudah tidak berpenghuni lagi. Masyarakat yang dulunya tinggal di sana telah pindah ke Pulau Buton.
Kini, Pulau Pendek menjadi destinasi wisata eksklusif yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Buton. Pulau ini menawarkan pemandangan eksotik dengan hamparan pasir putih dan laut biru di sekelilingnya. Di sekitar perairan pulau juga terdapat sekelompok ikan lumba-lumba yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Selain itu, Pulau Pendek memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar. Masyarakat setempat ramah dan menjunjung tinggi adat, serta memiliki keindahan alam seperti pasir putih, wisata karang, dan terhubung dengan beberapa spot wisata spektakuler. Beberapa contoh spot wisata yang bisa dinikmati adalah:
- Danau Langkadea yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari Pulau Pendek.
- Wisata Benteng Keraton Buton, yang terhubung langsung dengan Pulau Pendek.
- Wisata Pancing di Pantai Boneatiro.
- Jejak Peradaban dan Pantai dengan Pasir Putih.
- Snorkling terumbu karang, dengan spesies ikan yang hanya ada di Boneatiro, seperti ikan Napoleon.
- Wisata Rohani Makam Sangia Yi Gola (Makam Raja Mulai, Raja Buton V).
Semua spot wisata ini dapat diakses dalam satu hari perjalanan, sehingga memberikan pengalaman yang lengkap bagi para pengunjung.
Warisan Leluhur dan Sejarah
Adanya jejak warisan leluhur di Pulau Pendek menambah nilai historis dari destinasi ini. Salah satunya adalah makam Raja ke IV Buton. Selain itu, masih ada jejak para warga yang sempat bermukim di pulau tersebut.
Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, menjelaskan bahwa Pulau Pendek merupakan warisan leluhur warga setempat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa, Pemda, serta Dinas Pariwisata Sultra telah merencanakan pengembangan potensi wisata di pulau tersebut.
Viral Dijual di Situs Online
Beredar sebuah postingan terkait Pulau Pendek Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) di situs jual beli online. Postingan tersebut menyebutkan bahwa Pulau Pendek tidak hanya dijual, tetapi juga disewakan untuk keperluan wisata.
Isu ini kemudian viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa langsung mendatangi Pulau Pendek untuk meninjau langsung kondisi dan memastikan kebenaran terkait pulau yang hendak dijual itu.
“Kami pastikan Pulau Pendek tersebut tidak dijual,” ucapnya tegas saat dikonfirmasi. Ia menegaskan bahwa meskipun isu tersebut ada, pihaknya memastikan bahwa Pulau Pendek tidak akan dijual.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











