"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Terkini! Asal Usul Nama Elphaba dan Gelar ‘Wicked’ dalam Film 2025

Membongkar Identitas Elphaba: Antara Nama Asli dan Gelar Politik

Sejak film Wicked (2024) mencuri perhatian dunia, penonton kini semakin antusias menantikan sekuelnya, Wicked: For Good yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 19 November 2025. Namun, sebelum menonton, penting untuk memahami latar belakang karakter utama, Elphaba, yang sering disebut sebagai The Wicked Witch of the West. Mengapa gelar ini melekat padanya? Mari kita bahas secara mendalam.

Penghormatan Tersembunyi di Balik Nama Elphaba

Fakta menarik adalah bahwa julukan The Wicked Witch of the West jauh lebih tua daripada nama Elphaba itu sendiri. Dalam novel asli The Wonderful Wizard of Oz (1900) oleh L. Frank Baum, penyihir hijau ini tidak memiliki nama. Ia hanya dikenal melalui julukannya. Identitas personal baru diberikan hampir 100 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1995, melalui novel Wicked: The Life and Times of the Wicked Witch of the West karya Gregory Maguire.

Maguire menciptakan nama “Elphaba” sebagai bentuk penghormatan yang cerdas. Nama tersebut merupakan ejaan fonetik dari inisial penulis orisinal, L. F. B. (L. Frank Baum). Pemberian nama ini, yang kemudian dipopulerkan oleh adaptasi Broadway (2003), memberikan kedalaman baru pada karakter tersebut. Ini juga membuka pemahaman baru tentang bagaimana gelar Wicked Witch of the West akhirnya terbentuk.

Stigma “Wicked” Adalah Alat Penguasa

Kisah “wicked”-nya Elphaba dalam film Wicked (2024) adalah kisah pemberontakan terhadap otoritas. Elphaba, didorong idealisme, menerima undangan The Wizard (Jeff Goldblum) untuk memperjuangkan hak para Animals. Namun, kunjungannya ke Emerald City mengungkap kebohongan besar. Wizard ternyata tidak punya kekuatan sihir, dan ia bersama Madame Morrible (Michelle Yeoh) adalah dalang penindasan Animals.

Setelah melihat kekejaman tersebut, Elphaba menolak berkolaborasi. Ia mencuri Grimmerie, kitab sihir, dan melarikan diri. Tindakan berani ini dianggap pembangkangan yang mengancam rahasia rezim. Morrible, tangan kanan Wizard, segera meluncurkan kampanye disinformasi. Ia memutarbalikkan fakta, menyatakan Elphaba sebagai musuh publik. Keberanian Elphaba dalam melawan ketidakadilan dibingkai sebagai ancaman serius. Publik Oz yang naif mudah percaya pada propaganda ini. Inilah sebabnya gelar “wicked” melekat erat, menjadikannya target utama rezim.

Julukan “of the West” Murni Alasan Geografis

Penambahan kata “of the West” sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejahatan politik Elphaba. Julukan ini murni merujuk pada lokasi tempat tinggalnya. Setelah kabur dari Emerald City, Elphaba memilih Winkie Country, yang terletak di bagian barat Oz, sebagai tempat pengungsiannya. Kisah ini dijelaskan detail dalam novel Wicked. Oz, sesuai dengan novel orisinal Baum, memang terbagi menjadi empat wilayah yang masing-masing memiliki penyihirnya sendiri. Struktur ini membuat julukan “Witch of the West” logis. Namun, perlu diingat, kata “wicked” adalah label palsu yang dilekatkan oleh The Wizard dan Morrible.

Perbedaan Penampilan yang Disalahgunakan

Kemudahan orang memberi cap negatif pada Elphaba diperkuat oleh penampilan dan latar belakangnya yang tidak biasa. Elphaba lahir dengan kulit hijau akibat eliksir yang diminum ibunya. Ia adalah anak dari hubungan gelap. Sejak tiba di Shiz University, ia langsung diperlakukan berbeda, bahkan oleh Glinda. Selera busananya yang serba hitam, kontras dengan palet warna cerah Oz, semakin memperkuat citra “menyeramkan”. Topi runcing dan sapu terbang melengkapi stereotip visualnya sebagai penyihir jahat dongeng. Penampilan ini sangat berlawanan dengan Glinda yang anggun dan bercahaya.

Sayangnya, kecenderungan untuk menghakimi berdasarkan penampilan ini bukan hanya fiksi. Di dunia nyata, kita seringkali cepat melabeli orang yang berbeda. Padahal, penampilan luar hanyalah kulit luar. Julukan The Wicked Witch of the West adalah studi kasus sempurna tentang bagaimana narasi politik dan prasangka visual dapat menciptakan stigma abadi.

Semoga Anda siap menghadapi babak baru di Wicked: For Good dengan perspektif yang lebih adil.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *